=Hamimeha

Quote Inspirasi:Membangun Jiwa

Posting Komentar



Suatu kali dalam kondisi tertentu kita mendapati ada kalimat yang "ngena" banget di hati kita. Entah dari ucapan seseorang ataupun setelah membaca buku. Bisa jadi saat nonton film. Biasanya kalimat yang "ngena banget" itu akan kita jadikan salah satu pelecut di kala kita sedih, kecewa, kesal, ataupun marah. Sebut saja quote inspirasi untuk membangun jiwa. Agar apa? Agar kita tidak larut dalam emosi negatif yang berlarut-larut.


Quote menurut arti katanya dalam Bahasa Inggris adalah kutipan (kata benda), mengutip (kata kerja). Sedangkan menurut Oxford Learner's Dictionaries menyebutkan quote is a group of word or a short piece of writing taken from book, play, speech, etc and repeat because it is interesting or usefull.

Sedangkan menurut Lexico, menyebutkan quote (v)  means repeat or copy out words from a text or speech written or spoken by another person.

Sederhananya, quote adalah kalimat yang kita copas (copy paste) untuk menjadi inspirasi bagi kita. Hehehee.

Nah, dalam hal ini aku sendiri memiliki quote yang aku ambil dari buku-buku yang aku baca. Sebenarnya banyak quote (kutipan) yang aku temukan sih. Namun ada 3 buku yang sering aku buka berkali-kali di saat kondisi lagi down.

Tiga tersebut mengandung quote inspirasi yang membangun jiwa dengan masing-masing kategori.

Pertama, quote menggugah iman.

Biasanya aku akan membaca buku ini kalau lagi turun iman. Gimana itu? Ya kalau lagi down, ibadah kacau, istilahnya sih lagi futur.  Dr Nashir al- Umar menjelaskan, "futur adalah rasa malas, menunda, lambat setelah bersemangat, tidak bergairah dalam kebaikan." (Al futur, maddzohir asbab ilaj, Hal. 22).

"Hidup adalah masa karya. Setiap kita diberi rentang waktu, yang kemudian kita sebut umur, untuk berkarya. Harga hidup kita, di mata kebenaran ditentukan oleh kualitas karya kita. Maka sesungguhnya waktu yang "berhak"  diklaim sebagai umur kita adalah sebatas waktu yang kita isi  dengan karya dan amal. Selain itu, ia bukan milikmu." (Hal 46)

"Tak satu pun di antara para peserta kehidupan itu yang diberitahu di mana dan kapan ia harus berhenti. Sebab tempat pemberhentian pertama yang engkau tempati berhenti adalah ajalmu. Akhir masa karyamu"  (Hal. 46)

Hampir setiap aku membaca halaman per halaman dari buku tersebut isinya adalah quote menggugah iman. Seperti yang tertulis di halaman 32 ini,

"Ternyata, hidup itu adalah sebuah pertanggung jawaban. Ia bukan permainan. Sebab ia diberikan kepada kita atas dasar sebuah perjanjian mahaskaral dengan Allah, Sang Pencipta kehidupan. Dan bumi ini, tempat dimana kehidupan menusia di semaikan, adalah panggung pementasan amanah."

Jleb banget kan ya!

Dalam sebuah hadits Nabi pernah bersabda,  "Setiap amalan ada masa bersemangat dalam melakukannya dan setiap masa bersemangat ada waktunya melemah." (Riwayat Ahmad disahihkan Albani).

Jadi, berada di titik terlemah kita itu manusiawi banget. Tak perlu disangkal. Sebab emosi itu memang ada. Dalam buku inipun aku menemukan bagaimana sikap seorang manusia dalam menghadapi emosi-emosi itu. Penulis menjabarkan dengan bijak serta membalutnya dengan kisah para sahabat yang membuat malu diri ini.

"Perasaan adalah penghuni rumah hati kita. Tabiat keoenghuniannya seperti kepribadian kita. Kadang ia menjadi penghuni yang baik. Di lain waktu ia menjadi penghuni yang nakal. Kadang ia bergemuruh bagai gelombang. Kadang ia melambai-lambai bagai riak-ria kecil." (Hal. 101)

"Jangan sekali-kali meremehkan perasaan.' Kata Syekh Ali At-Thanthawi. "Sebab, manusia dengan perasaannya. Ia adalah tempat persinggahan dua hal yang tersuci  di dunia ini: iman dan cinta."

Quotenya jleb, jleb ya?


Buku ini menurutku isinya quote semua deh. Hahaha, karena penuh kekuatan kata-katanya. Bahkan saat kubaca kata pengantar sebelum aku tulis ini. Sejujurnya meski sudah beberapa kali baca buku ini belum pernah melirik kata pengantarnya.

Nah, kemarin tuh nyempatin baca. Daebak lah! Emang mantul penulisnya. Beliau melahap buku tak hanya tentang menambah pemahaman keislaman melainkan buku-buku "kiri". Dan yang mengherankan begitu penuturan si kata pengantar. Penulis ini mampu menyaring apa yang dia baca. Mencerna dengan baik tanpa terasuki kata-kata dari buku yang dia baca. Apakah judulnya? Iya, Arsitek Peradaban. Karya Anis Matta.

Kedua, quote penguat diri

Apaan sih? Hahahaha.
Pernah ngalamin merasa gak pede sama pencapaian hidupmu sekarang? Urusan kerjaan, pilihan atas keputusan fokus pada bidang tertentu misalnya. Nah, aku pernah banget. Dan jika dalam posisi seperti itu. Buku yang sering aku baca berkali-kali adalah karya Rene Suhardono. Tentang apa? Aku sudah sempat nulis di sini. Your job is not your career.

Penyampaian dalam buku itu ngalir, ringan tapi fullpower buat bangkitin semangat kita lagi. Buanyak sih. Tapi aku kutip yang udah aku tandai saja ya!

"Hidup tanpa tujuan hidup yang jelas bisa diibaratkan seperti berpacu pada lintasan yang salah. Saat pacuan dimulai tentu tidak ada kesempatan lagi untuk berkontemplasi dan berpikir panjang. Fokus ada pada melarikan kuda secepatnya. Apa yang terjadi apabila berpacu pada lintasan tersebut bukanlah pilihan hidup kita? Tidakkah kemenangan sehebat apapun akan terasa hampa? Segenap upaya, tenaga dan perhatian akan terbuang percuma tanpa makna." (Hal.75)


Yup!
Buku ini memang mengarahkan kita untuk menjalankan apa yang benar-benar ingin kita lakukan. Tak sekedar karena sebuah kesenangan melainkan juga menghasilkan. Itulah nantinya tak ada lagi bantahan, kerja ngejar kesenangan atau tuntutan?

Hehehe.

"Mencari purpose of life bisa diibaratkan dengan upaya membuka pintu yang di dalamnya ada pintu-pintu lain yang harus dibuka. One open door will lead you to more door. Setiap pintu tersebut hanya terbuka apabila kamu berkerja sesuai passion dan memberikan yang terbaik.

Terakhir, what's your passion?
And what's your mission in life? "
(Hal.81)

Nah lho!
Terus ada yang tanya nih. Memang passion itu apa?

Passion, it is not what you are good at. It is what you enjoy the most!

Coba kamu bayangkan bekerja dengan sesuatu yang menyenangkan untuk kamu lakukan. Asyik bangetkan!

Jika dihubungkan dengan pekerjaan. Mengapa harus sesuai passion. Agar kita gak lelah saat rasa bosan menyerang. Membicarakan passion ini maka kita akan mencoba mengupas tentang karier kita. Jadi, jangan berpikir menuruti passion artinya hanya bersenang-senang saja. Tidak benar!
Nah, simak deh quote berikut:

"Karier merupakan totalitas kehidupan prosefisonal sejak mata terbuka di pagi hari hingga kembali terlelap tidur. Tidak semata terkait cara-cara memperoleh penghidupan, karier berhubungan erat dengan passion, tujuan hidup, values, dan motivasi dalam berkarya untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan (keluarga, perusahaan, negara, makhluk lain, dan alam semesta)."

"Tujuan karier adalah kebahagiaan dan ketercapaian. Dan tidak ada cara yang lebih tepat-dan nyaman ( paling tidak untuk diri sendiri) apabila karier kita dikenadalikan oleh passion kita. Your career is yours, your career is you."

(Hal.23)

Masih banyak sekali kalimat yang menggairahkan buatku. Kadang nampol sih, jadi aku berpikir saat lagi males maka segera kubuka buku ini.

Ketiga, quote inspirasi pengasuhan

Buku ini aku baru saja membacanya. Bahkan belum selesai kubaca habis. Tapi sejak awal membaca pembukanya membuat aku sadar akan satu hal. "Aku harus lahir sebagai orang tua yang memutus innerchildku agar tak kuwariskan pada anakku."

Kok bisa?
Iya, sesuai dengan kutipan ini:

"Kadang kita lupa bahwa cara mengasuh anak, layaknya seperti cinta, adalah kata kerja  perlu usaha untuk memberikan hasil yang positif. Ada banyak kesadaran diri yang perlu dilibatkan untuk menjadi orang tua yang baik. Kuta perlu melihat apa yang dilakukan ketika lelah, stress, dan ditarik sampai ambang batas. Tindakan kita ini dinamakan default setting--pembawan alami--- kita. Pembawaan alami adalah tindakan dan reaksi yang kita lakukan ketika terlalu lelah untuk memilih cara yang lebih baik. Kebanyakan pembawaan alami kita diturunkan dari orang tua."
(Hal 6)

Tuh kan, alih-alih aku sedang belajar mengasuh anak sejatinya aku sedang mengobati pola asuh yang aku terima. Banyak sekali wawasan baru yang aku dapat untuk melahirkan generasi yang tangguh. Tangguh lho ya?! Gak sekedar pintar secara akademik. Tapi lebih dari itu.

Dan ketangguhan ini terbangun dari anak yang lahir bahagia. Belajar dari negara dengan rangking negara paling bahagia no 1 di dunia ini. Rahasia pengasuhannya ada pada quote berikut:

" Anak-anak yang bahagia tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia, lalu membesarkan anak-anak yang bahagia juga dan seterusnya." (Hal xxiii)


Jleb bangetkan ya!

Jadi sumbernya ada pada diri kita. Sebagai pribadi ataupun menjalankan peran lainnya. Jika kita bisa menemukan kebahagian dari passion yang kita temukan dengan landasan iman yang kuat. Maka saat kita menjalankan peran sebagai orang tua pemahaman akan kebahagiaan ini kita tularkan kepada anak-anak kita. Begitu seterusnya.


"Memberikan ruang dan menghormati zona perkembangan optimal bisa membuat anak-anak mengembangkan kompetensi maupun kepercayaan diri dalam pusat kendali internal karena mereka merasa bertanggung jawab pada tantangan dan perkembangan mereka sendiri." (Hal 16)

Saat menjadi orang tua membuat anak bertumbuh secara utuh adalah cara terbaik menjadikan mereka manusia tangguh. Itulah pesan tersirat dari buku ini. Buku apa sih?

The Danish Way of Parenting karya Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandhail. Bukunya inspiratif dan pastinya aplikatiflah buat kita sebagai orang tua.

Nah, itulah 3 quote inspirasi membangun jiwa dari 3 buku dengan kategori masing-masing ya. Kalau kamu, apa quote favoritemu?

Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar