=Hamimeha

Mengenal Diri dengan Lebih Jujur: Pengalamanku Mengikuti Talents Mapping di Akhir 2025

Posting Komentar
Konten [Tampil]
mengenali diri dengan tes talents mapping
Pergi pagi membeli melati,
Di jalan jumpa mawar berduri.
Di sela peran yang silih berganti,
Pernahkah kita mengenal diri sendiri?

Apa kabar Sobat Hamim? Semoga dalam kondisi baik di bulan pertama tahun 2026 ini ya.
Sebagai ibu rumah tangga yang memutuskan sekolah lagi di usia yang tak muda, kadang memberiku banyak pertanyaan. Apa sih yang mau dikejar?

Yups!
Kegelisahan demi kegelisahan cukup menghantui. Di usia pertengahan 30-an, aku merasa banyak hal yang terlewatkan olehku. Bahkan aku sempat berpikir, “Coba di usia 20an dulu aku memiliki pemikiran seperti saat ini”

Usia 20-an. Masa dimana aku bisa mencoba ini itu dan beragam kesempatan.Di usia penuh semangat, bugar secara fisik, dan tentu tidak sedang menjalani multi peran yang luar biasa sebagai perempuan yang sudah menikah. “Ah, tidak ada kata terlambat. Banyak yang akhirnya bisa menata hidupnya kembali bahkan ketika di usia senjanya. Kenapa aku tidak mencoba?”

Yups!
Akhirnya aku membuat keputusan bijak versi aku di akhir tahun 2025 lalu. Apa itu?
Yuks simak pengalamanku mengenali diri lebih jujur ya, aku merasa perlu berbagi dengan kalian yang merasa “Kok aku gini-gini aja?”

Berawal dari Keresahan dan Merasa Hilang Arah

Sobat Hamim tentu tidak asing dengan tes 4 kepribadian, MBTI, atau bahkan beragam tes-tes gratisan yang bisa dilakukan secara mandiri. Tes ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diri kita digambarkan? Iya, aku pun sering melakukannya. Awalnya, aku berpikir beragam tes tersebut cukup membuatku percaya diri mengenal diri. Namun ternyata, aku rasa kurang tepat. Sempat terpikir juga, apa ke psikolog saja ya, hehehe. Akhirnya aku urungkan dengan berbagai pertimbangan.

Dan yups!
Keputusanku di akhir tahun 2025 lalu adalah melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah cukup lama kupikirkan yaitu mengikuti talents mapping. 
Tes Talents Mapping merupakan alat bantu untuk mengenali pola kekuatan alami diri, tentang cara berpikir, bekerja, dan merespons hidup agar kita bisa menjalani peran dengan lebih selaras, bukan memaksakan diri. 
Bukan karena sedang berada di titik terendah hidup. Ini tentang sebuah kesadaran ingin memahami diri sendiri dengan lebih jujur dan ada apanya?

Sederhananya, Talents Mapping itu seperti peta diri. Ia membantu kita tahu di mana kita kuat, di mana kita cepat lelah, dan bagaimana cara berjalan yang paling sesuai dengan diri kita.

Keputusan Bijak di Akhir Tahun 2025, Mengenali Diri Sendiri

alasan tes talents mapping
Jika ditanya, “Kenapa harus sampai tes talents mapping segala? Kan sudah kerja sesuai minat? Serta kehidupan sehari- hari terasa terlihat baik-baik saja?”

Justru karena aku merasa hidup berjalan “baik-baik saja”, tapi ada satu pertanyaan kecil yang sering muncul di sela-sela kesibukan,
“Kenapa aku sering lelah, padahal aku mengerjakan hal-hal yang aku anggap penting?”
Sebagai seorang perempuan yang memiliki banyak keinginan bahkan setelah menikah. Aku terbiasa menjalani banyak peran. Dari luar, semuanya tampak rapi. Tapi di dalam, ada rasa lelah yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Di sinilah aku merasa bahwa menjadi orang generalis serba bisa itu membuat kita menjadi tidak tahu, mana yang benar-benar menjadi kekuatan diri kita yang sebenarnya.

Alasan terbesarku mengikuti tes talents mapping ini adalah ingin mengenal diriku dengan lebih jujur. Sehingga langkah dan keputusanku di masa mendatang lebih terarah. Aku bangga dengan diriku yang mengambil keputusan bijak ini. Bukan juga karena ingin mengubah arah hidup secara drastis, tapi menguatkan pilihan tentang bagaimana aku bisa membuat tindakan dan keputusan di hari-hari berikutnya.

Bagaimana realitanya?

Mengenali Diri Lebih Jujur dan Terarah

alasan tes talents mapping di humana consulting
“Hamim ini suka nyimpen barang yang punya history atau kesan tertentu ya?”
ungkap konselornya kala itu, namanya Mbak Ira. Wow, sejenak aku terkesima dan berpikir, “Iya juga sih. Aku suka menyimpan barang yang ada kisah atau kesan tersendiri wkwkwka." Rupanya, hal tersebut karena bakat contex yang kuat dari diriku.

Di bagian lain ketika diskusi saat sesi konsul, aku menyadari juga terkait gaya komunikasi dan interaksi selama ini. Tampaknya ada pengaruh bakat kuatku yang lain, seperti bagaimana aku mudah membangun komunikasi dan berinteraksi, bagaimana menjaga hubungan dengan orang yang aku kenal, hingga bagaimana aku menyikapi sebuah hal. Semua itu ada kaitannya dengan bakat dalam diri kita.

Apa sih bakat?
Bakat adalah pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang berulang-ulang, alami dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Setiap orang memiliki 7 (tujuh) bakat dominan yang menjadi potensi kekuatan diri. Menurut definisi disini, bakat adalah sifat yang dapat dimanfaatkan untuk produktivitas.
Sedangkan menurut KBBI, bakat diartikan sebagai dasar, kepandaian, serta sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir. Bakat merupakan potensi bawaan yang memungkinkan seseorang mempelajari atau menguasai suatu bidang dengan lebih cepat dan hasil yang lebih baik dibandingkan orang lain.

Nah, menarik bukan?

Ekspektasi Vs Realita Tentang Test Talents Mapping

Sejujurnya ya Sobat Hamim, sebelum ikut, aku tidak membayangkan proses ini akan terlalu dalam dan cukup detail dalam waktu singkat. Kupikir hasilnya hanya akan berupa ringkasan kelebihan dan kekurangan.

Ternyata, talents mapping yang kuikuti justru membantuku melihat hal-hal yang selama ini luput kusadari seperti pola berpikir, berinteraksi, cara merespons tekanan, sumber energi-ku, serta hal-hal yang diam-diam menguras tenaga. 

Bahkan, akhirnya aku menyadari kenapa aku terlihat sangat potensial di hal tertentu itu. Meskipun, ada pula titik lemah yang aku tak menyangka menjadi bakat terendahku yakni bakat competition.

Orang melihat aku sebagai sosok yang ambis, terlihat paling ingin menjadi yang terbaik dari yang lain. Terkesan suka sekali dengan kompetisi. Hasil tes talents mapping mematahkan asumsi itu. Dan aku merasa lega. Aku menyadari bahwa tes ini bukan untuk menghakimi atau menguliti sisi lemah kita, melainkan untuk memahami diri sendiri dengan lebih jujur dan lebih baik. Dan pemahaman itu terasa menenangkan.

Sebagai orang lulusan master psikologi. Meski aku belajar ilmu psikologi, mengikuti tes talents mapping dan membaca hasilnya tentang diriku sendiri tetap memberi pengalaman yang berbeda. Ada banyak hal yang secara teori kupahami, namun baru benar-benar terasa saat melihat diriku dipetakan dengan jujur. Proses ini membuatku lebih memahami batas, kekuatan, dan caraku bertumbuh.

Jadi, apa se-urgent itu melakukan tes talents mapping? 
Mari baca bersama “Mengapa Talents Mapping Penting Dilakukan?”

Lima Alasan Perlu Test Talents Mapping Ala Hamimeha

Coba seperti drakor yang ada time travelling ya, wkwkwk fiksi banget. Mungkin di usia remaja, aku ingin mengusulkan atau bahkan melakukan tes talents mapping ini. Sehingga meminimalisir yang namanya salah jurusan saat kuliah atau memilih bekerja di bidang-bidang yang memang bakat kita lebih optimal. Tapi, apa yang terjadi itu disebut takdir. So, lets gone by gone! Tetap, tidak ada yang terlambat memulai hal baik.

Hikmahnya, aku sekarang melakukan tes tersebut dan menuliskan pengalamanku di sini. Harapanku tulisan ini menjadi sarana bagi siapapun yang merasa butuh untuk melakukan tes talents mapping ini. Setelah menjalaninya, aku semakin paham mengapa proses ini penting dan relevan untuk siapa pun.
Lima alasan Sobat Hamim perlu mempertimbangkan melakukan tes talents mapping, 

Pertama, pentingnya mengenal diri sendiri secara jujur

Sebagai orang dewasa yang telah menjadi orang tua. Seringkali kita sibuk bagaimana belajar tentang mengasuh anak yang baik. Namun seringkali, kita abai dengan mengasuh diri sendiri. Aku rasa inilah poin pentingnya Sobat Hamim. Talents mapping membantu kita memahami tentang bagian mana yang perlu dimaksimalkan, mana yang cukup dikelola, dan mana yang tidak perlu dipaksakan. Berperan sebagai apapun kelak, kita tahu memposisikan diri karena kita memahami diri kita sebelum memahami orang lain.

Pemahaman ini akan menjadi bekal bagi kita dalam menjadi manusia sebagai individu maupun di lingkungan sosial. Tak terkecuali dalam proses berpikir dan membuat keputusan. Kita akan jauh lebih tenang saat kita mengenal diri kita. Konon, siapa yang mengenal dirinya maka artinya ia mengenal Tuhannya.

Kedua, menghindari untuk mengukur diri berdasarkan standar orang lain

lima alasan perlu melakukan tes talents mapping
Yups!
Setiap orang itu unik, mereka membawa sifat bawaannya masing-masing. Sebagai orang tua, kita menyadari itu. Namun, tanpa sadar kita sering lupa bahwa diri kita pun unik sebagai individu. Atau sebaliknya, sebagai orang tua, kita sering khawatir anak “tidak sesuai standar”. Tanpa sadar, kita pun memperlakukan diri sendiri dengan cara yang sama.

Inilah peran dari hasil tes talents mapping. Talents mapping membantu kita untuk menyadari bahwa setiap orang, termasuk kita punya cara tumbuh yang berbeda. Memahami diri untuk lebih menghargai apa yang ada dalam dirinya.

Ketiga, mengusahakan jalan yang tepat agar lebih terarah

Ada orang yang kuat di detail, ada yang kuat di relasi, ada yang kuat di ide besar. Ketika kita terus-menerus berada di peran yang tidak selaras dengan kecenderungan diri, lelah akan terasa berlipat. Lelah ini lahir bukan dari salah jalan melainkan salah caranya, porsinya, dan posisinya.

Peran dari tes talents mapping ini adalah mengenal diri agar lebih adil pada diri, lebih realistis dengan batas, dan lebih bijak dalam mengambil peran. Seperti di awal tulisan ini, “Kenapa aku sering lelah, padahal aku mengerjakan hal-hal yang aku anggap penting?” Kesadaran ini memberi ruang bagiku untuk mengambil jeda dan akhirnya semakin mantap membuat keputusan setelah melakukan tes talents mapping.

Sesederhana itu sebenarnya Sobat Hamim!

Keempat, mengungkap potensi lain yang tidak bisa dilihat oleh diri sendiri

Bakat, potensi, talenta adalah sebuah keunggulan atau kekuatan bagi seseorang yang dikaitkan dengan hal-hal positif. 
Akan tetapi, kadang, kita butuh orang lain yang menunjukkan ke kita. Aku merasakan inilah peran dari talents mapping itu. Talenta tidak selalu berupa kemampuan yang mencolok. Banyak talenta hadir dalam bentuk ketekunan, kepekaan, konsistensi, dan kemampuan memahami orang lain. Talents mapping membantu menamai hal-hal yang selama ini kita anggap biasa, padahal itulah kekuatan kita.

Aku cukup “wow” saat melihat banyak juga bakatku ya. Tertulis ada 34 bakat yang terlihat dari yang terkuat hingga terlemah. Lalu, diurai dan dihubungkan kembali sehingga menjadi sebuah kategorisasi baru. “People Expert” adalah kesimpulan dari serangkaian bakat dominan yang aku miliki. Yups! Setelah aku renungkan ternyata sesuai.

Kelima, memperbaiki diri untuk menjalankan peran saat ini secara optimal

Perlu Sobat Hamim ketahui, tes talents mapping ini sejatinya tidak hanya untuk menyiapkan diri mencapai pekerjaan yang kita inginkan. Aku merasakan bahwa talents mapping bisa membantu kita mengoptimalkan diri kita menjalankan peran apapun kita saat ini.

Bagi seorang perempuan, sebagai istri dan ibu. Mengenal diri sendiri menjadi modal kita untuk lebih terarah dalam melakukan sesuatu di keseharian kita. Hal ini tentu perlu dukungan orang di sekitar juga. Setidaknya, kita bisa mengkomunikasikan itu dengan lebih mudah. Seringkali, seseorang berkonflik bukan karena “ingin” tapi dipicu oleh bakatnya yang tidak disadari namun muncul di kondisi yang tidak tepat.

Seperti bakat futuristic. Bakat ini membuat seseorang senang memikirkan berbagai kemungkinan dan membayangkan gambaran jangka panjang. Jika tidak dipahami dengan tepat, orang dengan bakat ini kerap dipersepsikan sebagai terlalu banyak berpikir atau overthinking. Padahal, justru di situlah kekuatannya. Pemilik bakat ini mampu mengantisipasi risiko dan menyusun perencanaan yang lebih matang.

Fyi, aku ternyata punya bakat dominan futuristic Sobat Hamim. Orang mengenalkan sebagai tipe orang   senang memikirkan perencanaan dan kemungkinan jangka panjang. Tapi kadang, kondisi ini  jika berlebih dalam berpikir bisa menjadi overthinking. Bersyukurnya, ternyata aku punya bakat deliberative. Kemampuan berpikir jangka panjang ini diimbangi dengan kemampuan mengantisipasi resiko. Kombinasi kedua bakat inilah yang  membuat aku seringkali dijadikan konspetor  bahkan dipercaya sebagai leader beberapa project.  Sebab bagi mereka, aku tipe orang yang bisa diandalkan  memeprtimbangkan banyak hal untuk masa depan,

Simple tapi tidak mudah jika tidak memahaminya dengan jujur. Nah, menurut pengalamanku, talents mapping relevan untuk siapa pun. Antara lain:
  • orang tua yang ingin memahami perannya dengan lebih sehat
  • mahasiswa yang masih mencari arah
  • profesional yang merasa stuck
  • pendidik dan pegiat komunitas yang ingin menjalankan perannya lebih optimal
  • atau siapa pun yang ingin berhenti sekadar “menjalani” tapi ingin memahami diri dengan lebih baik
Karena mengenal diri bukan soal profesi, tapi soal kesadaran dan kejujuran tentang diri sendiri.

Pengalaman Test Talents Mapping di Humana consulting

Panjang lebar penjelasanku di tulisan kali ini. Ada poin sederhana yang ingin aku sampaikan,  menurutku talents mapping bukan tes untuk menentukan siapa lebih unggul dari siapa. Ia lebih seperti peta diri, penunjuk bekal, alat bantu untuk mengenali kecenderungan alami yang sudah ada dalam diri kita.
Alih-alih fokus pada, “Kamu harus jadi ini.” Talents mapping membantu kita bertanya, “Bagaimana caraku bekerja, belajar, dan berperan dengan lebih selaras?”
Sebagai seseorang yang banyak bergelut dengan isu literasi dan pengasuhan, aku melihat talents mapping ini seperti membaca ulang diri sendiri, pelan-pelan, tanpa terburu-buru. Mengasuh anak membuatku kembali belajar mengasuh diri sendiri.

Nah, tes talents mapping yang kuikuti ini dijalankan oleh temanku. Keputusan pemilihan ini agar personal ya, karena aku lebih nyaman berinteraksi dengan orang kukenal. Eits, tapi ternyata di sini yang membuatku nyaman adalah prosesnya yang reflektif dan manusiawi. Alasan pribadiku dikuatkan oleh profesionalitas layanannya.

Prosesnya mudah dipahami dan diarahkan dengan ramah. Jelas tapi menenangkan. Hasilnya tidak dilepas begitu saja, kita akan di info hasil tes dan diberi waktu untuk sesi konsultasi. Di sesi inilah kita dibantu untuk dipahami sesuai konteks hidup masing-masing. Aku menuliskan ini bukan untuk mengajak semua orang ikut tes, tapi untuk berbagi pengalaman bahwa mengenal diri adalah proses yang layak diupayakan.

Dan, mungkin tempat test yang kupilih bisa jadi pertimbangan. Yups, namanya Humana consulting.

Sekilas Tentang Humana consulting

Perlu Sobat Hamim ketahui bahwa Humana consulting ini digagas oleh pasangan suami istri -Tri Krida Hartono Putro dan Humaira Fitriana- lho! Keduanya merupakan seorang pebisnis muda yang akhirnya terjun ke dunia praktisi talents mapping dan sudah melakukan coaching ratusan individu dan pasangan. Yups, kita simak sekilas tentang Humana consulting.

humana consulting tes talents mapping
Humana Consulting adalah jasa yang bergerak di bidang konsultasi berbasis bakat agar lebih produktif mencapai tujuan dalam karir, bisnis, maupun keharmonisan keluarga. Tak hanya menghadirkan layanan tes talents mapping. Ada beragam program layanan yang ditawarkan yaitu:

1. Konsultasi minat bakat dengan Tes Strength Typology (ST-30)

Tes berdasarkan pengakuan atas kompetensi dan minat yang juga dapat membantu individu untuk pengembangan diri, karir, bisnis dan pemilihan jurusan. Hasilnya tidak sedetil tes talents mapping namun bisa dijadikan rujukan membuat pilihan bagi seseorang agar sesuai bakatnya.

2. Coaching pernikahan dan keluarga

Program ini cukup variatif. Programnya di rancang untuk membersamai pasangan atau keluarga tumbuh harmonis, termasuk komunikasi pasangan, pola relasi, dan dinamika keluarga. Ada coaching privat baik secara individu sesuai peran maupun berpasangan. Salah satunya, Private Coaching seperti “Istri Tenang” .

Ada pula program konsultasi pernikahan, cocok nih buat Sobat Hamim yang mau menggenapkan agama sebaiknya bisa ambil program ini.

3. Program  pengenalan dan pengembangan diri

Ada program self development coaching dan counseling agar bisa mengenal diri lebih jauh dan terarah. Cocok banget buat kamu yang saat ini usia remaja atau usia 20-an. Individu dengan usia 20-an tahun termasuk dalam tahap dewasa awal, yaitu fase kehidupan yang krusial karena dipenuhi berbagai keputusan penting yang membentuk arah hidup ke depan. Karena banyaknya pilihan dan tuntutan, fase dewasa awal sering disertai kebingungan, keraguan, bahkan kelelahan. Jadi, menurutku, mengenal diri dalam hal ini potensi dan kecenderungan pribadi menjadi bekal penting agar keputusan yang diambil lebih sadar dan selaras dengan diri sendiri.

Ada program eksklusif mentorship hingga teman curhat yang testiomoni bikin meleleh karena sehangat itu kita dipahami sebagai diri kita sendiri. Serta beragam kolaborasi yang sudah dilakukan Humana Consulting dengan berbagai pihak.

Fyi, Humana consulting ini berlokasi di Kediri. Namun, tenang saja ya Sobat Hamim karena pelayanannya bisa dilakukan secara online. Akupun begitu. Mode layanan ini dibuat senyaman dan sefleksibel mungkin bagi kliennya. Prinsipnya adalah Humana Consulting hadir untuk mendengar dan membantu kamu mengenal kekuatan diri untuk lebih produktif mencapai tujuan dalam bisnis, karir, dan keluarga dengan Talents Mapping.

Jika ingin tahu lebih detail tentang Humana Consulting langsung aja klik web Humana Consulting ya! Atau kepoin juga media sosial kedua ownernya.

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Mengenali Diri Lebih Jujur, Sekarang Saatnya!

“Who looks outside, dreams; who looks inside, awakes.”
— Carl Jung
Carl Jung dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam psikologi kepribadian dan sering disebut sebagai bapak psikologi analitik, dengan kontribusi besar dalam memahami tipe kepribadian dan dinamika kepribadian manusia. Aku sering mendengar namanya ketika di bangku kuliah dan buku-buku psikologi. Namun setelah menjalani tes talents mapping, aku merasakan bahwa seperti inilah mungkin nuansa yang diharapkan oleh perjalanan Jung.

Sobat Hamim, jika akhir-akhir ini kamu sering merasa lelah tanpa tahu sebabnya atau merasa sudah berusaha tapi tetap ragu pada diri sendiri. Aku sarankan untuk mengambil jeda. Mari merenung sejenak, mungkin bukan karena kamu kurang mampu. Mungkin kamu hanya belum benar-benar mengenal caramu bekerja dan bertumbuh.

Mengenal diri bukan tentang menjadi versi ideal orang lain. Akan tetapi, tentang berhenti memaksakan diri dan mulai berjalan dengan lebih selaras. Memaknai apa yang dianugerahkan Tuhan pada kita. Sebagai muslim, aku percaya bahwa Allah menciptakan makhluknya dengan luar biasa dan pasti ada maksudnya. Tugas kita adalah mengoptimalkannya.

Jika suatu hari kamu ingin memetakan potensi dirimu dengan lebih jujur, aku percaya proses yang tepat bisa menjadi awal yang baik. Talents mapping adalah proses mengenali cara terbaik diri kita bekerja dan bertumbuh. Bukan untuk mengubah diri atau membentukmu menjadi sosok baru yang lain, bukan! Tapi talents mapping memberi ruang untuk memahami diri kita dengan lebih jujur. Coba konsultasi dulu deh ke Humana Consulting ^_^

“The curious paradox is that when I accept myself just as I am, then I can change.”
-Carl Rogers
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar