Cari Blog Ini

Minggu, 03 Mei 2020

Jalankan saja Peranmu

Alhamdulillah, masih diberi nafas hingga detik ini. Masih ada sepiring nasi lengkap dengan lauknua meski tal mewah. Masih berkumpul.denga  keluarga, masih bisa bercanda, masih bisa saling berselisih kemudian  menekan ego masing-masing agar tak semakin melebar.

Dan masih banyak alasan untuk bersyukur hari ini. Beredarnya curhatan bahkan postingan benrapa kawan tentang dampak wabah covid-19 ini membuat pilu. Khususnya bab peerputaran roda ekonomi serta upaya mengepulkan asap dapur.


Meski bantuan.dari pemerintah telah digelontoran sekian rupiah. Namun nyatanya masih banyak yang merasa tidak tertembak bantuan itu.

Kadang berfikir? Dalam kondisi maut bisa datang kapan saja saat ini. Ada saja orang yang tak punya perasaan berlaku tak manusiawi demi kepentingan pribadi. Ah, maafkan diri yang berprasangka buruk.

Miris dan sedih mendengar dan membacanya. Tapi juga tak banyak yang bisa dilakukan.
Siapa aku?

Hal terbaik yg bisa dilakukan adalah jalankan peran saat ini. Jika ingin menekan penyebaran virus ini maka ikuti protokol pemerintah. Terlelpas kabarnya masih banyak TKA yang masuk negara kita tercinta. Setidaknya, kota tak ambil bagian menjadi sumber masalah.

Jalankan saja peranmu

Sabtu, 02 Mei 2020

Rumah Tanpa Televisi

Ramadan ke-9, masih diwarnai dengan berita tentang covid-19. Bahkan kabarnya korban terinfeksi dan dinyatakan positif semakin banyak. Akibat masih banyak yang tidak abai dengan protokoler dari pemerinta.  Belum lagi kasus semakin maraknya kriminalitas karena kebijakan mengelurakan narapidana dalam rangka menekan penyebaran virus corona ini.


Di tambah lagi, di Hari Pendidikan Nasional ini muncul info bahwa agenda pendidikan dengan belajar di rumah akan diperpanjang hingga akhir tahun 2020. Selamat para orang tua, kalian akan merasakan bagaimana rasanya hampir setahu menjadi guru untuk anak anda.

Dan para provider akan berlomba-lomba menyiapkan kebutuha  kuota selama di rumah saja.


Jumat, 01 Mei 2020

Ramadan di Rumah


Aku, mungkin hanya salah satu mahkluk Tuhan yang menunggu momen kemeriahan ibadah di bulan Ramadan. Bisa safari masjid untuk ngabuburit  menunggu bedug magrib di tabuh. Menjajali  sajian menu ifthor masjid- masjid besar hingga menikmati kajian dan Aholayt Tarawih dari bermacam imam. Seru ya! Pasti.

Iktikaf, aktivitas yang berharga buatku. Selain moment ibadah bisa maksimal didukung suasana rumah ibadah yang  nyaman. Perasaan memiliki kawan seperjuangan untuk melawan kantuk dan mengejar target tilawah sehingga pemandangan membaca Al quran dengan khusyuk setiap yang di sana menambah syahdu suasana malam Ramadan.

Sayangnya, kini agak berbeda.
Tak ada safari masjid. Menu ifthor lebih banyak bikinan sendiri yang rasanya entah kemana. Karena sang koki adalah pemula di bidang perdapuran.Tak ada nuansa masjid, hanya sekotak kamar atau ruang yang terus diulang seperti reff lagu.

Sejak merebaknya wabah yang berasal dari kota Wuhan yaitu Virus Corona yang sekarang disebut Covid-19. Pemerintah membuat kebijakan untuk masyarakat di rumah saja. Dalam rangka memutus penyebaran virus covid-19 ini. Bahkan di saat kesempatan Ramadan kali ini. Segala macam bentuk  aktivitas yang membuat kerumunan diatur tak terkecuali dalam hal ibadah.

Sedih? Iya.
Sangat sedih.

Namun aoa boleh buat?  Grafik korban akan adanya wabah ini semakin meningkat dari hari ke hari. kabarnya virus ini bermutasi sehingga menimbulkan gejala baru bagi yang orang yang terjangkit. Gejala yang hampir mirip dengan flu ini membuat kuatir sebagian besar orang. Bahkan ada guyonan, " kentut seakan lebih berwibawa sekrang daripada bersin dan batuk". 

Ah, terlepas dari itu semua. Ada hal yang perlu dipahami sejak awal. Apa yang terjadi tentu ada hikmahnya. Meski dari lubuk hai terdalam ada perasaan was-was berkepanjangan. Di bulan pahala dilipat gandakan, jangan sampai kita ketinggalan. Tetap lakukan dengan maksimal.
"Khusyuk itu di hati, bukan di masjid," kata seorang ustadz di sebuah kajian yang aku dengar. Benar juga ya? Istimewa Ramadan tak berkurang hanya kaena kita di rumah saja.

Ramadan tetap bog sale pahala saat kita melakukan ibadah- ibadah di dalamnya. Memperbanyak kebaikan. Sedikit berbeda karena aktivitas tak lagi di luar, jamaah sholat tarawih di rumah saja, ngabuburitpun lebih banyak melakukan aktivitas di rumah.

Suasananya mungkin berbeda tapi Ramadan tetap istimewa.
Jadi tetap perbanyak ibadah, tilawah dan sedekah. Mendengarkan berbagai kajian meski tidak di masjid namun dunia digital memudahkan kita memilih kajian yang kita inginkan. Bertebaran kajian onlline yang dilakukan oleh berbagai instansi. Jadi tidak ada alasan karena di rumah saja Ramadan jadi berkurang maknanya.

Sobat, mari himpun keberkahan Ramadan di rumah. Lakukan dengan keluarga, mungkin inilah cara Allah agar kita lebih dekat dengan orang tua kita, pasangan dan anak-anak kita. Jika di Ramadan sebelumnya, puasa tapi masih kerja belum lagi undangan buka bersama yang padat merayap kini berganti untuk bisa lebih maksimal di rumah, membersama mereka dan menjalakan ibadah bersama di rumah saja.

Tak ada yang berkurang dari keistimewaan Ramadan, manfaatkan dan kejar dengan maksimal.

Semangat!

.:3ha.:

Pilihan menjadi Ibu Bekerja ( Working Mom)


Bertahan Atas Sebuah Pilihan



Mencintaimu bahkan sebelum perjumpaan kita. Itulah ketulusan cinta yang akan aku persembahkan untukmu, Nak. Buah hati yang kami nanti. Dalam hitungan hari dan putaran bulan. Dan semua begitu indah dan berwarna, saat pecah tangismu hadir di dunia. Rasa-rasanya baru kemarin. Tiap pagi bermalas-malasan, jarang sekali tidur di atas jam sembilan bahkan agenda weekend berdua menjadi sesi romantis yang tak ketinggalan mengisi ruang waktu kami. Tapi tahukah kau,Nak? Seolah semua berbalik. Keteraturan yang kami ciptakan berantakan begitu saja. Mata panda dan kerempongan pagi menjadi pengisi diary hari-hari kami.  Menjadi working moms adalah pilihanku. Ayahmu paham betul itu. Perempuan enerjik yang tidak bisa dibatasi tembok yang bernama rumah. "Aku butuh ruang untuk mengeksplore kemampuanku," prinsipku kala itu. Dan ayahmu mengangguk diiringi senyum tanda setuju.