=Hamimeha

Pengalaman Berkunjung Ke Kebun Binatang Surabaya Ketika Pandemi, KBS Makin Cantik Lho!

8 komentar
Kunjungan ke kbs ketika pandemi


Cerita pengalaman berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya ini bisa dibilang cerita nekat kami. Upaya kami menjaga kewarasan dan mengambil kesempatan dari berlakukannya new normal.

Pandemi yang tak kunjung usai membuat sebagian orang semakin bosan di rumah, termasuk kami sekeluarga. Apalagi aktivitas di rumah saja sudah memasuki periode tahun kedua melewati bulan Ramadan dan momen Idulfitri.


Aku dan keluargaku setahun sebelumnya nyaris tak pernah bepergian ke manapun. Alasannya, mematuhi himbauan dari pemerintah untuk menekan laju kasus COVID-19 yang masuk kategori awal, selain itu aku pun sedang hamil tua. Jadi pikiran kami disibukkan menyiapkan kehadiran anggota baru di rumah. Jadi, kami tak terpikirkan untuk liburan.


Berbeda dengan tahun 2020, lebaran kedua ketika pandemi yakni 1443 H dihadapi dengan kondisi jauh lebih siap dengan keadaan. Bahkan mulai digaungkan tentang hidup berdampingan dengan virus melalui tata laksana gaya hidup new normal.


Beberapa sektor yang dulu ditutup ketika tahun pertama pandemi kini mulai dibuka kembali. Salah satunya bidang pariwisata. Nah, inilah kesempatan yang kami ambil. Dan lagi, kami tak memang tidak ada rencana mudik. Namun ayahnya anak-anak punya jatah libur panjang.


Maka kami memutuskan untuk liburan tipis-tipis di area dalam kota. Setelah dipertimbangkan dengan baik. Hasilnya kami menjatuhkan pilihan berkunjung ke kebun binatang.


Kenapa kami pilih liburan kebun binatang?

Alasan memilih Kebun Binatang Surabaya untuk liburan


Sejujurnya, aku pribadi masih punya easa kekhawatiran yang besar jika keluar rumah. Namun, melihat si sulung sudah mupeng (muka pengen) dan ayahnya mengambil jatah cuti buat bisa lebih banyak waktu bersama kami.


Ok, akhirnya kami memutuskan ngetrip tipis-tipis di area Surabaya. Setelah menentukan beberapa tempat tujuan, akhirnya pilihan itu jatuh ke Kebun Binatang Surabaya.


Lima alasan KBS menjadi destinasi liburan kami :


KBS sudah menerapkan CHSE (Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability). Ini merupakan salah satu syarat penting untuk memastikan tempat yang akan kami tuju aman.


Terbukti, KBS menerapkan pembelian tiket melalui online. Bahkan batas jumlah dan jam kunjungan. Pun saat di sana, area masuk dibuat sedemikian rupa untuk menjaga jarak, diukur suhu, disediakan hand sanitizer di beberapa titik dan petugasnya juga menggunakan masker,

1. Area terbuka

Saat itu info yang sempat kami dapat menyebutkan di era new normal tempat wisata mulai dibuka kembali. Bagi yang merencanakan liburan sebaiknya memilih wisata dengan area terbuka. Selain luas sehingga membuat pengunjung yang hadir terhindar membentuk kerumunan, sirkulasi udara lebih baik dibanding ruang tertutup apalagi ber-AC.


Nah, aku pun sepakat dengan pernyataan di atas. Terakhir kali ke KBS, kami melihat area KBS cukup luas. Bahkan kala itu, waktu seharian tidak cukup menjelajahi semua spot yang ada. Karena ramai juga sih!

2. Mengandung sisi edukasi

Di poin ini aku sendiri inginnya sekali merengkuh dayung du tiga pulau terlampaui. Liburan gak hanya dapat fun tapi edukatif juga.


Pasalnya, anak usia dini itu sebaiknya belajar benda-benda konkrit di sekitarnya. Nah kan, selama ini tahunya berbagai hewan hanya lewat buku, gambar, atau sesekali lewat gadget.


Aha, ini kesempatan buat sekalian kakak dan adik belajar. Ya kan!

3. Fasilitas memadai

Dikunjungan sebelumnya kami sekilas sudah melihat ketersediaan fasilitas umum yang cukup. Seperti musala, toilet, kantin, dan stan-stan makanan. Bahkan, ada panggung hiburan yang luas di kelilingi area playground yang luas.

4. Bukan pengalaman pertama

Bagi kami sekeluarga ini adalah kunjungan kedua. Jadi, kami sudah punya pengalaman untuk menjelajah agar tidak terlalu lama di KBS.

Kami juga sudah menentukan rute untuk menjelajah di area apa saja. Agar tidak mengulang kekecewaan di kunjungan pertama kami.

Persiapan sebelum bepergian ketika pandemi


Poin yang tak kalah penting saat kita memutuskan keluar rumah saat pandemi apalagi buat liburan adalah persiapan yang matang.


Saat itu ada tiga hal yang benar-benar kami perhatikan:

a. Memastikan kondisi kami sehat. Nah, sebenarnya saat kami telah memutuskan ke KBS. Qodarullah si bungsu jatuh sakit. Eh ternyata dia lagi tumbuh gigi.

Meski demikian, rencana pergi ke KBS akhirnya kami tunda. Beruntung suami ambil cuti jadi masih ada waktu untuk mengatur jadwal ulang.


b. Membawa perlengkapan perang ketika pandemi

Eh, maksudku adalah perlengkapan seperti masker, handsanitizer, obat-obatan, tisu basah dan kering serta perlengkapan mendukung liburan lainnya.

Termasuk membawa powerbank. Nyaris mau bawa patung juga tapi gak jadi hihihi

c. Membawa bekal sendiri

Di era pandemi akan lebih aman jika kita meminimalisir berinteraksi dengan banyak orang termasuk membeli makanan di luar. Sebaiknya membawa bekal sendiri.

Wajah Baru Kebun Binatang Surabaya

Kbas ketika pandemi


Setelah persiapan sudah oke, memastikan kondisi sama juga fit dan sehat. Akhirnya kami cuss lah ke KBS dengan hati gembira.

Sesuai dengan bayangan dan info yang di dapat di web official KBS. Loket pendaftaran tutup, lalu lalang orang juga tidak terlalu banyak mungkin karena dibatasi persesi.

Kami dipandu petugas di arahkan ke jalan dan pintu masuk yang sudah ditandai. Wah ternyata memang jauh berbeda dengan kondisi tiga tahun lalu. Pengalaman antre tiket berjam-jam dan desak-desakan lagi. Kondisi pandemi malah jadi lebih asyik!


Ohho, ternyata tampilan baru KBS ada banyak lho! Kita kupas satu-satu yuks!


1. Prosedur pembelian tiket

Sebelum pandemi, pembelian tiket bisa langsung di loket-loket yang disediakan. KBS berlokasi di Jl. Setail No.1, Darmo, Wonokromo, Surabaya , Jawa Timur, Indonesia, 60241.


Sejak pandemi dengan edisi new normal, pembelian tiket dilakukan secara online. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian sebelum datang ke Kebun Binatang Surabaya:

Pembelian tiket melalui website resmi KBS di tiket.surabayazoo.co.id, H-1 sebelum kunjungan atau pembelian di loket tiket.

Selama masa pandemik Covid-19, Anak dengan tinggi kurang dari 85 Cm, Ibu Hamil dan Lansia tidak boleh berkunjung.

Tiket terusan berlaku setiap hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional.

Harga yang tertera adalah harga yang berlaku untuk 1 orang.

Pembelian tiket terusan mulai pukul 08.00-12.00 WIB.


Daftar harga : 15k perorang.

2. Tata laksana ketika di KBS

Sebagaimana aku jelasin di atas. Sesampai di KBS, kami menuju parkir yang memang terlihat berbeda dari sebelumnya. Areanya lebih jauh dan tertata.

Prokes di Kebun Binatang Surabaya dijaga sangat ketat. Mulai dari pintu masuk, di dalam wahana hingga di pintu keluar. Setidaknya ada 29 orang satgas internal yang tersebar di puluhan titik pos yang berpotensi terjadinya kerumunan. Tak hanya itu, humas KBS pun setiap waktu berkeliling menggunakan toa untuk mengingatkan pengunjung agar mematuhi prokes.

Kunjungan dikala itu terbagi menjadi dua sesi yaitu yaitu pukul 08.00 – 12.00 Wib dan sesi kedua pukul 13.00 – 16.30 Wib dengan kapasitas jumlah pengunjung maksimal 5ribu orang. Rupanya, ini memang sudah sesuai dengan

kapasitas pengunjung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Bahkan beberapa kegiatan yang ditiadakan untuk mencegah kerumunan misalnya pertunjukan live music di panggung anak, pihak KBS tetap mengoptimalkan wahana lainnya seperti aquarium,kidzoo dan edutainment,tunggang satwa dan fiding time satwa.

Inilah alasan kemarin area KBS terlihat lebih luas dari sebelumnya hehehe.

3. Fasilitas yang disediakan

Sebagai wisata ikonik di ibu kota propinsi. KBS merupakan pilihan menarik untuk liburan ketika pandemi.

Seperti yang kami lakukan, berkunjung ke KBS ketika pandemi sebab libur lebaran gak bisa mudik.

Eits tapi aku gak kecewa sih. Saat berkunjung di KBS aku menemukan banyak wajah baru di KBS. Mulai dari sarana prasarana, suasana, dan pelayanan yang diberikan.


Beberapa area terlihat lebih rapi dan bersih.


4. Spot foto yang instagramable

Kbs instagramable



Meski sempat diterpa isu tidak menyenangkan namun KBS terus berbenah. Bahkan pihaknya memberikan spot-spot yang instagramable untuk menyesuaikan dengan tren masa kini.


5. Suasana

Karena kami berkunjung di momen liburan jadi meski pandemi ternyata kunjungan masyarakat lokal membludak.

Namun aku masih merasa tetapi bisa menikmati suasana kebun binatang yang lebih sepi dibanding tiga tahun lalu.

6. Kondisi hewan-hewannya


Dilansir dari laman online Liputan6(5/42021), salah satu upaya mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli dengan pelestarian satwa, Kebun Binatang Surabaya (KBS) membuka program orang tua asuh bagi satwa koleksi kebun binatang. Saat ini ada 15 satwa yang telah mempunyai orang tua asuh. Yakni gajah sumatera, binturong, serta walabi, dan buaya senyulong.


Untuk kondisi hewan lain?

Alhamdulillah, semasa pandemi perawatan hewan dilakukan sebagaimana ketika kondisi normal.


Dokter Glen Kartiko, anggota tim dokter KBS mengatakan, pemeriksaan detil satwa telah dilakukan saat kebun binatang ditutup. Pemeriksaan meliputi pemantauan berat badan hingga pemberian vitamin maupun vaksin untuk menjaga kesehatan satwa.


Dengan kata lain, satwa KBS sehat. Saat aku berkunjung ke sana juga menyaksikan sendiri, desain kandang untuk primata jauh dari jangkauan pengunjung, cukup aman. Diberi juga pagar tambahan dan papan peringatan.


Agar tidak terkesan menyeramkan ada gravity serta lukisan di dinding kandang primata yang oke untuk berfoto.

Bagaimana pengalaman berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya ketika pandemi


Alhamdulillah, adalah hal yang menyenangkan sebab kami akhirnya bisa meningkatkan imun dengan liburan menyenangkan meski hanya di area dalam kota.


Bagaimana dengan duo balita?

Meskipun terlihat capek. Namun terlihat keduanya menikmati menyaksikan hewan-hewan secara langsung.


Tak hanya itu, kenangan saat naik odong-odong dan perahu ternyata berkesan bagi si sulung. Mungkin karena terlalu lamanya gak keluae rumah. Akhirnya menjadi suatu hal yang istimewa bisa jalan-jalan.


Nah, itulah pengalaman kami berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya ketika pandemi. Seru dan lebih asyik, sebab lumayan sepi berasa KBS milik sendiri hehehe.
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

8 komentar

  1. Kebun binatang emang wisata yg cocok buat anak2 ya Mba, cma di beberapa kota byk yg ga berkembang jdi terlihat kumuh..
    Klo yg bner2 bagus sih jga byk tpi HTM nya yg bkin mikir2, xixixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini cuma 15k mbak. Murmer ya.. tapi kalo mau masuk ke aquarium bayar lagi sih .15k

      Hapus
  2. Anak2 ku suka mainnya ke kebun binatang mbak..
    Jadi kalo nyari tempat wisata lebih sering yang ada kebun binantangnya..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah y mbak. Kenapa anak2 suka banget lihat hewan2 heheh

      Hapus
  3. Aku sejak anak kedua lahir belum pernah ke zoo. Si kakak udah wkwk emg seru sih ke zoo bagi anak2. Ak paling suka pas hari biasa jd sepiiiiii bgt betasa zoo milik sendiri wkwk. Bte tiketnya terjangkau ya. Pingin :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya asyik ya meski luas tapi jadi puas gak pamai desek desekan

      Hapus
  4. Kalau melihat syarat masuknya lumayan ketat ya mbak untuk KBS ini, aku mikir berarti dua anak-anakku ga bisa masuk nih. Cuma yang sulung yang bisa masuk KBS. Tq informasinya, cukup murah untuk ukuran zoo yang cantik ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhee iya mbak karena saat itu peek season kayaknya

      Hapus

Posting Komentar