Postingan

Menampilkan postingan dengan label KESEHARIAN

Mengenal Sibling Rivalry atau Pertengkaran antar Saudara

Gambar
Mengenal sibling rivalry (pertengkaran antar saudara) "Kakakkkkkkkkk," teriakanku agaknya memekakkan telinganya. "Adik kamu apain?" tanyaku pada bocah tiga tahun itu.  Reaksinya yang awalnya kaget berubah jadi sedih.  Alhasil, dia menangis donk! Atau kejadian-kejadian yang membuat gemas. Mulai dari caranya si anak sulung gelendot lebih dari biasanya, melakukan hal-hal yang membuat ayah bunda gemes gak karuan, suka jahilin adik dan lain sebagainya yang serupa.  Tetiba meluncurlah kalimat,  "Emang Bunda gak sayang aku?"  Yup! Tahu gak hal itu namanya apa? Ya!  Sibling rivalry! Apaan sih?  Apa itu Sibling Rivalry Menurut istilah , Kamus kedokteran Dorland (Suherni, 2008): sibling (anglo-saxon sib dan ling bentuk kecil) anak-anak dari orang tua yang sama, seorang saudara laki-laki atu perempuan. Disebut juga sib. Rivalry keadaan kompetisi atau antagonisme. Sibling rivalry adalah kompetisi antara saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih, afeksi dan perhat

Bermanfaat Lewat Tulisan, Ngeblog Yuks!

Gambar
Hai Sobat Hamim, lama tak nulis ya. Kali ini aku mau ngenalin nih salah satu sobat Hamim. Cewek asal Banten ini doyan nulis-nulis gak jelas katanya. Eits, tapi dia punya cita-cita mulia yakni bermanfaat lewat tulisan. Media berbagi agar bermanfaat lewat tulisan Wow, kabarnya cewek kelahiran 22 tahun silam ini sudah di pondok sejak usia belasan. Pasalnya, si doi tipekal orang yang kaku jika di depan kamera. Tapi kalau nulis berasa ngomong. Lancar bener, tukasnya. Hwkakaka bisa aja! Ada yang samaan?

Suami, Blog, dan Waktu

Gambar
Hai hai, sobat Hamim? Alhamdulillah, semoga sehat selalu ya. Kali ini judulnya macam judul film FTV ya. Karena emang mengandung curhat hehehe. Semoga gak lelah baca curhatan receh aku. Kali ini aku mau cerita  tentang suami, blog, dan waktu. Ops! Kok pakai ada suami segala hehehe. Yuks deh cuss baca!

Kunci Mewujudkan Pola Asuh yang Tepat

Gambar
  Anak Bukan Ajang Pembuktian "Anakmu tidak untuk membuktikan apapun!" Yup! Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ikutan salah satu webinar tentang pola asuh yang tepat. Caption yang di atas  adalah pernyataan beliau. Tertohok uey! Serius! Dan yang nampol-nampol tuh penjelasan si pemateri berkaitan keseharian kita yang tanpa sengaja itu menciptakan "kenangan tak menyenangkan" bagi anak. Tentu hal ini akan terbawa saat mereka dewasa.

Bermain Bebas Vs Bermain Terstruktur

Gambar
  Bermain Bebas Vs Bermain Terstruktur   Oleh Hamimeha Memahami kebutuhan anak usia dini yakni bermain. Membuat kita sebagai orang tua perlu memberikan fasilitas yang memadai. Tak harus mahal atau beli di toko mainan yang bisa menguras budget keuangan rumah tangga. Karena bermain pada dasarnya bebas saja. Zaman dulu, dengan area terbuka luas dan alam yang masih menyediakan berbagai tantangan bagi anak, secara alami telah melakukan stimulasi tumbuh kembang anak dengan bermain bebas.

Bermain itu Penting

Gambar
Tulisan ini aku dedikasikan buat membangun kesadaran tentang fitrah dunia anak yaitu bermain. Bermain itu penting berlaku untuk anak usia dini ya. Yuks sini kita baca pelan-pelan. Fenomena sekitar kita! "Aduh, main terus kapan belajarnya?" "Main, main, main saja! Kalau belajar males!" "Daripada main belajar sana!" "Belajar lebih penting daripada bermain" Atau kasus anak usia 3 tahun sudah sibuk ikut les ini les itu.  Anak diajari membaca atau menulis sejak dini khawatir nanti gak bisa dibanggakan atau kalah dengan anak yang lain. Dan lain sebagainya.

Tantangan Perempuan di Era Digital

Gambar
  Berdaya di Segala Era  Setiap anak terlahir sesuai dengan perkembangan zamannya. Mereka tumbuh berdasarkan faktor lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Meskipun demikian, peran orang tua masih dominan untuk membentuk karakter anak melalui keluarga. Ini akan menjadi bagian dari tantangan perempuan di era digital.

Bukan Anak Sultan

Gambar
Bukan anak sultan adalah catatan receh aku sebagai pecinta buku. Cerita ikhtiar kami menghadirkan buku bergizi dan menyehatkan. Semoga bermanfaat.

Tips Memasak Bagi Pemula, Hemat, Cepat, Nikmat!

Gambar
Tips Memasak Bagi Pemula, Hemat, Cepat, Nikmat! Hai teman, kali ini aku akan berbagi pengalamanku tentang urusan perdapuran. Jujur, keterampilan satu inimemang bikin aku mati gaya. Sejak awal nikah hingga lima tahun berjalan. Alhamdulillah, tetap istiqomah dengan satu menu andalan. Apa itu? Tumisan. Eits, tapi gak asal tumis ya. Simak deh tips memasak bagi pemula, hemat, cepat, nikmat!  Yang jelas ala aku ya. "Menurutmu, apakah seorang perempuan harus bisa masak?" chatku mengalir kepada calon pasangan halalku. Jawabnya di seberang sana, "Gak hanya perempuan, laki-laki juga seharusnya bisa masak." YES!

Mengejar Impian; Karier atau pekerjaan?

Gambar
  "Memang cita-citamu apa, Mim?" kata Mamak sambil tidur tengkurap dengan posisi kepala yang sedang aku cabuti rambut putihnya. Sejenak aku berpikir lalu aku nyeletuk," Guru TK!" Jawabku mantap seolah itu sudah aku rencanakan sejak lama. Sontak mamak tertawa dan berkata, "Orang kamu lho jijikan. Nanti kalau ada anak yang 'bab' di kelas gimana?" Mamak terus bicara seakan menertawakan cita-citaku kala itu. Beliau kenal betul bagaimana karakter putri kecilnya itu. Setelah beranjak dewasa, ternyata memang tidak mudah menentukan impian. Terlahir dari keluarga yang pas-pasan, bagi kami adalah keberuntungan bisa sekolah sampai SMA. Apalagi jika lulus sekolah mendapatkan pekerjaan yang di pandang layak oleh masyarakat, gaji mengalir tiap bulan. Bisa ketebakkan? Iya. Pegawai!

Cinta Anak Pertama

Gambar
  "Emang Bunda gak sayang Kakak?" teriaknya sambil menahan isak tangis. Deg! Kalimat apa yang kudengar barusan? Awal mendengar dia mengeluarkan pernyataan itu membuat aku terhentak dari ruang sadarku. "Bunda gak sayang Kakak emangnya?" Lain waktu kalimat itu seakan sering muncul. Pertanyaan serupa akhir-akhir ini kerap keluar dari mulut kecilnya. 

Menanam Benih Iman Melalui Lisan

Gambar
  "Arrrggggg" suara teriakan itu menyentakkanku. Kulirik jam terlihat menunjukkan angka satu, tapi ini masih gelap. Kuhampiri putri sulungku lalu ku peluk sambil menanyakan kenapa. Dia terus menangis seakan sedang melihat sesuatu yang menakutkan.

7 Tips Betah Berhijab Sejak Dini

Gambar
" Duh, anakku susah banget mbak kalau dipakain jilbab." "Ihh, kok betah sih pakai jilbab. Anakku dipakai baru semenit eh dilepas lagi." "Anakku pakai jilbab pas sekolah aja, pas main dan di rumah ya nggak. Gakpapa, masih kecil--SD kelas 6--"

Let's Read: Kenalkan Bahasa Ibu dengan Membaca Nyaring

Gambar
Hidup sebagai keluarga perantau bagiku cukup berat. Karena harus berpindah tempat tinggal dari lingkungan satu ke lingkungan yang lain. Tentu tak mudah bagi seorang anak yang sedang tumbuh berkembangnya. Namun itulah yang aku alami. Masa kecilku.  Terlahir sebagai keturunan suku Madura dan tumbuh di tanah Jawa tepatnya Jawa Timur. Seharusnya aku memiliki kekayaan bahasa karena keluargaku melakukan percakapan menggunakan Bahasa Madura sedang tetangga dan teman-temanku biasa memakai bahasa Jawa ketika berinteraksi. Di sekolah? Bahasa persatuan donk! Bahasa Indonesia. Belum lagi bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang harus kupelajari.  Yup! Pernah dengar celetukan,  "Hebat ya kamu bisa empat bahasa sekaligus!"  "Wuih, ini nih Hamim menguasai tiga bahasa asing," pecahlah tawa mereka guyonan khas remaja tanggung dengan bahasa Jawa "ngoko".  Bagaimana dengan aku? 

Tummy Time, Penting Gak Sih?

Gambar
" Duh anaknya kok sudah ditengkurepin sih. Kan masih umur berapa hari?"  "Anaknya dibedong biar kakinya lurus!"  "Hati-hati masih bayi tulangnya nanti patah, jangan ditengkurepin". "Gak bisa napas lho anaknya tidur begitu!"  (Melihat posisi bayi tidur tengkurap dengan kepala dimiringkan) Atau ungkapan serupa. Sering ya?  Its oke! Gak semua salah tapi tetap harus di saring. Dikesempatan ini mari kita kupas sedikit tentang tengkurap di usia dini bagi bayi. ● Usia berapa sih bayi bisa tengkurap? ● Kapan bayi tengkurap? ●Tengkurap dengan bantuan atau nunggu tengkurap mandiri?

Pentingnya Kebutuhan Stimulasi Anak Usia Dini

Gambar
Generasi Alfa yang terlahir sebagai generasi native teknologi, membuat peran orang tua milenial semakin besar daripada orang tua zaman dulu dalam hal pengasuhan. Pasalnya, teknologi tak hanya memberi dampak positif namun juga negatif jika kita tidak bijak menggunakannya. Khususnya interaksi gadget bagi anak usia dini. Seyogianya, hal ini menjadi tantangan baru dalam mengasuh anak di era digital.

Aktivitas Pramembaca: Mengenal Huruf dengan Cara Menyenangkan

Gambar
Aktivitas Pramembaca: Mengenal Huruf dengan Cara Menyenangkan Kakak dan adik sedang asyik membaca buku Memiliki anak usia pra sekolah yakni 3-5 tahun membuatku perlu memutar otak. Pasalnya, sebagai seorang yang pernah terjun di dunia pendidikan. Tuntutan kurikulum pendidikan yang membuat anak harus mencapai kompetensi tertentu perlu usaha keras. Namun di usia golden age -nya sekarang, memaksanya belajar ala anak sekolahan tentu bukan hal yang manusiawi menurutku. Karena dunianya adalah dunia bermain. 

LANGKAH MUDAH MEMBUAT RESOLUSI HIDUPMU

Gambar
  Resolusi di Tengah Pandemi

Mengajarkan Sholat Kepada Anak

Gambar
 Ayo Shalat "Allohu Akbar, Allooooooooohu Akbar."  Terdengar suara adzan mulai menggema di beberapa speaker masjid. Bunda asyik sedang bercanda dengan adik. Di ruang yang sama, kakak bermain masak-masakan dengan segala peran yang ia mainkan sendiri. Sibuk!

Viral di Era Digital

 Memburu Viral di Era Digital Oleh Hamimeha Akhir-akhir ini kata viral menjadi familiar didengar. Bahkan dekat dengan keseharian kita. Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan tulisan layangan putus yang menyebar di dunia maya. Prank keluarga artis menjadi trending nomor satu di youtube. Serta masih banyak lagi tulisan, gambar dan video yang akan viral jika mendapat like, komen dan share berulang kali dari netizen. Tak hanya kalangan publik figure, setiap orang bisa menjadi viral dengan berbagai kemudahan media sosial di era sekarang. Asal kontennya menarik perhatian warganet.