=Hamimeha

Mengajarkan Makna Congkak Pada Anak

40 komentar
Mengajarkan makna congkak pada anak
Hai Sobat Hamim!

Semoga sehat ya, by the way nih aku mau mengulas satu kata sifat yaitu congkak. Wow, ada yang pernah dengan kata congkak?

Mungkin Sobat Hamim lebih familiar kata congkak ini adalah salah satu nama permainan. Permainan tradisional yang menggunakan biji ini juga disebut dakon dalam Bahasa Jawa.

Nah, kalau congkak dalam ulasan kali ini adalah istilah lain dari sifat sombong, pongah, dan tinggi hati. Seringkali sifat congkak ini memang bermakna negatif penggunaannya.

Sayangnya, kita tak bisa menghindari bahwa sifat congkak ini ada dalam diri manusia. Apalagi jika seseorang merasa lebih baik dari yang lain. Tak terkecuali anak-anak.

Sedangkan, kita tahu jiwa anak-anak itu fitrahnya polos. Kadang mereka tidak sadar atas sikap yang mereka tunjukkan hanya karena dia mencontoh dari apa yang pernah mereka lihat.

Wah, bagaimana ya kalau congkak ini sudah bersarang di jiwa anak-anak sejak kecil? Yuks Sobat Hamim ikuti ulasanya!

Mengenal Istilah Congkak

Oke Sobat Hamim, sebelumnya kita mengenal istilah congkak yuks. Supaya lebih mudah jika ingin menjelaskan ke anak-anak kita terkait sifat yang katanya nih adalah sifatnya iblis yang tak mau bersujud kepada adam.

Apa itu Congkak?

Makna congkak
Menurut KBBI, congkak sebagai kata sifat memiliki arti merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dsb); sombong; pongah; angkuh.

Contoh: 'kelakuannya yang congkak itu menjauhkan orang darinya'

Tampaknya sudah jelas ya, bahwa congkak sinonim dari sombong. Sombong sendiri dalam KBBI berarti menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah. Contoh: 'tabiatnya agak aneh, sebentar sombong sebentar rendah hati berkata dengan sombong'

Nah, dari contoh pun kita diberikan anonim atau lawan kata dari sombong ini yaitu rendah hati.

Faktor yang melahirkan sifat Congkak

Jika mengamati definisi dua kata yang memiliki arti yang sama ini. Kita bisa tarik benang merahnya yaitu sifat orang yang terlalu berorientasi pada dirinya sendiri.

Nah, inilah faktor-faktor lahirnya sifat congkak pada seseorang:



 Pertama, alasan yang sangat mungkin terjadi adalah perasaan lebih dari orang lain. Misalnya secara materi, wawasan, paras, atau pun tindakan.


Bisa lho, ada yang merasa sudah berbuat baik yang banyak jadi dia menggaung-gaungkan kebaikannya itu. Sebab bertindak lebih dari orang lain. Ini bisa masuk kategori congkak.

Kedua, merasa istimewa.
Duh, agak repot ya dengan orang yang punya sifat gini hehehee. Biasanya orang semacam ini memang dianggap penting namun sayangnya hal ini menjadikannya berlaku sombong. Kadang juga meremehkan orang lain di sekitarnya.

Ketiga, lingkungan.
Wah, kalau ini artinya circle daripada orang itu. Bisa lingkungan rumah, pertemanan, ataupun lingkungan di tempat kerja. Jika seseorang terbiasa hidup di lingkungan yang suka mengunggulkan dirinya masing-masing.

Secara tidak langsung hal itu mempengaruhi cara berpikir mereka. Bahwa mengunggulkan diri dengan segala kelebihan yang mereka miliki adalah boleh.

Ehm, untuk poin ketiga ini sangat berbahaya jika sifat congkak sudah tertanam sejak dini.
Sebab kodratnya fase anak-anak ini adalah masa dimana mereka sedang bertumbuh dan berkembang.
Jika sejak kecil tertanam sifat congkak maka bisa jadi hal ini akan menyulitkan dia dalam bergaul dengan orang-orang di luar lingkungannya.

Perlukah Mengajarkan Makna Congkak Pada Anak

Buat aku pribadi ya Sobat Hamim. Mengenalkan berbagai kacak sifat pada anak sejak dini itu penting. Sepenting mengenalkan emosi pada anak, tak hanya emosi positif melainkan juga negatif.

Sama hal nya dengan sifat congkak alias sombong bin tinggi hati ini. Menurutku sangat perlu mengajarkan makna congkak pada anak.

Hanya saja caranya harus disesuaikan dengan bahasa anak. Fitrahnya setiap anak terlahir cerdas, jika kita biasa mendiskusikan sesuatu dengannya maka hal ini bisa merangsang karakter kritis dalam diri mereka.

Tips Mengajarkan Makna Congkak Pada Anak Sejak Dini

Sebagaimana aku sampaikan di atas ya Sobat Hamim, jika kita ingin mengajarkan makna congkak pada anak tentu berbeda dengan kita bicara dengan orang dewasa.

Jelas kita sesuaikan dengan pemahaman anak, kita bisa mengukurnya melalui usia mereka. Kebiasaan anak selama ini pun bisa kita jadikan tolak ukur bagaimana berkomunikasi dengan anak.

Yups!

Ini dia beberapa tips mengajarkan makna congkak pada anak versi aku ya:
Tips mengajarkan makna congkak pada anak

1.Diawali dengan kisah. Sebab anakku suka sekali bercerita maka aku akan mencoba memberikan pemahaman melalui cerita. Umumnya anak-anak bisa menganalisa sendiri sifat-sifat yang menonjol dari si tokoh.

2. Memperlihatkan contohnya.

Dalam hal ini bisa kita yang memberikan contoh. Misal dari tindakan-tindakan kita ataupun tindakan si anak. Atau dari lingkungan yang anak lihat di sekitarnya. 

Namun catatannya adalah saat kita memberikan contoh kata congkak dalam kehidupan nyata, jangan sampai jatuhnya adalah ghibah atau bahkan mencemarkan nama baik orang.

3. Bermain peran

Pada dasarnya anak-anak suka bermain. Melalui bermain ini anak belajar kan? Maka permainan bermain peran ini juga kita bisa mengenalkan makna congkak dari peran-peran di permainan itu.

4. Pilihlah kata dan kalimat yang sederhana.

Anak-anak tetaplah anak-anak, daya nalar mereka masih terbatas. Maka agar pemahaman mereka tentang makna congkak bisa diserap dengan baik maka pilihlah kata dan kalimat yang sederhana saat berdiskusi dengan anak-anak.


Alhamdulillah, tipsnya sederhana saja ya Sobat Hamim. Bagaimana caranya mengajarkan makna congkak pada anak-anak kita.

Rumah adalah sekolah pertama bagi anak dan orang tua adalah pendidik pertama mereka juga. Maka, menumbuhkan karakter baik dan mengenal berbagai macam sifat ada baiknya jika dimulai dari rumah.


Semoga ulasan mengajarkan makna congkak pada anak ini bermanfaat bagi Sobat Hamim ya! Semangat mencoba untuk dipraktikan!
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

40 komentar

  1. Wah ini yang yema congkak ya? Keren bgt sih ambilnya mengajarkan anak makna congkak. Jadi reminder buatku yg agak lupa ngajarin mereka tentang literasi congkak ini hehe. Penting padahal, biar mereka bisa paham apa yg dirasakan, dan apa yg hrs dilakukan saat menghadapi situasi itu

    Anw, ilustrasinya gemes deh kakak nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibuk di balik gawaiiiiiiii selamat menyelami makna congkak hahaha ih situ lah yang gemesin ilustrasinya. Gimbul2 jadi pengen tak bungkus tak bawa pulang

      Hapus
  2. Semoga kita sebagai orang tua dapat menjadi madrasah utama bagi setiap anak-anaknya sehingga dapat mengajarkan setiap makna hidup, untuk melakukan yang baik dan menjauhkan diri dari hal-hal buruk seperti congkak

    BalasHapus
  3. Mba..kenapa pas aku baca judulnya yg dipikiranku kok mengajari anak mencongak (matematika) ya..wkwkw

    Kayaknya aku butuh minum..

    Suka tipsnya sama ilustrasiny..selalu menarik...

    BalasHapus
  4. Setuju mbak Hamim, bahwa sebuah kata mau itu baik atau buruk maknanya, ttep harus di sampaikan pada anak. Dan salah satu caranya apa yang disampaikan mbak ...
    Manteeppp

    BalasHapus
  5. Kalau gak baca ini pasti gak akan tahu tips mengajarkan makna congkak ke anak2 hehe. Ini akan aku info ke kakak aku nih biar anak2 nya gak congkak. Thanks mba Hamim atas info dan tips nya :)

    BalasHapus
  6. Bener banget mom, perlu memang mengenalkan banyak tipe sifat pada anak supaya anak ngga kaget dan tahu cara merespons dengan baik, setuju banget sama pesan-pesan di dalamnya :)

    BalasHapus
  7. Wah... Bunda sempat salah persepsi and salah baca. Pas sekilas baca judul, mikir .... ooo, rupanya main congklak ada maknanya.

    Ndilalah rupanya congkak alias sombong...Langsung ingat lagu dech...

    Bukan yang congkak, bukan yang sombong
    yang disayangi handai dan tolan
    anak-anak yang tak pernah bohong
    rajin belajar, peramah dan sopan...

    Nah... kalau Bunda nyanyi ini aja untuk mengajarkan ya... ๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  8. Penting banget nih memang mengajarkan nilai baik, termasuk tidak congkak. Apalagi di masa anak seperti ini penguatan nilai nantinya dibawa sampai dewasa. Makasih banyak tipsnya ya mbak

    BalasHapus
  9. anakku baru taunya sombong nih mb, ehm mgkn bisa kali ya ak kenalin sinonimnya..
    biar makin banyak kosakatanya. thanks mb hamim

    BalasHapus
  10. Nah, kasih tahu dong mb hamim contoh yang nomor dua biar ga jatuh ghibah, karena tipis jaraknya kalau kasih contoh nyata.

    BalasHapus
  11. Yach memang perlu dijelaskan arti sebuah kata yang negatif dalam visualisasi, baik itu dengan bermain peran dan contoh.

    BalasHapus
  12. Jadi kepikiran mau diskusi tentang congkak deh, boleh nih...

    BalasHapus
  13. Makasih banget mbak hamim tipsnya, jadi tambah pencerahan. Seringnya menjelaskan sesuai bahasa anak masih menjadi tantangan tersendiri. Kudu belajar terus nih ..

    BalasHapus
  14. Harus congkak ya tapi kalau kita mumpuni di bidang itu, agar bisa memberi manfaat lebih. Asal tidak didampingi dengan nafsu merasa lebih baik

    BalasHapus
  15. Tips yang bermanfaat banget mba..
    Benar juga nih mba, kita harus mengejarkan sifat" termasuk congkak ini pada anak sejak dini..

    BalasHapus
  16. Terimakasih sharingnya, kadang kita sebagai orangtua tidak menyadari berkomunikasi dengan anak dan interaksi kita kepada orang lain yang diperhatikan anak mengandung kalimat dan gesture tubuh yang mengandung congkak ini, karena mereka adalah peniru yg ulung

    BalasHapus
  17. Biasanya mengajarkan makna kata baru ke anak, saat dia bertanya. Baru deh panjang lebar dibahas.
    Atau saat baca buku dan ketemu kata yang menurut Bunda dia belum paham. Bisa jadi bahan diskusi

    BalasHapus
  18. Ikut challenge "congkak" di grup 1 minggu 1 cerita ya?

    hihihi seru ya? saya juga setor

    saya congkak untuk privilege yang saya dapat sebagai blogger

    jadi sekalian tuntasin ODOP ISB :D

    BalasHapus
  19. Keren nih, kadang suka gak kepikiran juga ya mengajarkan sifat-sifat manusia yang bisa jadi itu merugikan orang lain. Jadi mengenalkan dan belajar memahami sejak dini kayanya pas banget biar anak bisa memilah mana baik dan tidak :)

    BalasHapus
  20. Cocok nih mba Hamim, aku juga suka tipsnya mengajarkan kata, dengan Berman peran.

    Itu menurutku lebih masuk kedalam logika nalarnya nakanak ya mbak.

    BalasHapus
  21. Aku kira congkak itu adalah congklak, yang terdiri dari 2 pemain. Biasanya tiap lubang diisi dengan 7 biji. Tapi seperti nya bukan ya hihihi

    BalasHapus
  22. Aku tadinya salah baca juga, mbak Hamim. Wkwkwkwk. Masak iya sih balita main congklak. Baca lagi, oh congkak sombong๐Ÿ™ˆ. Makasih tipsnya, Mbak ๐Ÿ’™

    BalasHapus
  23. Waahh junur banget kalau ga baca ini aku jadi ga tahu maknanya mengajarkan congkak pada anak.. hehhehehe

    BalasHapus
  24. Waktu anakku masih kecil dulu, aku suka mendongeng sebelum tidur. Disitu aku ciptakan tokoh antagonis yg congkak dan tokoh protagonis yang baik hati dan tidak sombong. Disitulah tertanam apa itu congkak. Besok paginya pas berangkat ke sekolah, dalam perjalanan, aku suruh cerita resume dongeng semalam. Paling manjur deh itu

    BalasHapus
  25. Mengajarkan nilai tertentu pada anak dengan cerita itu memang sangat efektif. Ketimbang diberitahu secara langsung, lewat cerita atau hikmah akan lebih melekat

    BalasHapus
  26. Terima kasih Mba Hamim, lagi lagi dapat edukasi bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk mendidik anak sejak dini.
    Saya punya keponakan yang saat ini sedang fase dimana dia keras kepala dan mau menang sendiri. Kadang saya sampai gak tahan pengen marahin saking keselnya.
    Ternyata ada pendekatan tertentu yg bisa kita ajarkan kepada anak tanpa harus menghakimi yaa

    Memberikan contoh melalui cerita sepertinya akan bisa diterima oleh Sang Anak..

    BalasHapus
  27. Lingkungan sangat berpengaruh bgt ya mbak, bukan hanya keluarga tp sekitar.

    BalasHapus
  28. Anak-anak itu peniru yang ulung, tapi untuk memberikan contoh makna congkak ke anak, aku setuju dengan pendapat mba Hamim. Kita harus pintar memilih kata, biar ga jadi ghibah atau mencemarkan nama baik orang lain.

    BalasHapus
  29. Mirip miriio ya kemamg congkak dan sombong itu. Btw lacak sifat itu maksudnya kata sifat kah Mbak?

    BalasHapus
  30. Menurutku, congkak lebih parah dari sombong. Duh sifat kyk gini hrs dijauhin deh. Jadi aku setuju klo anak2 kudu diajarin spy gak congkak

    BalasHapus
  31. Menarik metode yang dipakai untuk mengajarkan makna congkak pada anak, salah satunya dengan bermain peran. Dengan metode ini, pengajaran akan terasa lebih hidup, karena tidak hanya sekadar tekstual semata.

    BalasHapus
  32. Definisi paling mudah dijelaskan menurutku adalah definisi dari kacamata islam, bahwa sombong/congkak adalah merendahkan org lain & menolak kebenaran. Merasa punya kelebihan itu gpp asalkan tdk digunakan utk merendahkan org lain

    BalasHapus
  33. perlu banget nih mba, perlu banget ngajarin anak makna congkak sejak dini, biasanya aku paling efektif itu bacain cerita wkwkwk
    makin lucu-lucu infografisnya

    BalasHapus
  34. Terima kasih sharingnya Kak Hamim. Perlu banget nih diajarkan ke anak sejak dini

    BalasHapus
  35. wah iya juga nih anakku juga nggak tahu apa itu congkak atau sombong. sekarang dia tahunya arti bohong aja dan suka bermain-main kalau dia bohong gitu. bingung juga sih gimana menanggapinya

    BalasHapus
  36. Memberi contoh dan mengajarkan makna termasuk kalimat negatif pada anak dengan cara yang tepat mencegah mereka menggunakan kata tersebut dan prilaku dari kalimat tsb.

    BalasHapus
  37. Ya ampun ternyata congkak lebih parah ya dari sombong heuheu, dan gak ada bagus bagusnya sih kedua sifat itu huhu

    BalasHapus
  38. bermanfaat sekali nih, bisa juga saya terapkan pada tiga anak, jadi bisa memperlihatkan langsung kepada mereka ya

    BalasHapus
  39. Wah senangnya baca artikel ini, jadi diingatkan pentingnya menghindari sifat negatif. Sejauh ini baru ngajarin yg sifatnya tidak melukai fisik aja (ga mukul, ngerebut mainan), padahal ada juga sifat2 lainnya yang harus dihindari, termasuk congkak ini. Thank you buat reminder nya mba hamiiim

    BalasHapus

Posting Komentar