=Hamimeha

Langkah Awal Belajar Mengaji Untuk Anak Usia Dini, Wajib Coba!

Posting Komentar
Konten [Tampil]
Langkah awal belajar mengaji anak
Hai Sobat Hamim, pernahkah kalian menyaksikan salah satu program televisi Hafidz Indonesia? Program yang hadir ketika bulan Ramadhan ini merupakan salah satu program unggulan RCTI yang menampilkan kemampuan anak-anak dalam melafalkan dan menghafal rangkaian ayat-ayat Al-Quran. Masya Allah, pasti meleleh ya jika penghafal Al quran cilik itu adalah anak kita.

Di zaman sekarang tantangan menjadi orang tua dengan generasi native teknologi tentu sangat besar. Kedekatan anak-anak dengan teknologi membuat sebagian anak kurang tertarik dengan belajar, khususnya belajar mengaji.

Sedangkan kita sebagai seorang muslim ketika menjadi orang tua tentunya berharap memiliki buah hati yang tak hanya berprestasi akademik namun juga pandai melantunkan ayat al qur’an yakni mengaji. Disinilah peran orang tua cukup besar dalam mendorong anak-anak untuk memiliki semangat untuk belajar mengaji.

Lalu bagaimanakah caranya agar anak termotivasi untuk belajar mengaji? Apa saja langkah awal belajar mengaji anak yang bisa dilakukan oleh orang tua? Apakah belajar mengaji online menarik bagi anak-anak era sekarang? Yuks simak ulasannya di bawah ini ya?

Langkah Awal Belajar Mengaji Anak dari Nol

Siapa sih yang tidak ingin memiliki anak yang pandai mengaji? Sebagai orang tua muslim tentu besar harapan kita kelak kita mendapatkan mahkota dari anak kita atas didikan kita yang mendorong anak menghafal Al quran bukan?

Namun, jauh sebelum kita melangkah pada proses menghafal Al quran maka tahap awal yang bisa kita lakukan adalah anak belajar mengaji sejak dini.

Sejatinya belajar mengaji anak bisa dilakukan secara mandiri oleh orang tua di rumah. Sebab langkah awal belajar mengaji ini prosesnya dimulai dari hal-hal sederhana. Nah, apa saja langkah awal belajar mengaji anak?

Tujuh Langkah Awal Belajar Mengaji Anak dari Nol


Langkah awal belajar mengaji anak online
Ada tujuh langkah awal belajar mengaji anak dari nol yang bisa dilakukan, yakni:

Pertama, mulai dengan mengenalkan dan menghafalkan huruf hijaiyah


Poin penting saat belajar mengaji anak adalah gunakan cara-cara yang mudah mereka pahami. Misalnya gunakan gambar atau permainan yang membuat anak menjadi tidak bosan ketika belajar mengaji.

Kedua, lakukan dengan bertahap

Yups, poin penting belajar mengaji anak adalah prosesnya harus bertahap. Sikap kita dalam memotivasi belajar mengaji anak adalah tidak tergesa-gesa. Lakukan step bu step.

Jika poin satu anak sudah mengenal huruf hijaiyah selanjutnya kenalkan harokat kepada mereka. Sebagaimana belajar abjad, sebelum anak belajar membaca akan lebih mudah anak belajar dengan merangkai kata dengan huruf vokal a, i, u,e, o.

Nah, demikian pula dengan belajar mengaji anak. Kita lanjutkan dengan mengenalkan harokat fatkha, kasroh, dhommah, dan selanjutnya secara bertahap.

Ketiga, belajar dari Iqra’

Hakikat dari belajar itu mulailah dari yang mudah. Nah, demikian pula dengan langkah awal belajar mengaji anak sebaiknya mulai dari iqro’ ya Sobat Hamim. Jangan memaksa anak belajar membaca Al quran langsung, anak-anak tentu akan kesulitan.

Hal ini masuk dalam prinsip langkah kedua ya yakni belajar mengaji anak lakukanlah secara bertahap.

Keempat, lakukan proses belajar dengan konsisten

Poin penting dari segala sesuatu jika ingin berhasil atau sukses adalah konsisten. Nah, ini berlaku juga bagi anak-anak yang sedang belajar mengaji.
Sekali lagi peran orang tua sangat besar ya Sobat Hamim, dianjurkan untuk membuat jadwal khusus secara rutin untuk belajar mengaji anak.
Misalnya, 10 menit setiap hari setelah sholat Magrib atau waktu-waktu yang telah disepakati bersama anak.

Kelima, belajar dengan cara menyenangkan

Yups, perlu Sobat Hamim pahami bahwa cara belajar anak itu adalah dengan cara menyenangkan. Itulah banyak ungkapan yang menyebutkan bermain adalah cara belajar anak. Sebab bermain adalah dunia mereka.

Lalu bagaimanakah menciptakan suasana menyenangkan ketika belajar mengaji anak? Sobat Hamim bisa menggunakan permainan agar belajar mengaji tidak membosankan, dengan kisah-kisah, atau tebak-tebakan. Serta banyak cara lain yang bisa dikreasikan oleh para orang tua di rumah.

Di langkah ini, belajar mengaji online bisa dilakukan secara mandiri. Seperti melihat video pembelajaran Al quran, mencari contoh simulasi menggunakan huruf hijaiyah, dan lain sebagainya.

Keenam, membiasakan anak mendengar murotal

Yuhui, langkah awal belajar mengaji anak yang bisa diterapkan di rumah adalah membiasakan anak mendengar murotal. Secara tidak langsung dengan mendengarkan bacaan Al quran maka anak akan menyerap apa yang biasa mereka dengar.
Perlu kita pahami ya Sobat Hamim, pada dasarnya anak-anak itu pintar lho! Dan lingkungan yang mendukung untuk mereka berkembang akan meningkatkan kemampuan mereka tak terkecuali dalam belajar mengaji bagi anak-anak.
Apalagi bagi anak-anak native teknologi seperti saat ini, kita bisa memanfaatkan video edukatif untuk belajar mengaji anak. Salah satu nilai positif hadirnya teknologi dan internet di kehidupan kita bukan?

Belajar mengaji online untuk ke-5 dan ke-6 ini memang perlu pendampingan ekstra dari orang tua. Sebab, anak-anak harus didampingi ketika mereka melakukan screen time selama belajar.

Ketujuh, anak belajar di TPQ atau TPA

Apa itu TPQ
Wah, tampaknya langkah ke-7 ini aku rekomendasikan kepada para orang tua yang mungkin belum bisa membersamai anak belajar mengaji di rumah. Sehingga membutuhkan bantuan untuk mengajarkan anak mengaji dengan suasana yang lebih berbeda yakni di TPQ dan TPA.

Kelebihan ketika anak belajar mengaji di TPQ atau TPA adalah suasana belajar mengaji anak secara bersama-sama lebih terasa, ada guru mengaji khusus yang mendampingi, dan umumnya ada waktu yang terjadwal rutin untuk mengaji bagi anak.

Kekurangannya, bagi anak usia dini tentu tidak mudah jika anak belajar mengaji tanpa didampingi. Ditambah lagi, ada beberapa anak yang tidak mudah dalam hal adaptasi atau berada di lingkungan yang ramai.

Tapi, apakah penting belajar mengaji bagi anak usia dini? Wah, Sobat Hamim perlu membaca ulasanku di bawah ini!

Belajar Mengaji Bagi Anak Usia Dini

Perlu Sobat Hamim ketahui bahwa sejatinya pada anak usia dini kemampuan belajar mereka tinggi. Dalam ilmu psikologi perkembangan, di usia dua tahun berat otak anak mengalami pertumbuhan yang luar biasa yaitu di usia ini berat otak anak sekitar 75% dari berat otak orang dewasa (Santrock, 2010). Ini artinya bahwa 75% pertumbuhan otak manusia terjadi pada usia dini.

Masya Allah ya Sobat Hamim!

Menariknya, lingkungan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan otak anak. Sehingga pembelajaran di usia dini merupakan pembinaan yang tepat, sebab ketika anak belajar mengaji sejak usia dini pengaruhnya sangat tajam dan kuat didalam ingatan mereka bahkan sangat membekas, berbeda dengan anak dewasa yang pembinaannya lumayan memakan waktu yang lama.

Nah, terjawabkan Sobat Hamim bahwa belajar mengaji anak sebaiknya dilakukan sejak dini. Akan tetapi ada catatan penting yang tidak boleh terlewatkan oleh para orang tua yakni pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sebab pengalaman belajar masa kecil ini akan membekas kelak di masa dewasa mereka, artinya pengalaman belajar mengaji anak di usia dini mereka juga akan terbawa kelak. Hal ini pulalah yang mendasari bahwa lahir kesadaran untuk mendidik anak sesuai usia mereka.

Hal inilah yang mendasari lahirnya beberapa lembaga pendidikan yang merancang kurikulum mereka disesuaikan dengan perkembangan usia anak.

Kabar baiknya, lembaga pendidikan di era teknologi saat ini tak hanya bisa dilakukan secara offline melainkan online juga. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para orang tua yang membutuhkan waktu belajar yang fleksibel. Belajar mengaji online menjadi solusi bagi orang tua dengan mobilitas tinggi, bukan?

Perlukah Belajar Mengaji Online Bagi Anak Usia Dini?

Belajar dari pandemi yang melanda dunia tiga tahun lalu, kita dipaksa untuk melakukan proses digitalisasi di berbagai lini. Tak terkecuali dalam proses belajar anak-anak. 

Faktanya, peralihan aktivitas dari offline dan online pada akhirnya mendarah daging dalam kehidupan kita. Aktivitas digital bukanlah hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari kita, sebab nilai fleksibilitas dan praktis memberi dampak yang menguntungkan bagi sebagian besar orang.

Nah, demikian pula dengan aktivitas belajar anak-anak. Saat ini, anak usia dini memiliki kesempatan belajar dari manapun melalui aplikasi komunikasi menggunakan video dan dapat digunakan dalam berbagai perangkat baik seluler maupun desktop. 

Selain fleksibel dari segi waktu dan praktis, belajar mengaji online dengan lembaga pendidikan yang tepat akan memberikan pengalaman positif khususnya dalam penggunaan teknologi dan internet.
Dengan kata lain, anak usia dini memiliki pemahaman bahwa teknologi bisa dimanfaatkan untuk belajar dan melakukan hal positif untuk meningkatkan kemampuan mereka. Wah, ini poin penting dalam hal bijak gadget ya Sobat Hamim.

Rekomendasi Belajar Mengaji Online Sesuai Tugas Perkembangan Anak!

yups, seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa memilih tempat belajar online yang tepat juga memberi pengaruh besar pada tumbuh kembang anak. 

Sekali lagi kita mengingat bahwa anak usia dini memiliki proses tumbuh kembang yang pesat. Perkembangan otak anak yang begitu cepat pada anak usia dini berdampak pada aspek perkembangan lainnya seperti kognitif, Bahasa, sosial emosional dan fisik motorik.

Oleh sebab itu masa anak usia dini harus betul-betul mendapatkan perhatian agar proses pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan secara maksimal.

Cepatnya perkembangan otak anak dan memberikan dampak pada aspek perkembangan lainnya menjadi dasar pelaksanaan pendidikan anak usia dini. 

Melalui kegiatan bermain yang dilakukan di satuan pendidikan anak usia dini diharapkan akan menjadi stimulus yang baik untuk perkembangan anak usia dini. Maka, memilih lembaga yang menyusun kurikulum sesuai perkembangan anak adalah penting.

Metode Montensori adalah
Nah,kali ini aku ingin memberi rekomendasi lembaga pendidikan yang telah memiliki ribuan murid dan sudah mengusung konsep montessori dalam proses mengajarnya. Jadi belajar mengaji anak tentu akan berkesan dan menyenangkan ketika menggunakan metode ini. Ingin tahu lebih banyak tentang Albata, simak penjelasan berikutnya ya!

Albata, Lembaga Pendidikan Islam Untuk Anak Berfokus Pada Tauhid Dengan Metode Fun Learning

Hadir sejak tahun 2019. Albata adalah Lembaga Pendidikan Islam resmi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Albata. Dengan membawa semangat membangun generasi yang bertauhid kuat, bertaqwa & mandiri sejak dini. Albatta menerapkan kurikulum yang berfokus pada Adab, Tauhid, Sirah, Fiqih serta Tahsin & Tahfidz melalui pengajaran berbasis fun learning dan mengadopsi metode Montessori.

Jadi, para orang tua tidak perlu khawatir jika pengalaman belajar mengaji anak usia dini mereka tidak menyenangkan. Sebab meskipun dilakukan secara online, Albata mendidik anak-anak tidak hanya belajar ilmu dasar sosial dan kreativitas saja.

Akan tetapi anak-anak akan belajar ilmu agama yakni tauhid, adab dan akhlak, fiqih, sirah, juga tartil dan tahfidz dengan tujuan untuk membangun karakter anak yang lebih bertaqwa dan mandiri.

Wow, jadi anak-anak tidak sekadar belajar mengaji online ya Sobat Hamim. Tapi anak-anak belajar sesuai yang konsep mendidik anak dalam Al quran sejak dini. Hal ini sesuai dengan hadits berikut, 

“Tidak ada satu pun pemberian orangtua kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan adab (akhlak) yang baik.” (HR At-Tirmidzi).

Eits, di Albata ini Sobat Hamim bisa memilih belajar via online maupun offline kok. Jadi, buat para orang tua dengan mobilitas tinggi pilihan belajar mengaji online di Albata mungkin lebih tepat. Namun bagi yang ingin belajar via offline pun juga bisa. Wah sangat mengakomodir kebutuhan kita para orang tua ya Albata ini.

Agar lebih mantap mengapa memilih Albata sebagai belajar mengaji anak sejak dini, Sobat Hamim bisa menyimak infografis di bawah ini ya!

Kelebihan sekolah Albata

Menciptakan Suasana Belajar Mengaji yang Menyenangkan Bagi Anak itu Penting


"Cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi baik adalah dengan membuat mereka bahagia." -Oscar Wilde-

Nah, ini selaras dengan prinsip psikologi belajar bahwa anak yang belajar dengan menyenangkan maka otaknya akan mudah menyerap informasi yang diberikan.

Terlebih jika yang diajarkan adalah nilai-nilai kebaikan seperti belajar mengaji pada anak sejak dini. Tentunya, kita berharap pengalaman belajar mengaji anak dari nol yang mereka alami menjadi pengalaman yang berkesan. Sehingga, aktivitas mengaji menjadi kegiatan yang dinanti-nanti.

Pilihan belajar mengaji online maupun offline semua disesuaikan dengan kebutuhan. Poin penting dalam hal ini adalah para orang tua memiliki peran penting dalam memfasilitasi dan memotivasi anak-anak untuk belajar mengaji yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak di usia mereka yakni menyenangkan.

Hal yang seringkali dilupakan bahwa menciptakan suasana belajar menyenangkan adalah investasi pengalaman di masa depan anak-anak. Nah, semoga langkah awal belajar mengaji anak kali ini bermanfaat buat kita semua ya Sobat Hamim. Semangat membersamai tumbuh kembang anak sejak dini!

Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

Posting Komentar

Popular