=Hamimeha

Frekuensi Hingga Cara Mencuci Botol Bayi dengan Baik dan Benar

Posting Komentar
Konten [Tampil]
Frekuensi Hingga Cara Mencuci Botol Bayi dengan Baik dan Benar
Pict : freepik/norgal

Botol bayi harus selalu dalam keadaan steril agar kuman dan bakteri tidak menempel pada botol. Sayangnya, terkadang ibu-ibu sering menyimpan botol susu setelah selesai digunakan. Padahal, botol bayi yang sudah dipakai harus segera dibersihkan sesegera mungkin.

Frekuensi pencucian botol bayi yang baik dan benar adalah setiap sebelum 1 hingga 2 jam sekali. Botol bayi harus dicuci bersih dengan sabun. Dengan cara tersebut, maka sisa susu yang menempel pada permukaan botol dapat bersih sempurna dan tidak terminum oleh bayi.

Jika Anda ingin tahu lebih lengkap berapa kali mencuci botol bayi, maka hubungi dokter online. Sekarang, kita bisa berkomunikasi dengan dokter hanya melalui smartphone saja.

Akibat Botol Bayi Tidak segera dibersihkan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa botol bayi yang sudah digunakan harus segera dicuci. Jika Anda sampai membiarkan botol bayi kotor terlalu lama, maka bisa menyebabkan hal-hal sebagai berikut.

1. Dapat Meninggalkan Kerak Pada Dasar Botol

ASI dan susu formula akan meninggalkan noda pada pinggiran botol dan dasar botolnya. Bahkan, jika menumpuk, noda ini menjadi semakin susah dihilangkan dan meninggalkan kerak pada bagian dasarnya.

Tidak hanya membuat botol susu menjadi pudar warnanya dan tampak kotor, noda susu juga berisiko memicu bakteri. Sisa noda membuat botol susu menjadi lembap. Kondisi inilah yang disukai bakteri dan kuman. Akibatnya, botol susu bayi menjadi tidak higienis lagi.

2. Bagian Dot Tidak Lagi Higienis


Ketika meminum susunya dengan botol, area dot tidak sepenuhnya selalu berada di dalam mulut bayi. Bayi tersebut mungkin melepasnya dan membiarkan dot ini terbuka. Padahal, pada permukaan dot masih terdapat air liur balita yang membuat dot menjadi lembap.

Saat dot dalam kondisi lembap, bakteri dan kuman penyebab penyakit akan mudah hinggap dan berada cukup lama pada permukaan dot. Jika tidak langsung mencuci dan mensterilkan botol susu, maka dapat menyebabkan kuman semakin menyebar ke bagian lainnya. Hal tersebut berisiko membuat balita mengalami gangguan pencernaan.

3. ASI Mudah Terkontaminasi Bakteri


Beberapa botol susu berfungsi ganda. Tidak hanya dapat digunakan untuk memudahkan balita minum susu, tapi juga dapat Anda gunakan sebagai wadah penyimpan ASI perah. Masalahnya, jika ASI perah disimpan pada botol susu yang belum sepenuhnya bersih, maka ASI yang baru justru akan terkontaminasi bakteri.

ASI yang akan diminum bayi menjadi kurang sehat dan nutrisinya berkurang. Akibatnya, ASI yang tercemar bakteri berisiko menimbulkan diare pada bayi.

4. Bagian dalam Botol Menjadi Tempat Pertumbuhan Kuman


Selain membiarkan botol susu menumpuk, biasanya Anda juga melakukan pencucian yang salah. Setelah dicuci, direndam sebentar, botol susu sebaiknya segera disterilkan dengan dimasukkan ke dalam air mendidih. Kuman yang ada pada busa pencucian bisa masuk kembali ke dalam botol. Hal itu terjadi karena kebiasaan merendam botol susu dalam waktu lama dan tidak langsung disterilkan.

Kondisi tersebut membuat bagian dalam botol menjadi sarang kuman dan bakteri. Jika balita menggunakan botol untuk minum susu, maka kuman ini akan menyerang tubuhnya dan menimbulkan demam.

5. Botol Susu Menurun Kualitasnya dan juga Tidak Awet


Terakhir, Kerak susu di bagian dasar botol akan semakin sulit dihilangkan jika tidak langsung dibilas. Hal ini membuat botol susu menjadi keruh dan tidak lagi dapat digunakan karena sudah terkontaminasi bakteri.

Padahal, beberapa botol susu memiliki harga yang cukup mahal. Jika ingin lebih berhemat dan memiliki botol susu awet, maka rawat botol susu dengan benar.

Cara Mencuci Botol Bayi dengan Baik dan Benar


Setelah Anda mengetahui bahaya botol bayi tidak dibersihkan, maka kali ini kita akan bahas cara mencuci botol bayi dengan baik dan benar.

• Cuci tangan Anda terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang botol bayi.

• Buang sisa makanan atau minuman dari botol bayi dan lepaskan seluruh bagian botol yang bisa dilepas, seperti puting dan tutup botol.

• Bilas botol, puting, dan tutup dengan air hangat untuk menghilangkan sisa makanan atau minuman.

• Gunakan sikat botol bayi yang dirancang khusus untuk membersihkan botol dan puting bayi. Lalu, rendam botol dan perlengkapan lainnya dalam air panas yang sudah dicampur dengan sabun pencuci piring yang aman untuk bayi. Sikat bagian dalam dan luar botol, puting, dan tutup dengan lembut sampai bersih. Pastikan Anda menyikat seluruh permukaan botol dan puting, termasuk bagian bawah dan sudut-sudut kecil di dalam botol.

• Bilas botol, puting, dan tutup dengan air mengalir hangat untuk menghilangkan sabun dan residu lainnya.

• Rebus botol, puting, dan tutup dalam air mendidih selama 5-10 menit untuk memastikan sterilisasi yang benar. Jika botol dan perlengkapan lainnya terbuat dari bahan tertentu yang tidak dapat direbus, Anda dapat menggunakan sterilisator bayi atau membersihkannya dengan disinfektan khusus untuk botol bayi.

• Jangan keringkan botol dengan lap atau handuk, sebab dapat menimbulkan bakteri. Alihkan saja botol bayi dan perlengkapan lainnya di atas rak pengering botol bayi yang bersih. Anda juga bisa biarkan botol mengering dengan sendirinya di udara terbuka.

Pastikan Anda mencuci botol bayi dengan baik setiap kali digunakan. Lalu memastikan juga bahwa botol, puting, dan tutup selalu dalam keadaan steril sebelum digunakan. Dengan cara ini, Anda dapat memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan dan keamanan bayi.

Demikian frekuensi hingga cara mencuci botol bayi dengan baik dan benar. Semoga informasi ini memberikan manfaat.

Sumber Gambar:

https://www.freepik.com/premium-photo/washing-baby-bottles-nipples-with-soft-bottle-brush-dishwashing-liquid_15957017.htm

Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

Posting Komentar

Popular