Belajar Pola Asuh dari Kdrama Its Oke Not To Be Oke

Belajar Dampak Pengasuhan dari Kdrama Its Oke Not To be Oke



Bagiku yang bukan pecinta drakor. Memilih dan memilah drama mana yang ingin aku tonton memang agak sulit. Mengingat banyaknya judul kdrama yang tayang dan hampir bersamaan. Kecuali, kalau dramanya mengandung nilai parenting atau bertema keluarga.


Sejak menjadi orang tua, aku suka sekali film drama keluarga. Tak terkecuali film-film garapan tanah air. Nah, kali ini aku menjatuhkan pilihan ke film Kdrama yang berjudul "Its Oke Not To Be Oke". Kalau aku nafsirin judul ini seakan menegakan bahwa gakpapa jika kamu gak baik-baik saja.

Sebab pemeran tokoh utama yakni Moon Gang Tae yang diperankan oleh Kim So Hyun yang berpura-pura bahagia, baik-baik saja dengan perlakukan ibunya. Ditambah lagi keberadaanya sebagai adik untuk seorang kakak yang mengidap Autis.

Alur  ceritanya menarik sih, sebab tak hanya mengisahkan drama tiga tokoh utama saja. Melainkan pasien-pasien di rumah sakit jiwa tempat Gang Tae bekerja sebagai perawat.

Nah, dari Kdrama ini aku suka sisi parentingnya. Apa itu?

Ada tiga macam pola asuh yang aku tangkap dari Kdram ini. Mulai dari bagaimana ibu Penulis Ko yang diperankan oleh Seo Yea Ji. Pola asuh otoriter, di mana anak dituntut sepertinapa yang orang tua inginkan.

Pengasuhan otoriter ini cenderung satu arah dan penuh dengan tuntutan bahkan ancaman. Itulah yang aku lihat di film ini. Dampaknya, anak akan tumbuh seperti yang orang tua inginkan. Sayangnya, membuat anak tak menemukan jati dirinya sendiri.

Parahnya lagi, dia tak bisa bersosialisasi dengan lingkungan. Cenderung egois sebab merasa tak pernah melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Bisa jadi penakut saat berada di lingkungan luar.

Tak hanya mendapatkan perasaan takut akan otoriter sang ibu. Ternyata kekecewaan mendalam penulis Ko adalah pengabaikan sang ayah atas apa yang dilakukan oleh ibunya.

Kisah penulis Ko related dengan salah satu pasien di rumah sakit Jiwa Ok, seorang yang dianggap gangguan jiwa akibat kerasukan. Ternyata memiliki riwayat sering dianiaya oleh ibunya. Sedang ayahnya tak peduli bahkan mengabaikan apa yang dilakukan ibu tirinya. Akibatnya ia bertindak yang tidak menyenangkan membuat orang tuanya membawanya ke dukun hingga ia mengalami trauma.

Sering kali, si pasien ini merasa ada yang menganiya dia. Hingga sampai terbawa dalam mimpinya.

Hal ini serupa dengan penulis Ko yang sering mengalami mimpi buruk. Setiap mimpi buruk, ibunya akan hadir dalam mimpi tersebut.

Begitu dalamnya trauma ini hingga terbawa di alam bawah sadar seseorang.

Kedua, pola asuh yang tak adil. Ini bisa dilihat dari perasaan Gang Tae. Apalagi setiap scene antara Gang Tae, Sang Tae yang diperankan oleh Oh Jung Se, dan ibunya ketara sekali bagaimana ia diperlakukan jadi orang yang kedua.

Sebagai anak bungsu, seakan dia adalah kakak dari kakaknya yang autis. Tak segan ibu mengatakan bahwa si adik terlahir untuk menjaga kakaknya. Hal ini ternyata membuat tekanan dalam hidup Gang Tae hingga ia dewasa.

Terlebih saat ibunya meninggal, secara otomatis dia msnjadi wali kakaknya. Lebih serunya dari film ini membawa trauma si kakak yang menyaksikan ibunya terbunuh oleh seorang dengan bros kupu-kupu.

Sejak itu, si kakak merasa dihantui perasaan terancam setiap kali melihat kupu-kupu. Karena si pembunuh mengancamnya akan membunuhnya jika sampai orang lain tahu.

Dan sebagai adik, terlahir normal. Gang tae seakan menerima tanggung jawab melindungi kakak. Meski perlakukan ibu mereka terhadapnya membuatnya sakit hati.

Nah, pola pengasuhan yang tak adil ini juga related dengan salah satu pasien di rumah sakit jiwa Ok. Seorang anak muda merupakan anak bungsu seorang anggota dewan. Sayangnya, ia terlahir tidak seperti saudaranya yang lain. Bahkan dianggap anak yang tak berguna. Akibatnya dia tumbuh sebagai anak tanpa penerimaan yang baik dari lingkungan keluarganya.

Perasaan kecewanya dia lampiaskan dengan melakukan tindakan yang tidak menyenangkan. Akibatnya, dia dianggap mengidap penyakit jiwa hingga masuk ke rs jiwa Ok.

Kalimat yang menohok saat adegan ini adalah, "Apakah seorang anak yang terlahir ke dunia harus berguna bagi orang tuanya?"

Jleb banget kan?!

Seakan-akan, seorang anak adalah ajang pembuktian bagi ortunya. "Ini lho anakku!". Padahal anakmu tidak membuktikan apapun tentang dirimu!

Tindakan negatif hanyalah sebentuk ekpresi diri agar anak diperhatikan seperti tulisanku di sini.

Ketiga, pola asuh yang penuh kehangatan. Bisa dibilang paling menyenangkan untuk dilihat. Yakni pola asuh yang dilakukan oleh ibu Nam-Juri yang diperankan oleh Park Gyu Yong. Meski ayah dari Nam Juri telah tiada, ibunya memberikan gambaran bahwa betapa hangatnya ayah Nam Juri semasa dia hidup. Hingga bagi Nam Juri, ayah adalah orang yang paling bisa diandalkan baginya.

Sedang ibunya yang merupakan pemilik inde kos. Rajin masak dan terkenal dengan masakannya yang enak. Memiliki empati dan rasa humor. Membuat setiap orang yang dekat dengan beliau selalu menyenangkan.

Tak hanya itu, open minded. Itu yang aku lihat dari sosok Kang Soon Deok yang diperankan oleh Kom Mi Kyung. Rupanya si ibu ini adalah kenalan lama direktur rumah sakit yaitu Ditektur Oh. Laki-laki yang terlihat nyeleneh bahkan terkesan aneh.

Nah, gak jauh berbeda dengan Bu Kang, Direktur Oh adalah orang yang hangat kepada anaknya. Direktur Oh mencoba melakukan pendekatan yang tak mengekang pada anaknya. Meski tidak terlihat bagaimana cara pengasuhan Direktur Oh.

Melihat kondisi anaknya yang ternyata adalah salah satu perawat di RS Jiwa Oh, menunjukkan beliau bukan tipe yang dua kriteria di atas. Dan terlihat sebagai orang tua yang penuh tanggung jawab.

Hasilnya, aku sendiri melihat Nam Juri maupun Oh Cha Yong yang diperankan oleh Choi Woo Sung sebagai anak direktur Oh terlihat normal. Tampil sebagaimana ia menunjukkan emosi yang dia hadapi.

Normal sih! Hwkakaka.


Kadang melalui film kita belajar dan merefleksikan dengan kehidupan kita. Bagiku, film ini banyak sekali hikmahnya. Tak hanya tentang pengasuhan. Aku juga belajar bagaimana buku dan dongen-dongen karya Penulis Ko itu dalam sekali maknanya. Meski dengan ilustrasi yang menyeramkan tapi nilai yang terkandung nyata banyak dihadapi oleh banyak anak.

Ah, aku sendiri jadi belajar tentang buku anak. Ternyata memang sih menulis buku anak itu tak mudah ya. Meski kalimat-kalimat yang tercantuk pendek namun maknanya sangat luas.

Kamu suka baca dongeng? 

Komentar

  1. Aku lagi bingung mau nonton ini dulu atau Hi Bye Mama dulu yaa Kak hahaha. Menurut kamu bagusan yg mana dulu? Aku abis selesai nonton Move to Heaven dan banjir air mataa jadi masih ragu mau lanjut cari drakor yang sedih lg huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah aku gak jago ngerekomendasiin film hehehe. Hi bye mama kalau dari beberapa artikel aku baca cukup rekomended. Tapi aku sendiri belum nonton hihi

      Hapus
  2. Saya juga sepakat kalau film bisa merefleksikan kehidupan kita sehari-hari. Sebagai pecinta film, saya sendiri banyak menemukan inspirasi-inspirasi dari film tentunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes apalagi kalau diperankan dg ciamik ya kak

      Hapus
  3. It's Okay Not To Be Okay ini salah satu drama favoritku karena selain akting dari pemainnya yang keren, emosi kita juga dibawa naik turun. Plus ada pelajaran soal kesehatan mental ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak.. aku suka karena minim sih romancenya. Lebih ke kesehatan mental itu ya. Konflik keluarga gty ya yang lebih ditonjolkan. Jadi aku suka hahahaha.

      Hapus
  4. Aku udah nonton IONTBO, baguuuss banget aktingnya Seo Yea Ji, dengar-dengar sih karena di kehidupan aslinya dia memang seperti itu. Jadi sangat menjiwai perannya. Kerenlah ini dramanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow ngeri ngeri sedap donkz hahaha. Dalut sih sama cernak yang dia buat juga. Nih penulis skenarionya oke banget

      Hapus
  5. Mmm. .. Nambah 1 drakor masuk ke list wajib nonton nih. Samaan mom, aku lbh suka drakor tema perjuangan keluarga juga dibanding yg melulu romantis. Kayaknya bawaan jiwa emak-emak yaaa😀

    BalasHapus
  6. Hore. ada rekomendasi drakor lagi. Mantab. Semoga ada waktu buat Nonton

    www.rahmahuda.com

    BalasHapus
  7. aku pun nonton drama ini auto nangis di setiap scene yang relate sama aku sendiri dan emang menyentuh yaa... dari drama ini aku merasa bisa sedikit melepaskan ego, ya udah gpp kalau ada sesuatu yg ga berjalan lancar, terima aja dulu, belajar ikhlas, don't push yourself to hard :')

    BalasHapus
  8. aku termasuk salah satu orang yang mungkin mengakui kalo drama Its Oke Not To Be Oke ini memang bagus banget. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari drama ini terutama untuk kita yang sudah jadi orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengasuhan kita ngaruh ke masa depan anak2 kita..

      Hapus

Posting Komentar

Maturnuwun sudah berkomentar dengan baik. Kata-katamu cerminan kepribadianmu :)

Postingan populer dari blog ini

Tummy Time, Penting Gak Sih?