Indonesia Bebas Corona



Indonesia bebas corona

Indonesia bebas corona, merupakan tulisan pengaharapan serta doa dari rakyat biasa. Sebab harapan yang tersisa untuk bertahan melewati hari-hari bersama pandemi hingga di titik ini. 

Indonesia Bebas COVID-19

Masih segar dalam ingatan kita, setahun yang lalu tepatnya Maret 2020 pertama kalinya diumumkan kasus yang terinfeksi virus asal Wuhan ini di Indonesia. Sayangnya, hingga detik ini belum ada gambaran jelas kapan berakhirnya wabah ini. Maka di kesempatan kali ini aku ingin membuat sebuah harapan. Bukankah harapan itukah doa kita? Apakah harapanku? Di hati paling dalam adalah "Indonesia Bebas Covid-19".

Pasalnya, virus ini menyerang saluran pernapasan. Indikasi orang yang terinfeksi virus ini pada umumnya adalah demam, menggigil, linu-linu, kehilangan indra penciuman, dan indikasi seriusnya adalah sesak nafas atau bahkan gagal nafas. Bahkan kabar terbaru muncull gejala-gejala baru jika terinfeksi virus ini.

Nah, kabar terakhir dilansir dari detik.com (Kamis, 25 Maret 2021; 19.55 pm) menunjukkan angka 1.482.559 juta. Dengan grafiknya memiliki trend meningkat hingga awal bulan Maret 2021. Bahkan menurut Pandemic.talk menyebutkan Indomesia mengalami second wave dari adanya wabah Covid-19 ini.

Kok bisa ?

Ada apa dengan negeri ini?


Ini menjadi PR negeri ini. Terkait karakater masyarakat yang cukup "bandel". Disebutkan ada 5 hal yang membuat penyebaran virus ini semakin luas, yakni :


1. Lemahnya Test - Tracking dan Isolasi.

2. Mindset tentang covid-19 ini hanya hoax atau bahkan menyangkal wabah ini adalah konspirasi. Sehingga mereka tak acuh.

3. Meremehkan dengan tetap asyik jalan-jalan di akhir pekan atau liburan.

4. Lemah dalam menerapkan 5M
(Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi)

5. Bersikap egois akan adanya pandemi, cuek dan bebal atas anjuran untuk menekan angka penyebaran virus ini.


Nah, nah, bisa kita bayangkan jika 5 hal di atas terus dilakukan tanpa adanya kesadaran bersama melawan #coronamusuhbersama maka pertanyaan "Kapan Corona berakhir?" akan sulit dijawab.


Sedangkan kita tahu sejak dikeluarkan himbauan di rumah saja dalam rangka memutus rantai penyebaran virus ini. Membuat beberapa sektor colaps, yakni;
1. Sektor ekonomi
2. Sektor transportasi umum
3. Sektor pendidikan


Tiga sektor di atas paling berdampak dan keliatan. Sebuah revolusi yang mendadak dan serba cepat. Indonesia yang merupakan negara berkembang, sektor ekonomi ini tentu menjadi pukulan berat akan munculnya wabah ini. Sudah menjadi rahasia umum berapa banyak perusahaan yang mem-PHK Pegawainya hanya untuk menekan biaya operasional, berapa pabrik tutup, bahkan kita mendengar tutupnya tempat makan dengan brand ternama di Jakarta.


Sektor transportasi umum, alih-alih menekan angka penyebaran karena bisa menimbulkan kerumunan atau menciptakan kluster baru. Maka beberapa transportasi umum ada yang dikurangi bahka dihentikan. Nah ternyata hal ini malah memberi dampak bagi industri transportasi dan konsumen transportasi itu.


Terakhir, sektor pendidikan. Siapakah yang menyangka perubahan cepat karena kemajuan terknologi ini? Tak ada. Sedangkan pandemi inilah yang memaksa bidang pendidikan menggunakan fasilitas teknologi menyampaikan pembelajaran. Dan jelaslah, hal ini memberikan dampak baik positif maupun negatif.


Meski sepertinya, perubahan yang cepat ini membuat banyak orang tertatih-tatih. Sektor pendidikam ini cukup ketara, mulai media belajar yang hanya dilakukan virtual, anak yang dulunya dibatasi dengan ketat interaksi gadgetnya sekarang mau tak mau harus screen time di waktu-waktu pembelajaran. Ditambah peran baru orang tua di rumah sebagai guru bagi anak-anak. Bisa dibayangkan bagaimana jika anaknya berjumlah lebih dari 2?


Membaca ulasan singkat dan fenomena wabah covid-19 ini. Membuat aku pribadi miris dan ironis. Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar angka kematianpun besar. Hal ini seakan tak bisa dihindari karena usia rentan akan virus ini juga masih banyak.

Harapan besar rakyat biasa, Indonesia bebas corona


Meskipun belum ada kejelasan kapan corona berakhir. Adanya vaksin yang sudah diupayakan saat ini semoga bisa menjadi angin segar. Tapi ada harapan besar yang ini akan menjadi butterfly effect menekan laju peningkatan korban corona. Yaitu sinergisitas antara masyarakat dan pemerintah.


Adanya kesadaran dari masing-masing individu bahwa mereka memiliki peran besar agar tidak menyebarluaskan rantai covid-19 ini. Dari individu kemudian mrmbangun kesadaran ditingkat keluarga dan masyarakat. Pun dengan pemerintah, terus mengupayakan melalui kewenangannya. Membuat aturan yang tegas, melakukan tracking yang jelas, menyediakan sarana dan prasarana tes maupun isolasi yang memadai.


Inilah harapan untuk negeriku, Indonesia. Semoga bisa merasakan euforia suasana Ramadan. Semoga Indonesia Bebas dari corona. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tummy Time, Penting Gak Sih?