Perjalanan yang Berkesan


Akhir 2015, tak menyangka akhirnya bisa honeymoon tipis-tipis versi kami. Iya, kami berdua yang baru saja halal di akhir Mei 2015. Lho kok baru 6 bulan honeymoonnya? Karena banyak faktor sih hehhe.

Singkat cerita, mengisi waktu libur di akhir tahun plus sebagai sarana mengenal lebih jauh pribadi kami masing-masing. Maka diputuskanlah melakukan petualangan ke area Selatan. Pasangan baru pula, maka perjalanan berdua tentu menjadi momen paling oke. Di titik ini aku bersyukur bahwa Allah belum menganugerahkan kami buah hati.

Nah, sesama jiwa petualang. Kami memutuskan untuk menggunakan motor menuju tujuan kami. Kok motor sih? Romantislah kan bisa lebih deketan hwkakaka. Alias belum ada mobil selain itu lebih leluasa meliuk di jalanan. Ditambah lagi jalanan ke Malang yang menantang tentu akan menjadi perjalanan yang berkesan bagi kami.

Sayangnya, kami merasa perjalan kami ini agaknya tak sesuai rencana. Karena kurangnya persiapan dan sedikitnya referensi dari masing-masing kami. Maka dalam hal ini aku coba menulis 5 hal yang perlu diwaspadai saat perjalanan:

1. Pastikan fisik dan mental dalam kondisi fit. Apalagi jika menggunakan kendaraan yang sifatnya menantang, misal motoran seperti kami saat itu.

2. Pastikan membawa kotak P3K, paling tidak obat-obatan yang memang harus ada untuk mengantispasi sakit yang pernah di derita masing-masing. Nah, ini aku mengalami banget. Saking asyik dan excitednya dengan perjalanan. Kami agak lupa dengan makan yang harusnya tepat waktu. Aku khususnya, karena salah makan dan kecapekan. Dasarnya punya magh akut, akhirnya membuat sakit tersbut kambuh. Payahnya, kami kelupaan membawa obat yang wajib ada di tas yakni obat asam lambung. Nah, pentingnya ya periksa kembali sebelum berangkat. Jangan tergesa-gesa.

3. Bikin jadwal yang terencana. Mungkin agak kaku tapi ini bisa mengkondisikan kita agar tidak lupa waktu. Meski ini sifatnya perjalanan pribadi. Tetap harus dibuat timeline agar lebih teratur.

4. Carilah referensi yang banyak dan valid. Nah, inilah kesalahan yang kami lakukan. Minim referensi banget. Asal berangkat saja. Sehingga membuat kami agak kurang paham dengan destinasi yang kami tuju. Kurang mengenal medan bahkan sempat bingung mau menentukan makan di mana. Apalagi sebagai tipe pemilih untuk aku hal ini sangat berpengaruh. Menyesalkah waktu itu? Iya banget. Minimnya referensi membuat kami jadi molor hanya untuk hunting makan saja.

5. Buatlah plan cadangan. Hal ini cukup bisa membuat agenda perjalanan kita tidak jenuh. Mungkin karena kami berdua kurang kreatif ya, hahahaha. Sempat bosan dan kecewa dengan salah satu destinasi yang tak sesuai harapan kami. Akhirnya kami hanya mondar-mandir saja memghabiskan waktu.


Nah, lalu hal apa yang berkesan selama perjalanan tersebut?

Bagi kami pasangan baru yang menikah tanpa pacaran. Bertemu karena CV, lima kali proses tatap muka itupun tak pernah berdua tentunya perjalanan kami ini menjadi momen saling mengenal satu sama lain, ya kan?!

Namun spesifiknya ada 5 hal berkesan yang aku ingat dari perjalanan tersebut;

Pertama, pertama kalinya bagi kami merasakan "Oh beginikah pacaran itu?" Hwkakaka. Kami memang belum pernah sekalipun berpacaran. Perjalanan ini seakan momen paling romantis yang kami lakukan. Alhamdulillah, halal.

Kedua, perjalanan terlama buatku mengendarai motor lebih dari 12 jam hingga kami akhirnya sampai di hotel tempat kami menginap. Agaknya maghku kambuh karena efek lelah seharian bertengger di atas boncengan motor.

Ketiga, menyusuri empat pantai di selatan Malang sekaligus dalam satu waktu. Yup! Jadi, pantai yang kami kinjungi merupakan tujuan wisata yang letaknya tidak berjauhan. Karena penasaran serta waktu yang cukup lama. Kami menghabiskan waktu dengan cara mengunjungi semua pantai yang ada di area tersebut.

Keempat, mengenal reaksi pasanganku pertama kalinya. Bagaimana ia bereskpresi hwkakaka. Hingga karena itu aku pernah menulis caption di medosku "Sifat pasangan itu menular". Hal ini karena belum pernah selama 6 bulan kami menjalani pernikahan melihat ekpresi konyolnya. Sejak itu aku paham sisi lain suamiku hehehe. Kekonyolannya ini tertular oleh siapa hayo?

Terakhir, pertama kalinya tinggal di hotel hwkakaa bersama pasangan halal. Berdua saja. Setelah itu sudah tidak ada momen berdua lagi. Karena setahun setelahnya aku hamil dan sekarang beranak dua. Nah, kapan lagi bisa berdua lagi? Jadi bagiku pribadi saat itu merupakan momen berkesanlah.

Alhamdulillah, done! Inilah perjalanan berkesan dalam hidupku yang mengaku jiwa berpetualang namun melangkah paling jauh hanya sampai ibukota. Hahahha.

Sejak itu aku menanggalkan hobi travelling dari daftar riwayat hidupku. 😁


Kalian jiwa petualang jugakah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tummy Time, Penting Gak Sih?