=Hamimeha

5 Alasan Bertahan Ngeblog

22 komentar




Setengah tahun yang lalu, aku akhirnya memulai untuk nulis melalui platform bernama blog. Sebuah laman yang sebenarnya tidak asing. Aku tahu blog sejak 2012 hanya saja sebagai bentuk pelampiasan membuang sampah hahaha. Menyedihkan ya?!

Kemudian aku coba buka lagi tulisan-tulisan lamaku. Ah, sereceh itu ya. Meski gak selalu berisi kegalauanku ya, tapi adalah karya berupa tulisan fiksi seperti cerbung. Yangmana jika dibaca lagi "aku bisa ya nulis fiksi hahaha."

Selebihnya tulisan curcol gak jelas. Ada tips-tips juga sih tapi gak begitu penting dan hasil copas. Statistiknya? Mana peduli. Kan hanya sebagai tempat sampah. Membuang kekesalan melalui tulisan alih-alih menyalurkan hobi. Sangat memalukan!

Akhirnya?
Aku tutup alamatnya. Berawal dari dorongan investor utamaku (partner hidup). Dia kekeh buat membelikanku domain. Dari mulai bayarin hingga jadi. Dan aku tinggal memamerkan. Hei dunia, aku punya blog lho. Namanya "www.hamimeha.com".

Bangga?

Oh no! Aku bahkan merasa ini sebuah tanggung jawab. Suamiku memberi tanggung jawab agar aku merawat blog itu, semangat untuk produktif nulis dan tentunya progres-progres lain. Apakah doi menuntut sebanyak itu? Tidak sama sekali. Itu hanya bentuk tanggung jawabku. Dia mah santai aja, ia hanya ingin aku berkembang dan terfasilitasi. Sebaik itu hehehehe.. terima kasih dari hatiku terdalam.

Selanjutnya?
Apakah aku sudah produktif? Blogku tenar dan berisi hal-hal yang bisa mendongkrak data statistiknya. Jelas belumlah. Apalagi moody banget kan si akunya ini. Beruntung aku masih bisa membuat komitmen buat nulis artikel min. 2 lah setiap bulannya. Dan alhamdulillah berhasil.

Lalu aku mau cerita apa sih?

Hahaha, maafkan ya pembaca. Ada hal-hal yang akhirnya aku bertahan menulis dan mengisi blogku dengan banyak catatan. Apakah itu?


Ini 5 Alasan Bertahan Ngeblog Ala Aku 

1. Pertanggungjawaban


Ini sudah aku sampaikan di awal ya. Sejujurnya aku tipe orang yang agak canggung atas bantuan orang lain. Pun dia suamiku sendiri. Terbiasa hidup mandiri membuatku menata semua sendiri dengan usaha dan pencapaian yang aku buat sendiri.

Namun karena domain ini dibayarin. Akhirnya aku merasa bersalah jika tidak memberikan progres yang baik bukan? Meski doi tak meminta itu. Tapi ada perasaan lega saat aku bisa melaporkan, "Lihat blogku, ini tulisan terbaruku". Meski di jawab hanya dengan senyum atau kokentar singkat khas dia. Hahahaha.

Dunianku ribet amat ya, tapi begitulah!

2. Branding diri

Hahahahha, gak jelas banget ya. Apa pula yang aku punya hingga orang mau mengenalku.

Setelah aku pikir-pikir, sejatinya orang akan mengenal kita kalau kita juga show off dihadapan mereka dalam bentuk apapun yang kita bisa. Saat ini menulis adalah caraku menunjukkan ke dunia. Ada aku, yang hanya perempuan biasa yang ingin berbagi sedikit yang dia punga. Ilmu.

Ya, mungkin kusebut itu alasan terkeren yang bisa aku banggakan. Aku ingin berbagi lewat tulisan. Di era digital seperti ini, tentu memanfaatkan kemajuan teknologi adalah cara kita bertahan untuk berada di tengah masayarkat milenial.

3. Mengasah skill melalui kompetisi

Berjiwa kompetitif membuat aku harus berada di medan pertempuran. Karena inilah salah satu caraku agar tetap bergerak. Dominasi karakter sanguinis membuatku agak "bar-bar dan semau gue".

Maka membuat komitmen pada diri sendiri menulis blog hasil dibayarin inilah yang membuatku melangkah hingga sejauh ini.

Apalagi ternyata lomba blog itu hadiahnya lumayan lho hehehe. Karena kompetisi memaksa kita untuk memberikan persembahan terbaim dari tulisan kita. Maka ini memaksaku untuk membaca banyak referensi, menulis seapik mungkin, menjelaskan serunut dan mengeja apa yang diinginkan oleh penyelenggara di kompetisi ini.

Wah, wah menegangkan sekaligus menyenangkan. Tantangan ini memang hanya bisa dilakukan oleh tipe korelis pada umumnya. Salah satunya aku.

Apakah aku sudah menang dari semua kompetisi yang aku ikuti? Hahahah, jelaslah belum. Baru juga mulai. Aku akhirnya menchallenge diriku ikut lomba blog di awal tahun 2021. Dan kalah pula😆.

Sedih? Iyalah. Tapi setidaknya aku sudah berani melawan rasa takut pada diriku. Artinya aku menang atas perasaan negatif dalam diriku. Selamat!

4. Adanya inspirasi

Ya, kita tahulah motivasi itu sangat kita butuhkan apalagi di saat kita berada di titik lemah kita bukan? Untuk dunia perblog-an ini sejujurnya aku bersyukur bertemu dengan blog mbak Maritaningtyas. Aku mengenal nama beliau karena menjadi salah satu juara blog Lets Read.

Kemudian tanganku tergerak menjelajah blog beliau hingga bertemulah dengan blogspedia. Di saat aku membutuhkan mentor di dunia perblogan. Maka blog inilah yang menjadi panduan buat aku belajar. Meski belum habis kubaca semua.

Eits, tapi aku ada sesi khusus tentang blogspedia ya. Jadi tak kubahas di sini.

Nah, selain blogspedia. Ada lagi blog yang membuat aku semakin bersemangat menulis.

Blog apa itu?

Jelas. Karena minatku tentang kepenulisan maka yang aku ikuti adalah blog-blog kepenulisan. Sayangnya, ternyata blog ini gado-gado hahaha. Apakah aku kecewa? Alhamdulillah tidak. Aku beruntung dan bersyukur. Lagi-lagi, aku punya coach hanya melalui tulisan. Ah tak terbayang pahala dari amal jariyah yang beliau lakukan melalui tulisan.

Melalui tulisan para blogger yang tak pelit ilmu. Membuat kami para pemula jadi seakan menemukan guru tanpa harus membayar mahal. Tanpa harus bertemu langsung dangan keterbatasan ruang dan waktu. Tapi asal ada jaringan internet dimanapun dan kapanpun kami bisa langsung berselancar di blognya. Menyerap semua ilmu yang mereka tulis.


Blog ini berisi tentang kepenulisan, agama, tips-tips keseharian dan tentunya karya-karya beliau. Bahasanya ringan tapi berbobot. Satu lagi, jujur! Entah ya, tampilan tulisan yang apa adanya itu membuat aku jatuh hati pada blog itu. Dan secara tak sadar membuat aku terbuai mengklik tulisan-tulisan lain. Selalu mendapatkan insight baru tiap membacanya. Khususnya bab kepenulisan.

Aku yang mengklaim diri gak bisa nulis fiksi. Karena tulisan beliaulah, membaca makalah menulis cerpen yang ia posting dan aku baca. Membuatku jadi berani menulis fiksi lagi. Ah, senangnya! Apakah beliau tahu? Entahlah. Mungkin aku hanya 1 dari sekian orang yang menelusuri tulisan-tuliaan beliau.

Tag line,

 "Berbagi, lalu memberi arti". 

Sepertinya pas dengan karakter tulisan yang beliau posting di blognya. Sederhana dan tidak menggurui meski sarat akan ilmu. Ah, apakah kelak aku bisa membuat blog sekeren itu ya?


Aamiin. Semoga😊


Eh aku belum menyebutkan alamatnya ya.


Di sini lho...yuks langsung meluncur.



5. Upaya pengembangan diri

Sejujurnya, ini adalah bentuk aktualisasi diri sih. Aku menemukan menulis adalah bagian dari duniaku. Bahkan bisa dibilang ini passion menghasilkan untukku.

Aku senang, menikmati dan lagi menghasilkan. Hahahah. Bukankah prinsip ini penting agar kita bisa menjalani hari-hari kita yang melelahkan tetap menggairahkan. Prinsip rockstar dari buku your career is not your job membuka pikiranku.

Bahwa passion itu bukan sekedar senang-senang lalu lupa bahwa kita juga harus berjuang membuat dapur tetap mengepul. Nah tahu maksudnya kan?

Aku menulis, aku menikmatinya, dan aku mendapat sesuatu yaitu materi. Terlepas kepuasan, kebanggaan dan rasa nyaman. Kita tak perlu munafik bahwa bagaimanapun hal-hal yang bisa membuahkan rupiah itu menyenangkan. Sekaan eksistensi diri kita diakui.

Bagaimana kita bisa dibayar jika kita tak melakukan sesuatu yang bisa dijual bukan? Nah, inilah alasan terakhirku.

Sebutlah strongth why yang kesekian agar aku bisa mengaktuliasi diriku. Nah lima alasan bertahan ngeblog di sering aku jadikan media refleksi kalo-kalo lagi malasnya menyerang hehe.

Terima kasih kepada para blogger-blogger yang sudah lebih dulu maju ke medan laga. Melalui komunitas kalianlah aku jadi tertular semangat 😆. Menghasilkan cuan melalui tulisan. Asyik!

Kalau kamu?
Punya blog favorite yang menginspirasi.
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

22 komentar

  1. Waaaah senangnya ada dukungan full untuk ngeblob ya, kak. Tidak semua seperti kakaknya, lho. Btw... aku setuju banget dengan bagian mengasah skill untuk kompetisi, alih-alih sebagai sarana terus belajar dan manfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHA iya kak, alhamdulillah slaing support sih kak. udah jadi komitmen di awal saling bertumbuh. kalo kompetisi modus aku aja biar terus berkembang dan tertantang

      Hapus
  2. Wah dihadiahin blog sama suami, seneng tapi jadi beban juga ya kalau dianggurin.

    Kalau pengalaman dari beberapa temen saya, banyak yg blognya disatuin habis mereka nikah (yg sesama blogger). Mungkin suaminya juga bisa tuh diajak ngeblog juga hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh gitu hehehe, si doi malah terinspirasi buat. ngeblog lagi gara2 liat aku makin asyik dg blog haha

      Hapus
  3. Semangat selalu untuk menulis dan mengembangkan Blognya kak, niat mulia untuk berbagi ilmu Inssya Allah membawa keberkahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya robbal alamin ..iya mbak tantanagn kalo nichenya gado-gado gini adalah kadang gak konsisten nulis di bidang tertentu

      Hapus
  4. Walaupun aku tipe yang jarang bahkan hampir tidak pernah mengikuti lomba blog, tapi aku sepakat kompetisi salah satu cara untuk mengasah kemampuan menulis kita.

    Sekarang lebih senang menulis untuk orang lain/situs lain karena itu juga bisa menjadi tantangan. Setidaknya kita pun harus paham dengan kriteria yang dibutuhkan, dan kalau lolos ada kesenangan tersendiri, karena setidaknya menulis untuk orang/situs lain sudah melalui proses editing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini mah udah keren, artinya sudah tervalidasi kalo tylisan kakak keren makanya banyak yang minat diisin sama tulisan kakak. nah aku harus membuktikan direi dulu nih salah satunya lewat kompetisi ini

      Hapus
  5. "Terbiasa hidup mandiri membuatku menata semua sendiri dengan usaha dan pencapaian yang aku buat sendiri" kalimat di bagian pertanggung jawaban ini aku merasa kalau ini adalah aku😅

    Rasanya senang ya mba kalo ada suami yang support kita terus.

    Dan saya salut sih.
    Dan ke-5 point yang mba tulis memang betul. Saya juga masih dalam proses mengembangkan blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha tos virtual yuks mbak.

      sebab itulah yng benar2 aku jalani sebelum menikah sejak masih piyik. jadi kalo skrg mulai mersa bergantung ma ssuami langsung mikir ayoo bisa kok dikerjain sedniri meski si doi biasa aja seneng malah kalo dimintai tolong sama istrinya yg cerewet ini

      Hapus
  6. Tanggung jawab, kalau sudah blognya TLD jadi berasa ada beban dan tanggung jawab, kalau gak ngeblog sayang aja uang yg dipakai beli domain hehe itu sya sih kak. Tapi bener jga kak setelah ikut komunitas2 jadi semakin terpacu buat bisa berpenghasilan lewat blog seperti senior2.. semangat buat kita kita yang masih pemula💪

    Dan kalau blog yg menginspirasi sya ada dua blog. Dari blogger perempuannya itu celotehdinihari(dot)com karena gaya tulisannya simple dan panutan supaya semakin semangat belajar ngeblog biar bisa berpenghasilan dari content placement. Nah kalau blogger laki lakinya mastimon(dot)com , panutan buat main blog secara bersih sampai berpenghasilan jutaan dari adsense

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih mbak diyanti aku mampir blognya nulis ttg seo friendly itu materi mbak rini keren ah, bis amengikat ilmu lewat tulisan gitu gercep

      Hapus
  7. Semuanya alasan untuk tetap ngeblog benar juga adanya, tapi bagi saya, alasan untuk tetap ngeblog adalah agar kepala tetap waras, dan saya punya kesempatan untuk menumpahkan segala pikiran dan keluh kesah saya via tulisan, baik dengan cara dibuat cerita atau menulis semuanya apa adanya.

    Ya sebenarnya ngeblog itu bisa juga disebut CURHAT DENGAN GAYA. karena tidak banyak orang yang melakukannya, selain itu ngeblog juga bisa mendapatkan kawan baru, Ilmu baru, lewat kompetisi ataupun lewat komunitas Blogger.

    Ngeblog itu banyak sekali manfaatnya, hanya saja budaya di negeri ini lebih suka menonton secara audio visual dibanding dengan tulisan.

    Jadi jangan heran, jika youtuber begitu digandrungi oleh anak muda jaman sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul betul betul.. sepakat menjaga kewarasan inipun yang aku lakukan kok kak setelah ersign rasanya kenpaa waktu jadi banyak banget dulu mah 24 jam kurang waktu sama anak juga singkat banget nah ngeblog mmebuat aku jadi enteng sebab menghabiskan jatah kataku yang 200000 kata katanya hehhe

      Hapus
  8. Bagus banget nih, tapi sekarang kebanyakan blogger-blogger baru tujuannya itu dapet duit dari adsence, jadi miris sih kalo tujuannya hanya untuk adsence.
    Padahalkan point positif menjadi bloger seperti yang hamimeha jelaskan diatas salahsatunya sebagai upaya pengembangan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. inilah aku ingin menguatkan strongwhy ku kak. biar aku gak mudah patah semangat geegra g dapat uang dari ngeblog ini/. kalo dapat alhamdulillah itu bonus buat aku biar bisa bayar domain hehee

      Hapus
  9. Poin 1 relate bgt sama aku mbak, sama2 dibayarin jg sama suami utk biaya doimainnya, haha. Jadi kyk ada tanggung jwb gt ya buat rajin ngeblog. Aplg kdg suamiku diem2 buka blogku, agak gak enak klo ternyata blognya gak ada perkemabangan, haha.
    Btw salam kenal ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. whahahahha ada yang senasib nih. aku waktu otak atik template juga dibantu suami mbak kalo g bisa puyeng hihihi alhamdulillah ya

      Hapus
  10. Semangat terus mba nge-blog ya! Aku sempet lama gak ngeblog tahun 2019 karena sibuk banget kerjaan, terus blog juga eror, pusing banget sampai harus ganti tema baru hua. Tahun 2021 mau konsisten ngisi blog hahahaha amin!

    BalasHapus
  11. Blog aku pun gak jelas dari dulu karena asal nulis aja, gak diurusin. Baru mulai diurusin awal tahun ini sampai beli domain juga dan harus mulai dari nol, padahal kalau dipikir2 mulainya tuh udah dari lama bgt tapi jadi gak bisa diitung karena gak diseriusin haha. Ayo semangat nulis Kakk!

    BalasHapus
  12. Sama banget kak, saya dulu ngeblog bebas banget, gak mikirin statistik. Tulisannya pun acak-acaknya. Komposisi tulisan dan gambar gak seimbang.

    Berjalannya waktu, makin memperbaiki diri setelah ketemu blog-blog yang keren. Dan semakin belajar lagi setelah ikut lomba blog dan ada tawaran kerja sama.

    Setuju sih sama 5 alasan di atas. Tapi poin nomor satu, pertanggung jawaban karena domain pake duit sendiri. hehe. Enak yah kak, disemangati sama pasangan.

    BalasHapus
  13. semangat terus mba. Menulis itu menurut saya adalah komitmen. Kalau sudah hobi mengerjakan akan lebih mudah

    BalasHapus

Posting Komentar