Postingan

Jalankan saja Peranmu

Alhamdulillah, masih diberi nafas hingga detik ini. Masih ada sepiring nasi lengkap dengan lauknya meski tak mewah. Masih berkumpul.denga  keluarga, masih bisa bercanda, masih bisa saling berselisih kemudian  menekan ego masing-masing agar tak semakin melebar. Dan masih banyak alasan untuk bersyukur hari ini. Beredarnya curhatan bahkan postingan benrapa kawan tentang dampak wabah covid-19 ini membuat pilu. Khususnya bab peerputaran roda ekonomi serta upaya mengepulkan asap dapur. Meski bantuan.dari pemerintah telah digelontoran sekian rupiah. Namun nyatanya masih banyak yang merasa tidak tertembak bantuan itu. Kadang berfikir? Dalam kondisi maut bisa datang kapan saja saat ini. Ada saja orang yang tak punya perasaan berlaku tak manusiawi demi kepentingan pribadi. Ah, maafkan diri yang berprasangka buruk. Miris dan sedih mendengar dan membacanya. Tapi juga tak banyak yang bisa dilakukan. Siapa aku? Hal terbaik yg bisa dilakukan adalah jalankan peran saat ini. Jika ingin mene

Rumah Tanpa Televisi

Ramadan ke-9, masih diwarnai dengan berita tentang covid-19. Bahkan kabarnya korban terinfeksi dan dinyatakan positif semakin banyak. Akibat masih banyak yang tidak abai dengan protokoler dari pemerinta.  Belum lagi kasus semakin maraknya kriminalitas karena kebijakan mengelurakan narapidana dalam rangka menekan penyebaran virus corona ini. Di tambah lagi, di Hari Pendidikan Nasional ini muncul info bahwa agenda pendidikan dengan belajar di rumah akan diperpanjang hingga akhir tahun 2020. Selamat para orang tua, kalian akan merasakan bagaimana rasanya hampir setahu menjadi guru untuk anak anda. Dan para provider akan berlomba-lomba menyiapkan kebutuha  kuota selama di rumah saja.

Ramadan di Rumah

Aku, mungkin hanya salah satu mahkluk Tuhan yang menunggu momen kemeriahan ibadah di bulan Ramadan. Bisa safari masjid untuk ngabuburit   menunggu bedug magrib di tabuh. Menjajali   sajian menu ifthor masjid- masjid besar hingga menikmati kajian dan Aholayt Tarawih dari bermacam imam. Seru ya! Pasti. Iktikaf, aktivitas yang berharga buatku. Selain moment ibadah bisa maksimal didukung suasana rumah ibadah yang  nyaman. Perasaan memiliki kawan seperjuangan untuk melawan kantuk dan mengejar target tilawah sehingga pemandangan membaca Al quran dengan khusyuk setiap yang di sana menambah syahdu suasana malam Ramadan. Sayangnya, kini agak berbeda. Tak ada safari masjid. Menu ifthor lebih banyak bikinan sendiri yang rasanya entah kemana. Karena sang koki adalah pemula di bidang perdapuran.Tak ada nuansa masjid, hanya sekotak kamar atau ruang yang terus diulang seperti reff lagu. Sejak merebaknya wabah yang berasal dari kota Wuhan yaitu Virus Corona yang sekarang disebut Covid-19. Pem

Pilihan menjadi Ibu Bekerja ( Working Mom)

Gambar
Bertahan Atas Sebuah Pilihan Mencintaimu bahkan sebelum perjumpaan kita. Itulah ketulusan cinta yang akan aku persembahkan untukmu, Nak. Buah hati yang kami nanti. Dalam hitungan hari dan putaran bulan. Dan semua begitu indah dan berwarna, saat pecah tangismu hadir di dunia. Rasa-rasanya baru kemarin. Tiap pagi bermalas-malasan, jarang sekali tidur di atas jam sembilan bahkan agenda weekend berdua menjadi sesi romantis yang tak ketinggalan mengisi ruang waktu kami. Tapi tahukah kau,Nak? Seolah semua berbalik. Keteraturan yang kami ciptakan berantakan begitu saja. Mata panda dan kerempongan pagi menjadi pengisi diary hari-hari kami.   Menjadi working moms adalah pilihanku. Ayahmu paham betul itu. Perempuan enerjik yang tidak bisa dibatasi tembok yang bernama rumah. "Aku butuh ruang untuk mengeksplore kemampuanku," prinsipku kala itu. Dan ayahmu mengangguk diiringi senyum tanda setuju.