=Hamimeha

Karunia Sambas: Rekam Jejak Sang Pemimpi

4 komentar
Karunia Sambas

Karunia Sambas ? Apa yang ada dibenak Sobat Hamim saat mendengar frasa tersebut?

Bisa jadi ada yang menerka jika itu adalah nama pena seseorang. Tak salah sih, tapi pernah kepikirankah jika itu memang nama asli si empunya nama.

Jujur, aku pun awalnya bingung apa ya karunia sambas ini. Di telingaku terdengar asing, rupanya memang berasal dari suku di Sumatera. Wah, menarik ya!

Karunia Sambas adalah blog dari seorang ASN di bidang medis. Tebak coba apakah bidang medis yang digeluti? Yup!

Daripada penasaran kan, yuk cuss ikuti ulasanku tentang sosok karunia sambas rekam jejak sang pemimpi!

Mengenal Sosok Karunia Sambas


Taraa, kita akan mengenal sosok Karunia Sambas dari pekerjaan dan produktifitasnya di dunia literasi. Karya-karyanya tak hanya berupa buku melainkan tersebar juga di media cetak dan online bergengsi. Selain itu, nama Karunia Sambas juga sering kali muncul di jajaran pemenang kepenulisan cerita anak maupun blog. Wow banget kan! Yuks lah kita kenalan lebih dekat!

Lika Liku Pengalamannya dalam Pekerjaan

Karunia Sylviany Sambas adalah nama lengkap dari si empunya blog karunia sambas. Uniknya, sambas adalah nama keluarga. Dara kelahiran Tanjung Balai, Sumatera Utara ini adalah si sulung dari 4 bersaudara. Ehm, aku bisa membayangkan kemandirian beliau.

Eits, kok bisa menebak begitu?

Nah, yuks aku cerita sedikit tentang perjalanan Karunia Sambas hingga akhirnya menjadi seorang ASN tapi juga blogger. Wah menarik ya?

Muslimah yang menjadikan menulis adalah terapi ini adalah seorang lulusan D-IV Bidan Pendidik yang kemudian memulai karirnya sebagai pengajar di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) di Kota Tanjungbalai pada tahun 2015.

Eits, rupanya sebelum mengajar penulis cernak ini melakoni banyak hal sehingga kaya akan pengalaman. Mulai dari menjadi guru les, jualan kebutuhan muslimah, reseller skin care, dan bergabung pula dengan agen payfazz hingga menjadi agen premium.

Keren ya, pasca lulus apapun digeluti untuk membuatnya menjadi pribadi tangguh. Inilah kusebut bahwa Karunia Sambas adalah sosok mandiri sekaligus gigih.

Kegigihan blogger penyuka tanggal 20 ini terbukti dari perjuangannya mewujudkan keinginan kedua orang tuanya terkhusus almarhum papanya yang mencita-citakan putri sulungnya menjadi abdi negara.

Tak cukup sekali, perjuangan penulis buku Menjadi Astronot: KumCerNak tentang profesi terbitan Yrama widya ini dalam serangkaian tes CPNS dimulai sejak tahun 2013. Menariknya, setelah dua tahun berusaha namun tak juga membuahkan hasil.

Di tahun 2018, ia mencoba kembali berjuang di medan laga menjadi ASN. Bagaimana hasilnya? Perjuangan panjang disertai rapalan doa dari orang sekitar, ibu, dan dirinya sendiri mengantarkannya menjadi salah satu ASN.

Masya Allah ya!

Karunia Sambas dan Dunia Literasi

Yes! Siapa sangka ya Sobat Hamim. Blogger yang telah menelurkan empat buku solo ini memang sudah berkecimpung di dunia literasi sejak lama. Kecintaannya pada buku membuatnya terus istiqomah dalam membangun budaya membaca dalam kehidupan sehari-hari.


Karunia Sambas memulai debutnya sebagai penulis lepas di berbagai media sejak tahun 2013. Selama dua tahun lamanya dedikasinya dalam dunia kepenulisan mengantarkan namanya sering "mejeng" di beberapa media cetak maupun online.


Sayangnya, aktivitas tersebut terhenti di tahun 2015. Tampaknya kesibukan saat itu membuatnya belum bisa fokus lagi di dunia kepenulisan. Namun selang tiga tahun kemudian. Allah memberikan pencapaian terbaiknya yakni bergabungnya Kak Karunia Sambas sebagai ASN di tahun 2019.

Sejak itu, dia mulai fokus dengan dunia literasi kembali, baik dalam menulis buku antologi, duet, maupun solo. Dibuktikan dengan lahirnya berbagai judul buku di dua tahun terakhir. Layak jika dia cukup produktif, rupanya hal ini sebanding dengan keaktifannya dalam meningkatkan potensi menulisnya dengan bergabung di beberapa kelas maupun forum menulis.

Tidak ketinggalan semangat membaca yang terus dimaksimalkan. Ditambah lagi, keahliannya di tulis menulis ini terlihat dengan munculnya nama Kak Karunia Sambas ini di jajaran para pemenang lomba. Baik sebagai penulis cerita anak maupun blogger. Tak hanya itu, kemampuannya di dunia literasi ini juga ia bagikan dalam forum atau kelas lho!

Ada yang pernah ikut kelas Perkasa Kreatif Writing atau Mya'z Scritp Agency? Nah, salah satu ladang berbagi ilmu Kak Karunia Sambas selain di blog dan laman media sosial.
Tentang karunia sambas
Wah, keren ya! Lebih keren lagi, nih penuturan blogger yang memanggil pembacanya dengan sebutan Sahabat Khansa itu menyebutkan, "Jika ingin berkontribusi menyehatkan orang bagaimana mungkin jika kondisi pribadi malah memprihatinkan?"

Yup!

Sebagai tenaga medis yang membantu dalam proses kesehatan pasien, maka baginya menyehatkan diri juga penting. Dan menulis adalah laksana terapi menjadi tagline baginya.

Empat Pelajaran dari Karunia Sambas Rekam Jejak Sang Pemimpi

Menyimak sekelumit perjalanan bogger asal Kota Kerang ini membuat kita jadi ikutan semangat ya! Aku sudah berkunjung juga di blog yang memanggil pembacanya Sahabat Khansa ini. Aku jadi merangkum beberapa hal yang bisa kita adopsi nih Sobat Hamim.

Empat pelajaran dari rekam jejak sang mimpi :

Pertama, Pantang menyerah

Yup! Sejak menelusuri jungkir baliknya karunia sambas dalam dunia pekerjaan hingga akhirnya jadi ASN seperti saat ini.

Tidak mudah memiliki semangat pantang menyerah namun ia bisa membuktikan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh insya Allah berhasil. Termasuk keikut sertaannya dalam mengirim karya ke media maupun lomba-lomba kepenulisan.
"Menang itu bonus tapi berani mencoba adalah peluang mendapatkan pengalaman."
Ah, aku jadi merasa tertohok nih.

Kedua, Optimisme

Wow, kata ini tak sembarangan muncul lho. Tapi ini aku ambil dari semangat penulis buku Lord Didi Godfather of Sobat Ambyar ini dalam kecintaannya pada dunia literasi.

Diceritakan bahwa dia sempat vakum namun ia mengupayakan untuk tetap mempertahankan habit membaca. Sekaligus terus mengasah diri dalam bidang kepenulisan. Rubrik dari tulisan yang dimuat bisa Sobat Hamim lihat di blog pribadinya. 

Layak jika dia suka menyabet juara ya. Ketekunannya membawa hasil. Barokalloh!

Ketiga, Terus Berbenah

Ops, apakah ini? Aku saranin Sobat Hamim membaca salah satu artikel blog rekam jejak sang pemimpi dengan judul "Casablanca Halal Mist, Percik Cinta Sang Khansa"

Kenapa? Dalam tulisan ini kita akan merasakan betapa Karunia Sambas bisa sampai di titik ini adalah perjuangannya yang terus berbenah.

Berbenah untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Aku kutip sedikit proses yang ia jalani.

"Minggu demi minggu dalam lingkaran cinta membuat semangat Khansa melekat semakin kuat. Kedekatan dengan teman-teman sahabat sesurga membuat penampilan mulai dibenahi. Jilbab mulai dilabuhkan sesuai syariat. Celana panjang berganti rok lebar, hingga kaos kaki dan kaos tangan menjadi pelengkap yang membuat diri sangat-sangat nyaman."

Fyi, Khansa adalah tokoh muslimah di masa Rasulullah, 
yang Kak Karunia jadikan inspirasi. 
Nah, bisa dibayangkan kan? Ini adalah caranya terus berbenah menjadi muslimah yang Allah ridhoi.

Ssstt! Tulisan ini juga salah satu yang mengantarkannya masuk dalam jajaran pemenang lho. Keren ya!
Pencapaian Karunia Sambas

Keempat, Temukan passionmu!

Yes!

Aku belajar hal ini dari sang pemimpi ini, hehhee. Pasalnya, dia bercerita jika sebelumnya hidupnya kosong tanpa target hingga akhirnya bertemulah dengan halaqah cinta yang katanya membawanya menjadi seperti saat ini.

Alasan kenapa perempuan lulusan pendidikan bidan ini bisa menelurkan banyak karya dalam dunia kepenulisan adalah passion. Yup! Ia berhasil menemukan passion yang selalu membuat hidupnya semangat!

Meski passionnya tak sesuai dengan jalur akademik namun faktanya keduanya berjalan beriringan. Inilah passion, 
It is about what you enjoy the most.

Wah patut diapresiasi ya. Follow your passion! Masih ingatkah kalian dengan tulisanku tentang passion?

Horee, aku sudah kenalin ke kalian sosok yang semoga bisa menginspirasi Sobat Hamim semua ya. Karunai Sambas rekam jejak sang pemimpi ini baru berumur satu tahun lho, masih muda ya! 

Eits, namun isinya memuat perjuangan panjang sang empunya. Jadi, jangan khawatir kita bisa mengenal lebih dekat Karunia Sambas melalui karyanya yang diunggah di blog pribadinya ini yakni Karunia Sambas Rekam Jejak Sang Pemimpi. Silakan berkunjung!
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

4 komentar

  1. Masya Allah, keren tulisannya Kak😍 Aku suka bagian ketiga 'terus berbenah' . Jadi tertohok juga.. thanks, Kak Hamimeha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga bisa menjadi reminder buat kita ya kak. Agar senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak berhenti belajar

      Hapus
  2. Jadi terinspirasi nih dengan Kak Karunia Sambas. Bahkan orang sibuk seperti beliau tetap menyempatkan diri untuk berbagi ya. Masyaallah.

    BalasHapus
  3. Aku pernah ikut kelas di Mya'z tapi lupa pematerinya siapa hehe.
    Keren banget Karunia Sambas ini, inspiratif

    BalasHapus

Posting Komentar