=Hamimeha

Puthuk Panggang Welut Jadi Pengalaman Pertama Kemah Bersama Balita

14 komentar

Puthuk panggang welut
Puthuk panggang welut ada yang pernah dengar? Oke cuss aku mulai cerita ya Sobat Hamim!

Rasa bosan sepertinya tak hanya menyerangku melainkan anak-anak juga. Pandemi belum berlalu tapi ingin liburan. Keluarga kecil kami mungkin termasuk golongan orang yang suka worry jika harus keluar rumah dan membawa balita pula.

Meskipun demikian kami akhirnya memberanikan diri untuk mencari angin segar ke beberapa tempat yang kami anggap aman. Dengan catatan lolos pertimbangan kami dalam memilih tempat hiburan ketika pandemi dan itu hanya di dalam kota.

Nah, di akhir bulan lalu sebuah komunitas kepenulisan membuat program rekreasi menulis ke alam terbuka. Wow menarik sekali bukan? Alam terbuka adalah pilihan yang tepat sebagai destinasi liburan selama pandemi saat ini.

Akan tetapi tantangannya adalah menginap. Bisa dibayangkan menginap di sini bukan di hotel atau losmen apalagi villa. Melainkan berkemah? Nah lho, berkemah sama balita bisakah?

Oke, setelah melakukan pertimbangan panjang akhirnya kami memutuskan ikut rekreasi menulis ini. Dan destinasinya adalah puthuk panggang welut, wah sejujurnya ini pengalaman pertama bagi kami. Bagaimana kondisi di sana?

Yuks lah ikuti ulasanku selanjutnya!

Tips Kemah Bersama Balita

Yeay!

Akhirnya kami memberanikan diri untuk berkemah bersama balita semasa pandemi pula. Sejujurnya masih ada perasaan "ketar ketir". Tapi bismillah, kami mantapkan hati dan menyiapkan kebutuhan sebaik mungkin.

Kunci ketenangan saat melakukan perjalanan adalah kemantapan hati. 
Terlepas kita perlu memastikan hal lain ya. Pasalnya, jika setiap melakukan sesuatu ada keraguan maka dampaknya kita tidak bisa menikmati proses dan hasil dengan maksimal.

Jadi, bismillah setelah mencari info sana sini, memastikan bahwa Puthuk Panggang Welut adalah area aman khususnya bagi balita. Akhirnya kami memutuskan berangkat.

Adapun persiapan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
Tips kemah bersama balita

Pertama, memastikan kondisi semua anggota keluarga fit. 

Artinya kesehatannya dalam keadaan baik. Saat itu aku pun memastikan bahwa duo sholihahku sebelum berangkat digempur dengan beberapa suplemen dalam rangka menambah daya tahan tubuh mereka.

Kedua, optimalkan perlengkapan selama berkemah seperti:

a. Sandangan, yakni baju ganti anak-anak lengkap yang sesuai kondisi di sana. Aku pilih baju panjang, celana panjang, walaupun menggunakan lengan pendek aku pastikan membawa jaket bahkan selimut tidur mereka. Eits, juga penutup kepala dan kaos kaki. 

Hal ini aku lakukan untuk mengkondisikan suasana ketika di sana senyaman saat mereka di rumah.

b. Perlengkapan mandi, make up, dsb saranku bawa secukupnya. Misal sabun dan pasta gigi yang bisa digunakan bersama.

c. Pastikan membawa obat-obatan sendiri lengkap sesuai kebutuhan untuk mewaspadai jika ada kondisi kambuh di perkemahan. Termasuk minyak but but, minyak kayu putih, dan minyak telon.

3. Cari kebutuhan perkemahan yang ready di tempat. Nah, ini penting buat aku. Karena aktivitas ini pengalaman pertama maka hal yang aku perlu jamin adalah aku tidak repot menyediakan tenda, dll.

Jadi, kemarin hanya membawa alas, matras, dan sleeping bag. Ini bisa membantu kita untuk meringankan bawaan kita. Kami berterima kasih kepada panitia yang sudah optimal melayani kami.

4. Wajib ada, lampu atau senter yang bisa menerangi area tenda kita. Nah, ini ada sedikit drama di petualangan kami namu terselamatkan karena penerangan dari senter dan lampu LED yang kami bawa. Eits, lampu LED nya dicolokin ke powerbank. So sediakan powerbank dengan saya penuh.

5. Tak lupa, jika memungkinkan bawa mainan kesukaan anak agar saat anak bosan mereka bisa menjadikan mainan tersebut. Atau ortu bersiap stok cerita atau lagu-lagu yang membuat anak menikmati suasana di sana

6. Sounding.

Wah agak klise ya, tapi ini mujarab lho. Khususnya buat anak-anakku. Jadi, sepekan sebelumnya kami sudah mencoba memberikan wacana kepada mereka. Kami juga memberikan gambaran tentang aktivitas dan susana di area perkemahan.

Apakah berdampak? Sangat!

Anak akan mencocokan cerita dengan fakta di sana. Sehingga bisa menjadikan hal tersebut bahan cerita atau diskusi. Anak akan lebih menikmati.

7. Senantiasa berdoa dari awal perjalanan hingga akhir. Tak lupa kita perlu menjadikan momen ini sebagai tadabur alam.

Berkemah di puthuk panggang welut

Sekilas Tentang Puthuk Panggang Welut

Berkemah diantara pohon pinus
Yeay!

Sobat Hamim akan tahu nih sebenarnya apa sih puthuk panggang welut ini? Apa memang ada welutnya atau bagaimana sampai ada wisata di kawasan hutan pinus? 

Sejarah Puthuk Panggang Welut

Puthuk panggang welut adalah sebuah nama bukit Sobat Hamim. Jadi, area seluas 10 hektar itu merupakan perbukitan yang ditumbuhi hutan pinus. Wahana wisata ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa Manajemen Unesa dengan karang taruna.

Dilansir dari rakyatjelata.com yang langsung menemui salah satu pemuda karangtaruna di area sama, menyebutkan bahwa Asking Forest ini merupakan hasil inisiasi kemenristekdikti dengan pemerintah desa Nogosari, yang kemudian dari hasil tersebut ada penggunaan program hibah dana desa diperuntukan kelolah wana wisata asking forest.

Lokasi dan Tiket

Pasalnya lokasi dari puthuk panggan welut ini berada di area gunung pananggungan. Buat para pendaki tentu tidak asing dengan gununv pananggunangan. Lokasi tepatnya, puthuk panggang welut ini berada di kawasan lereng gunung Penanggungan, Desa Nogosari, Kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Meskipun areanya berada didataran tinggi, rute untuk menuju ke lokasi cukup mudah dijangkau sebab berada di sekitar pemukinan penduduk. Suasana dan panorama khas alam masih sangat terasa. Sejuk, segar, dan aroma hutan sangat lekat.

Untuk tiket masuk juga bisa dibilang murah hanya 10k/orang. Namun kabar baiknya tket free untuk anak balita hehehe. Biaya parkir mulai dari 2k-15k tergantung jenis kendaraan.

Nah, disana juga menyediakan penyewaan tenda. Jadi untuk sobat Hamim yang tidak mau ribet bawa tenda bisa langsung sewa ditempat dengan harga 70k pertenda.

Fasilitas di Puthuk Panggang Welut

Yup!

Sebagai wisata alam sejujurnya panorama yang disuguhkan di puthuk panggang welut sudah cukup eksotis. Di antara hutan pinus, ada panggung besar, mushola dari kayu, toilet yang tersebar di beberapa titik perkemahan, spot foto yang asyik untuk selfie, playgorund, berjajar juga warung-warung yang menyuguhkan gorengan serta berbagai macam hidangan cepat saji.

Bicara spot foto, aku jadi ingin membagikam beberapa kepada Sobat Hamim nih.
Spot foto puthuk panggang welut
Selain itu, ada air terjun juga lho Sobat Hamim.
Ada air terjun watu gedek dan air terjun curah watu. Sayangnya saat itu kami hanya sampai di area air tejun watu gedek saja. Fyi, jalanan untuk mencapai air terjun cukup curam sehingga perlu hati-hati.

Fasilitas puthuk panggang welut

Punthuk Panggang Welut Jadi Pengalaman Pertama Kemah Bersama Balita Yang Menyenangkan


Kesan kami sejak pertama sampai memang suasananya agak ngeri ya karena area perkemahan ada atas. Sedang samping-samping seperti lereng. Selain itu kami disambut hujan meski tak deras. 

Udaranya juga tak terlalu dingin namun semakin malam siap-siap pakai kaos kaki cukup sih. Tak hanya itu, sepanjang malam kami agak terganggu dengan musik yang full diputar oleh beberapa pengunjung ataupun pihak wahana. Entahlah, tapi memang cukup keras. Beberapa teman menyampaikan kesulitan tidur karena suara lagu-lagu tersebut. 

Bagaimana kabar duo sholihah? Sebagai peserta paling imut di Rekresasi menulis FLP Surabaya saat itu. Mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Surabaya mereka ternyata sangat enjoy.

Ada sedikit drama menjelang tidur oleh si sulung tapi alhamdulillah terselesaikan setelah diajak cerita dan dikondisikan. Karena di pukul 9 malam tiba-tiba listrik mati sehingga membuat anak-anak ketakutan, alhamdulillah kami membawa senter dengan stom baterai cukup serta lampu LED. Hal ini membuat tenda kami cukup terang.

Suara di hutan yang ramai dengan hewan juga membuat si kakak jadi teringat rumah. Nah, cara mengatasinya adalah dengan memeluknya sambil terus menenangkan. Kuncinya kita tidak boleh panik dan menerima perasaan si anak.

Setelah semua terkondisikan tidur, keesokan harinya ternyata duo sholihah bangun dengan ceria. Mereka happy sekali melihat pohon pinus dan memiliki pengalaman tidur tanpa kasur di dalam tenda.

Yup!

Misi lain dari keikutsertaan kami di acara kemah ini adalah ingin mengenalkan anak-anak untuk survival di area alam terbuka. Khususnya untuk si putri sulung, dia selama ini sering kali merasa rumah adalah tempat ternyaman dan aman.

Maka dalam rangka membangun jiwa survival, kemandirian, percaya diri, dan berani kepada anak-anak ini yang memotivasi kami untuk ikut berkemah kali ini. Kami berharap untuk tak melewatkan masa golden age mereka. Bismillah..

Alhamdulillah, 24 jam pengalaman kami selama berada di puthuk panggang welut sangat berkesan untuk anak-anak. Tidur di tenda, mendengar suara hewan, bermain di alam, serta mendaki dan meuruti perbukitan yang tak biasa mereka temui di kota rupanya memberi pengalaman tersendiri.

Hasilnya, duo sholihah ketagihan untuk kemah lagi. Wah, kira-kira adakah bumi perkemahan yang cukup ramah anak yang bisa Sobat Hamim rekomendasikan untuk kami?

Semoga cerita pengalaman berkemah kami di Puthuk Panggang Welut ini bermanfaat ya! Selamat mencoba berkemah dengan balita!


Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

14 komentar

  1. maysaAllah suasana dan viewnya healing dan relaxing bangeeeeeettt..
    ga harus nginap kn mb di sana? makan siang bareng ala-ala piknik gt juga boleh kan?
    tapi seru juga ya kalo kemah, seumur-umur belum pernah ngerasain sensasi kemah nih, apalagi sama anak :D
    makasih infonya ya, mb..

    BalasHapus
  2. banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan melibatkan alam. Kami suka, tapi baru sekali saja naik gunung bawa balita mbak. Next, semoga bisa deh ya bercerita dengan destinasi lain dg pengalaman yg lebih mengesankan.

    BalasHapus
  3. Mba Hamim kalau mendeskripsikan sesuatu itu emang pinter. Aku sampai mupeng banget ini pengen camping.

    Udah pernah ada cerita kearah sini sama suamik, tapi dia bilang tunggu si Ragil usia 2 tahun wkwk... Lama amirr daku dah keburu ngiler.

    Btw, alas matrasnya yang rekomended mba? Spill dulu

    BalasHapus
  4. Wahh,, pernah juga aku mba kemah bersama anak waktu masih umur 1tahunan didaerah kaliurang..
    Tapi kemahnya bareng keluarga besar :D seru banget nyewa lahan kemah trus tidur di tenda bareng saudara" yang lain..
    Jadi kangen nih buat acara kayak gini lagi.. Kemahnya waktu pandemi cuma di halaman komplek depan rumah aja kemarin :D hahaa,,

    BalasHapus
  5. masya Allah seru pisan Mom >< ,asik banget kayaknya yak, kalau drama mah pasti ga hanya soal mati lampu dan pakai lampu led ya mom, ada drama serangga masuk? atau ada drama barang ketinggalan? hihihi..
    bayanganku kalau bawa baby itu rempong, ternyata cukup tenang dan rileks itu kunci banget ya Mom, wah aku jadi dapet banyak insight kalau pas traveling jauh bawa bayik besok-besok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw mom, tadi tuh aku hampir aja mau tanya, ini welutnya dimana, eh ternyata nama aja yak :D

      Hapus
  6. Masyaa Allah mbaak..
    Pingiin kemah beneran di alam terbuka..
    Aku selalu suka infografisnya mb Hamim...

    BalasHapus
  7. seru banget mba hamim, enak ya suasananya..
    aku ada planing mau camping juga tpi masih wacana melulu, baca gini jadi makin semangat

    BalasHapus
  8. Seru banget ya liatnya. Paling favorit deh wisata di alam terbuka... Gak terlalu jauh tuh dari surabaya...

    BalasHapus
  9. Baca ini jadi berasa diajak camping, Mbaaaak. Ih mupeng pisan looh, apalagi tempatnya di Pacet. Asyik pastiii

    BalasHapus
  10. Seru sekali mbak acaranya, pas awal baca beberapa pembukaan, aku mikir ini acara FLP kayaknya, eh makin ke ujung ternyata benar. Ternyata mb hamim aktif di flp juga ya

    BalasHapus
  11. Huhu seruuuu bangeeet mbaaa... cita2ku banget bisa camping barengg keluarga seru banget kayanya
    Tapi apa kabar aku 3 baby ya hahahaha
    Mari bersabar sebentar lagi 😆

    BalasHapus
  12. jadi pengen kemah lagi, emang rempong tapi seru, mereka juga akan ingat terus pengalaman menyenangkan ini. kita juga punya skill baru yekan, skill berkemah dengan balita, wkwkwkwk

    BalasHapus
  13. Mimpiku bgt nih ajak anak2 camping. Sayangnya ayahnya yg males. Wkwk jiwa adventure doi kurang asik kayanua. Btw, effort jg ya nenangin anak pas takut mati lampu malem2 di alam bebas. Kebayang sih, ak aja bayanginnya deg2an wkwk. Soon cobain tipsnya buat camping keluarga kaka hamim ;)

    BalasHapus

Posting Komentar