Blogger Wajib Bisa Pasang TLD Sendiri

Blogger wajib bisa pasang TLD sendiri

Blogger wajib bisa pasang TLD sendiri adalah tulisan yang isinya curhatanku ya. Semoga teman-teman tidak merasa zonk setelah membaca postingan ini. Aku hanya berbagi cerita agar pengalamanku ini bisa jadi pelajaran buat yang membaca. 

Harapannya teman-teman pemula yang bercita-cita menjadi blogger profesional bisa mengambil hikmah dari catatan perjalananku ini. 


Apaan sih? 

Oke, aku jelaskan dulu sedikit tentang apa itu TDL, eh bukan, TLD maksudku. Te De el itu Tarif Dasar Listrik ya, kalau Te eL De adalah Top Level Domain. Yuks siap-siap!



Apa itu TLD (Top Level Domain)?

TLD adalah singkatan dari Top Level Domain. TLD itu bagian akhir dari suatu nama web. Lalu,  apalagi domain itu?


Domain menurut KBBI artinya wilayah. Nah, aku jadi bingung wilayah yang mana? Hwkaka. Sederhananya adalah alamat web kita yang berisi nama dan akhirannya. Nah, akhiran yang berupa .com, .co.id, .go, dan semacannya itulah yang disebut domain. Contoh, hamimeha.com maka jika dirinci hamimeha adalah namanya sedang .com adalah ekstensi domainnya.


Yang aku tahu dulu saat ditawari beli domain mau pakai apa? Jujur aku bingung. Akhirnya aku milih yang umum yaitu di belakang nama blognya nanti diakhiri dengan (dot) com. Entahlah, pikiranku saat itu kelihatan keren saja. Hwkaka.


Quote TLD

Eh, ternyata TLD itu ada bermacam-macam tergantung pada tujuan penggunaanya. Seperti: 


  1. .com untuk komersial

  2. .net untuk jaringan

  3. .org untuk organisasi

  4. .edu untuk pendidikan

  5. .tv untuk televisi

  6.  dst.


Masih banyak jenis TLD, tampaknya aku tak membahas dulu sebab merasa belum menguasai. Penjelasan  di atas adalah tawaran yang diberikan kepadaku saat iti hingga akhirnya memilih (dot) com. 


TLD ini sifatnya berbayar. Jika kalian seorang blogger pemula biasanya menggunakan platform menulis seperti blogspot dan wordpress. Umumnya kalian akan mendapatkan alamat blog kalian seperti ini; www.hamimeha.blogspot.com.  Nah, .blogspot.com ini menunjukkan subdomain. Yang mana penggunaannya tanpa bayar. 


Asal kamu punya email maka kamu bisa mendaftarkan emailmu, lalu melakukan proses pembuatan blogmu. Semudah itukan!


Terkait TLD, aku tak membahas banyak sebab aku sendiri suka pusing dengan istilahnya. Inilah alasan kenapa aku menulis artikel ini. Eits, buat kamu yang punya target jadi blogger profesional harus belajar memasang domain sendiri ya.



Mengapa TLD tak pasang sendiri?

Oke, sampai pada cerita ini. Perlu teman-teman ketahui bahwa seseorang yang punya blog bisa jadi dia bukan adminnya. Kok bisa? 


Bisa jadi pemiliknya adalah seorang publik figur. Maka dari itu, blog hanya sebagai sarana dia membranding diri. Dia cukup membayar orang untuk membuatkan blog dan mengurusnya. Oke, itu alasan pertama seseorang punya blog tapi tidak memasang custom domain sendiri.


Kedua, kesulitan. Alasan ini sangat mungkin terjadi sebab kesibukan sehingga tak ada waktu. Jadi, dia pandai membuat tulisan tapi terlalu rumit jika mengurusi teknisnya. Biasanya orang semacam ini karena blog hanya sebagai media berbagi saja. Namun, agar terlihat pro postingannya maka belilah domain. Perkiraanku seperti itu. 


Bisa jadi, kesulitan yang lain adalah karena usia atau kemampuannya untuk mengotak-atik tidak mencapainya. Alhasil, dia harus menggunakan jasa memasang domain agar blognya bisa TLD. 


Cerita menarik yang pernah aku alami sendiri. Suatu kali aku ikut training blogger pemula denga peserta yang benar-benar pemula. Jangan tanya siapa saja pesertanya? Bahkan bisa disebut eyang-eyang ternyata ada juga. Beragam usia. Tapi yang jelas satu persamaan kami. Sama-sama orang baru yang kenal blog. 


Nyaris beliau ini selalu tanya. Bahkan untuk posting saja beliau bertanya berkali-kali, akhirnya karena tidak juga bisa posting meski sudah dipandu di grup wa kami maka beliau memutuskan menunggu anaknya pulang kerja untuk bisa posting tulisannya tersebut. Rupanya beliau punya banyak stok tulisan. Sayang jika tidak dibagikan.


Wah, keren banget ya semangatnya! Aku yang masih mudah sungguh malu jika tak berusaha  belajar lebih giat lagi. 


Nah, jadi bisa karena alasan kesulitanlah seseorang tidak bisa memasang custom domain sendiri ya.


Kenapa tidak pasang domain sendiri

Ketiga, tak mau repot dan ada yang diandalkan. Nah, apakah ada alasan seperti ini? Bisa jadi. Daripada ribet ngurusi prosedur yang panjang belum lagi errornya maka menyimpan energi, waktu, dan kesempatan untuk mengerjakan yang lain adalah pilihannya. Asal ada uang maka tinggal bayar orang saja. 


Selain itu karena ada orang yang diandalkan. Haduh, ini alasanku deh. Sejujurnya, aku tak berniat untuk menjadi pemalas untuk memasang TLD sendiri. Tapi Pak Suami tampaknya lebih bersemangat untuk membelikanku domain. 


Alhasil, setelah menyampaikan keinginan di malam hari. Besok pagi TLD ku sudah jadi. Saat aku tanya, gimana caranya? 


Gampang! 


Padahal dalam hati, aku berharap dapat kesempatan diajarin. Tapi emak-emak rempong. Waktu untuk belajar tak juga disediakan sampai bablas hingga sekarang.


Pun hingga detik ini. Saat ada tugas masang TLD sendiri ini. Kebetulan sekali pekan ini kondisi tidak memungkinkan untuk berfokus menyiapkan waktu depan laptop. Boro-boro, bahkan menulis ini saja mencuri waktu setelah anak-anak tidur. 


Ditambah lagi, kabar duka karena pandemi makin mendekat ke lingkaran terdekat. Orang-orang yang pernah kita kenal bahkan sering berinteraksi berturut-turut dikabarkan telah berpulang. Jujur buat aku pribadi bikin lemas. 


Nyaris sepekan ini, tiap hari rasanya energi kesedot hanya mendengar kabar tersebut. Belum lagi, kami dapat musibah dompet suami hilang. Alhasil fokus terpecah. Dalah, jadi curcol kan. 


Intinya, saat akan memasang domain itu perlu fokus. Kenapa? 


Pertimbangan sebelum pasang TLD


Sebab ada hal-hal yang perlu dipikir dengan sekasama. Apa saja itu:


  1. Nama domainnya nanti. 

Domainmu adalah identitasmu. Maka saat kamu memutuskan memilih nama tertentu pastikan belum ada nama tersebut. Setidaknya jika ada yang mirip maka pilih ekstensi domain yang berbeda. 


  1. Unik. Pastikan nama yang kamu pilih tidak menggunakan angka dan strip. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan spam score di blog kita.


  1. Singkat dan mudah diingat. Biasanya, nama domain selain unik yang biasa diingat adalah singkat. Seperti punyaku, hamimeha. Aku menggunakan nama tersebut di semua akun media sosialku. Secara tidak langsung hal tersebut membuat orang mudah mengingatnya. 

Jikalau tak bisa singkat maka jangan terlalu panjang apalagi alay. Selain orang susah menghafalnya, hal tersebut memicu orang malas untuk menuliskannya.


  1. Alasan nama domain harus dipikirkan dengan matang adalah your domain is your branding. Ini berkaitan dengan poin 1 dan 3 ya. Ingat!


  1. Research. Apakah nama domain yang kamu pilih sudah ada yang punya. Pemilihan ekstensi domainnya. Pastikan tujuanmu apa?


  1. Butuh waktu untuk membeli domain. Agar berjalan lancar perlu dilakukan dengan hati-hati. Apalagi jika terjadi error. Inilah salah satu alasan sampai sekarang belum bisa memasang domain sendiri.


Nah, kalau alamat aku sekarang  kan sudah ada ya. Sedang untuk blog kedua nanti aku benar-benar ingin membuatnya dengan sebaik mungkin. Harapannya, aku benar-benar sudah menyiapkan nama yang tepat. Sehingga tidak ada penyesalan sudah terlanjur bayar kan? 


Noted. Prinsip ekonomi. 


Alasan blogger wajib bisa pasang TLD sendiri


Sebagaimana ceritaku di atas. Akupun punya motivasi untuk bisa memasang TLD sendiri. Mengapa? 


Sebab aku ingin menjadi blogger profesional. Kedua, aku tidak mau tergantung pada orang lain. Aku bisa membayangkan, suatu hari jika terjadi sesuatu pada blogku, aku bisa mengatasinya sendiri. Nah, pengalaman dan kemampuan ini akan memudahkanku mengelola banyak blogkan suatu saat nanti. 


Selain itu, aku bisa berbagi pengalaman ini dengan orang lain. Syukur-syukur bisa membantu teman yang mengalami kesulitan yang sama denganku sekarang. Atau harapan lainnya, bisa membuka jasa pasang TLD, eh!



Poin penting mengapa blogger wajib bisa pasang TLD sendiri adalah salah satu upaya menuju menjadi blogger yang profesional. Itu sih! Dan lagi aku sudah punya tutorial yang ciamik cara memasang TLD dari blogspedia. Teman-temanku sudah mencoba dan mereka berhasil. Aku harus mencobanya!


Nah, bagaimana dengan cerita pengalamanku ini. Semoga teman-teman yang membaca ini bisa lebih bersemangat buat belajar apapun tentang ngeblog ya.





Komentar

  1. Semangat mba.. Meski sedang dalam kondisi pandemi dan perlahan tapi pasti, corona sudah semakin mendekat.. Kuatin imun jaga pikiran sampe stress, udah TLD ya udah ngeblog aja ben warass.

    BalasHapus
  2. Lengkap ulasan jenis2 TLD nya. Makasih mb

    BalasHapus
  3. Sama kita hahahahaha semoga lain waktu bisa praktek sendiri ya biar ada kepuasan batin. Tapi semoga ngeblognya selalu konsisten. Tiap tahun jgn lupa diupdate hehe. Bismillah

    BalasHapus

Posting Komentar

Maturnuwun sudah berkomentar dengan baik. Kata-katamu cerminan kepribadianmu :)

Postingan populer dari blog ini

Tummy Time, Penting Gak Sih?