=Hamimeha

13 Panduan Ramadan di Tengah Covid-19

34 komentar



Ramadan 1443 H tinggal menghitung hari. Insya Allah, 13 hari lagi kita akan memasuki bulan mulia yang di tunggu-tunggu. Sayangnya, kita harus menelan pil pahit bahwa pandemi karena  wabah virus asal Wuhan ini belum juga berakhir. Kenyataannya, kasus positif semakin meningkat bahkan diprediksi Indonesia memasuki second wave. Namun jangan berhenti berdoa dan mengharap agar pandemi segera terlewati. Aamiin.


Nah, dalam hal ini semoga tidak mengurangi khidmatnya menjalankan ibadah rukun islam ke-3 ini ya. Kali ini aku ingin berbagi tips nih, agar bulan Ramadan masih tetap menjadi momen bermakna dari tahun ke tahun. 

Inilah 13 panduan Ramadan di tengah COVID-19.

1. Rasakan kemeriahan menyambut Ramadan dengan membuat acara tarhib di rumah. Tahukan tarhib?
Tarhib artinya sambutan, jika disandingkan dengan Ramadan maka berarti sambutan untuk bulan Ramadan. Ibarat ada tamu agung maka suka cita akan hadirnya kita rayakan dengan genggap gempita.

Bagaimana caranya tarhib?

Sebenarnya apapun bisa kita lakukan. Tujuan tarhib ini adalah menunjukkan rasa bahagia akan hadirnya Ramadan. Semacam perayaan 17 Agustus. Misal, kita buat hiasan di rumah, agar saat Ramadan makin semangat atau melakukan aktivitas sosial misal berbagi dengan tetangga atau panti asuahan disertai dengan ucapan selamat menyambut Ramadan.

Intinya, kita seneng yang diungkapkan hehhe. Begitu sih. Berbagai journal aktivitas Ramadan. Gratis! Ini juga bisa menjadi media syiar dan membantu agar orang-orang Ramadannya lebih terencana. Asyikkan?!

Masih adakah pertanyaan mengapa harus bergembira dengan hadirnya bulan Ramadan?

Pertama baca deh ini,

“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).

Kedua baca hadits ini,

Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”
[HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arna’uth dalam Takhrijul Musnad (8991)]

Jelas bangetkan, kok bisa gembira dengan tamu istimewa?


Tapi jangan karena kedua dalil di atas kita maksa-maksain bahagia padahal di hati sebaliknya. Big No! Setidaknya hayukslah pakai nurani kita dan temukan alasan yang banyak kamu bahagia Ramadan tiba. 

Bulan sale pahala besar-besaran, di mana kebaikan dilipat gandakan. Hayoo senang tidak?

2. Melunasi hutang puasa.

Nah, nah, mumpung masih ada waktu bagi yang masih ada hutang puasa maka sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Apalagi jika tidak dalam kondisi darurat atau udzur syar'i. Bagaimanapun hutang itu bikin gak tenang, betul tidak? Hehehe. 

3. Bersihkan lingkungan di sekitar kita khususnya rumah.

Sebab tahun ini kita akan melaksanakan aktivitas Ramadan di rumah saja. Maka membuat suasana rumah senyaman mungkin akan memotivasi kita untuk terus beribadah. Khususnya area untuk ritual ibadah, seperti sholat dan tilawah. Mungkin dapur dan area makan juga bisa kita bereskan, rapikan dan dihias sedikit agar semangat saat sahur dan berbuka. Tetap menyenangkan bukan?

4. Atur jadwal kembali. Sebutlah sebagai Ramadan planning. Bagi kamu yang bekerja di kantor (WFO) maka bisa mungkin mengajukan usulan untuk WFH atau pulang lebih awal. Jika ingin mengkondisikan anak-anak yang baru berpuasa maka bisa kita aturkan jadwal aktivitas mereka selama Ramadan.

5. Mulai stok bahan makanan yang digunakan selama bukan Ramadan. Agar kita tidak sibuk dengan persiapan makan dan lebih maksimal mengisinya dengan ibadah-ibadah yang lain. Termasuk sudah mulai menyiapkan kue lebaran, karena meski bukan sebuah ibadah wajib namun kehadiran pernak-pernik Ramadan dan lebaran cukup menyita perhatian kita ketika menjalankan puasa. Nah, kita minimalisir itu semua agar Ramadan lebih optimal.

6. Persiapan hadiah-hadiah lebaran dari awal. Meskipun pandemi dibatasi dalam hal kunjungan ketika lebaran. Namun tradisi memberi hadiah saat momen Idul Fitri masih boleh tetap dilakukan. Nah, hal ini bisa kita siapkan sebelum memasuki Ramadan. Saat Ramadan tiba kita tidak perlu sibuk mengurusi hal tersebut.

7. Persiapan fisik. Nah, seharusnya memang selain puasa untuk melunasi hutang puasa bisa juga mulai membiasakan puasa sunnah. Hal inipun dilakukan oleh para sahabat dua bulan sebelum Ramadan. Mereka memperbanyak ibadah salah satunya adalah memperbanyak puasa. Termasuk mengatur jadwal tidur yang bisa disesuaikan dengan aktivitas puasa seperti waktu sahur.

8. Mengatur jadwal olahraga dan pilihan olahraga yang sesuai. Meski Ramadan namun upayakan tetap dalam kondisi bugar ya?! Apalagi masih masa pandemi seperti ini, jika kamu sudah biasa olahraga rutin sebaiknya jangan langsung dihentikan. Melainkan bisa mengurangi alokasi waktu dan pilihan alternatif olahraga yang sesuai.

9. Persiapkan harta terbaik untuk zakat. Baik itu zakat fitrah, zakat mal, ataupun sedekah dan infaq lainnya. Bisa melakukan financial planning khusus Ramadan.

10. Saat Ramadan biasanya kita sholat tarawih berjamaah. Maka di kondisi pandemi seperti ini sebaiknya sholat tarawih berjamaah di rumah. Ajak anggota keluarga untuk sholat bersama. Agar nuansa Ramadan tetap terasa meski di rumah saja. Hal ini berlaku pula untuk sholat jamaah yang lain seperti sholat Idul Fitri.


11. Tahan untuk melakukan sahur dan buka bareng. Memang kita kehilangan momen ini sejak satu tahun lalu. Namun dengan masih meningkatnya kasus terinfeksi Covid-19 maka pilihan sahur dan buka bareng perlu dipertimbangkan kembali. Meskipun mematuhi protokol kesehatan, jika bisa dihindari membuat kerumunan lebih baik.

12. Sebaiknya menahan diri untuk tidak iktikaf di masjid jika di rasa masih rawan. Karena masjid masih dalam kategori tempat umum sebaiknya dihindari. Jika ada mushola khusus keluarga maka bisa kita lakukan iktikaf secara pribadi di tempat tersebut.

13. Memininalisir kunjungan ke banyak pihak ketika lebaran. Nah, agaknya ini momen puncak yang direbut juga tahun lalu. Kita sudah menahan adanya rutinitas mudik sejak tahun lalu. Lebaran di rumah saja. Mungkin belajar dari pengalaman tahun laku, kita bisa menyiapkan pertemuan virtual untuk tetap menjaga momen kebersamaan selama Idul Fitri.

Intinya, Ramadan dan momen sakral Idul Fitri akan tetap terasa bermakna karena niat dan kesungguhan dalam hati kita. Bagaimanapun kita menjalankan aktivitas Ramadan di tahun 2021 ini, sebenarnya secara ritual sama. Sahur, buka, sholat tarawih, memperbanyak tilawah, dzikir membayar zakat dan melipat gandakan sedekah dan puncaknya adalah Idul Fitri sebagai momen saling memaafkan.

Dari serangkaian aktivitas tersebut yang sedikit hilang adalah momen kumpul-kumpulnya. Yangmana aktivitas berkumpul ini adalah salah satu yang harus dihindari untuk menekan laju penyebaran virus COVID-19. Apalagi sampai menciptakan kluster baru. Naudzubillah.

Maka mari kita renungi hakikat Ramadan itu sendiri. Ramadan adalah bulan di mana kita sangat dekat dengan Allah atas ibadah-ibadah yang kita lakukan. Maka mari kita maksimalkan itu meski di rumah saja.

Poin yang tak kalah penting dan utama adalah senantiasa upgrade ilmu keagamaan kita. Bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik pasca Ramadan. Bagaimana menjalankan Ramadan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya berbekal ilmu dan pemahaman yang baik.

Melalui apa?

1. Baca buku. Buku masih bisa diandalkan sebagai guru bagi kita meski dalam bentuk satu arah. Namun setidaknya buku jauh kebih valid isinya daripada artikel yang kita temukan di internet tanpa sumber.

2. Menyimak kajian dari ahli ilmu, tak harus hadir di majelis yang menimbulkan kerumuman. Bisa melalui yuotube atau  kajian di webinar. Memang berbeda rasanya bisa hadir langsung di majelis ilmu. Tapi sabar-sabarin dulu ya.

3. Diskusi dan sharing antar teman yang dianggap lebih memiliki kompetensi di hal agama. Nah, hal ini bisa kita lakukan by phone ataupun media sosial yang menghubungkan kalian berdua tanpa harus bertatap muka.

4. Boleh berselancar di mesin pencarian. Asal tetap memperhatikan artikel tersebut bisa dipertanggungjawabkan isinya. Sebagaimana aku sampaikan di poin no 1. Atau setidaknya minimal kamu tahu web itu milik siapa. 


Nah itulah sedikit ulasan 13 panduan Ramadan di tengah pandemi muai dari persiapan hingga lebaran.

Semoga bermanfaat!
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

There is no other posts in this category.

34 komentar

  1. Wahh aasyik jugaa yaa menyambut bulan ramadhan dengan Tarhib.
    Aku biasanya penyambutannya cuma dengan bersih2 rumah, yang biasanya cuma nyampu dan ngepel, saat menyambut ramadhan jadi lebih bersih2 secara menyeluruh, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren keren..itu aja udah kece lho kak. Emang gitukan kalau mau nyambut tamu.

      Hapus
  2. sebentar lagi kita ketemu lagi di bulan penuh berkah ya mbak, bersama pandemi ini jadi ramadan kedua. Terimakasih tipsnya mbak hamim, semoga tetap semangat beribadah yaa..aamiin

    BalasHapus
  3. Hal-hal yang sangat dirindukan adalah kegiatan di dalam ibadah puasa. MasyaAllah jadi semangat dengan membaca persiapan ini 😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat menyambut ramadan dengan suka cita

      Hapus
  4. Bener ihh MasyaAllah tips tipsnya aku bangettt. Terimakasih remindernya mbaa. Ngga kerasa yaaa udah setahun pandemi dan ini tahun kedua Ramadan di tengah pandemi 😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes nulia gini ngereminder diri sendiri

      Hapus
  5. Sebetulnya rindu banget yang namanya ke masjid, saur bareng, ngabuburit dan segala hal khas Ramadhan. Vibesnya beda aja. Tapi sadar pandemi masih berlangsung. Tips ini akan dibutuhkan banget sih sama semuanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah semoga selalu bermanfaat yaa kak

      Hapus
  6. Bener. Persiapan makanan itu penting supaya gak gupek apalagi saat sahur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha iya.. nguras energikan ya harus mikir tiap mau buka sama sahur.

      Hapus
  7. Wahh iya ya, enaknya buat planning juga tentang apa apa saja yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan biar jadi berkesan dan semangat menjalankan ibadahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tul. Apalagi kalau bikinnya serumah. Jadi lebih terkonedisi dan semangt kan

      Hapus
  8. kayanya lebaran tahun ini masih disini aja gak pulang kampung , tarawehan juga sama. sedih banget iih udah tahun kedua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhu...sedih ya blum bisa mudik hika

      Hapus
  9. rencana aku juga mau bikin ramadhan planning nih, tapi sedang galau pengen pulang ramadhan kali ini, tinggalnya cuma berdua doank sama anak soalnya nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ramadan planning jadi salah satu sarana mengalihkan perhatian bahwa sejatinya kita masih dikepung virus

      Hapus
  10. Duh, jadi kangen i'tikaf. Padahal seru banget i'tikaf pas ramadhan itu. Sedih, sudah mau 2x ramadhan nggak bisa i'tikaf.

    Makasih mbak pengingatnya, aku belum bersih2 rumah skala besar nih. Biasanya H-3 baru dikerjain hehe.

    BalasHapus
  11. "Senantiasa upgrade ilmu keagamaan kita", terima kasih untuk pengingatnya Kak 🙏

    BalasHapus
  12. Allhamdulillahnya akses belajar sekaang bisa via internet ya mbak, kajian ceramah, dan lain sebagainya. Semoga ramadhan kali in lebih baik aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak..perkembangan teknologi memudahkan tapi juga ada .....

      Hapus
  13. Serasa diingatkan oleh tulisan ini. Walaupun ramadan kita tetap sadar masih musim virus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mbak alhamdulillah emang niat bikimnnya kayak gitu

      Hapus
  14. Tarhib di rumah, Ramadan planning dan meal planning buat sahur dan buka di bulan puasa nanti bisa jadi kegiatan yg mengasyikkan ya Mbak Hamim.

    Nice share, makasih. Salam akrab dari Mia - KLIP

    BalasHapus
  15. Nggak kerasa ya mba, tinggal dua minggu aja nih habis itu Lebaran. Kayaknya bakal nerapin info dari mba Hamim deh, mau bener2 fokus memaksimalkan Ramadhan dan Lebaran meski pandemi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes. Ayoo mbak semangat sambut Ramadan

      Hapus
  16. Udah mau ramadan aja, utang puasaku masih 4 lagi

    BalasHapus
  17. tipsnya sangat bermanfaat mba, di masa pandemi gini memang kita ga bisa bebas lagi bukber atau sahur on the road gitu, untuk kebaikan bersama

    BalasHapus
  18. sedih klo ngomongin ramadhan, pdahl harusnya disambut suka cita ya,,, hiks aku kangen org tua,, aku kangen mudikkk

    BalasHapus

Posting Komentar