=Hamimeha

Mengukir Harapan Untuk Indonesia Emas dari Bumi Cendrawasih, Semangat Hari Ini dan Masa Depan Indonesia!

15 komentar
Konten [Tampil]
Mengukir harapan untuk indonesia emas
"Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan".

Itulah cita-cita besar dari visi Indonesia Emas yang dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, atau dikenal dengan sebutan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas.

Dalam rumusan tersebut, Presiden Joko Widodo menyebutkan tiga hal pokok yang akan menjadi acuan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Salah satu diantaranya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia. Hal ini berkaitan dengan bonus demografi yang akan diterima oleh Indonesia di tahun 2045.

Akan tetapi, cita-cita luhur ini perlu diimbangi dengan langkah konkrit untuk bisa melahirkan SDM yang unggul. Dan pendidikan masih dipercaya sebagai bidang yang paling efektif dalam membentuk manusia unggul dan berkualitas. Namun faktanya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan angka putus sekolah meningkat selama beberapa tahun terakhir. Tercatat di tahun 2022, angka putus sekolah terjadi di semua jenjang dengan rincian angka putus sekolah di jenjang SD sebesar 0,13%. Di jenjang SMP, angka putus sekolah sebesar 1,06%. Sementara, angka putus sekolah di jenjang SMA sebesar 1,38%.

Mirisnya lagi, ditinjau dari wilayahnya. Angka putus sekolah tertinggi jenjang SD dan SMP adalah Papua. Bahkan Papua memiliki angka putus sekolah SMP tertinggi secara nasional, yakni 3,22%. Dibalik pesona alam yang dimiliki oleh pulau yang menyerupai burung Cenderawasih ini, ada sejuta pelik tentang pendidikan bagi generasi selanjutnya. Apakah pemerintah tidak bergerak?

Seorang putra daerah di ujung timur Indonesia pernah menuturkan, “Kira-kira kita harus menunggu sampai kapan lagi (untuk membuat perubahan dalam bidang pendidikan). Kalau kita cuma berharap pada pemerintah atau pejabat-pejabat untuk membuat perubahan itu pasti prosesnya lama. Karena tugas mereka bukan hanya mengurus di bidang pendidikan saja.”

“Sedangkan pendidikan merupakan suatu hal fundamental yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” lanjut pemuda 23 tahun yang resah dengan kesenjangan pendidikan di tanah kelahirannya.

Kesadaran bahwa mewujudkan cita-cita besar melahirkan generasi emas untuk Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama, merupakan sebentuk kepedulian kita saat ini dalam mengambil peran untuk masa depan. Semangat kita hari ini adalah harapan besar untuk masa depan Indonesia. Inilah yang memotori gerakan Papua Future Project (PFP) lahir dari tangan putra Papua, Brischo Jordy Dudi Padatu bersama keempat rekan lainnya.

Alih-alih mengutuk kegelapan, sejatinya menyalakan pelita membuat kita menemukan harapan. Itulah yang dilakukan oleh Jordy bersama rekannya melalui Papua Future Project untuk Indonesia yang lebih baik dengan semangat “Every Child Matters”.

Lalu, apa yang dilakukan oleh Papua Project Future hingga diganjar sebagai salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards Bidang Pendidikan dari Astra di tahun 2022? Mari kita adopsi kekuatan pemuda sebagai agen of change dari bumi cendrawasih melalui ulasan di bawah ini!

Sepenggal Kisah di Pulau Mansinam, Pengalaman Pribadi dan Kenyataan Pahit Tentang Dunia Pendidikan

Jika di film Laskar Pelangi kita menyaksikan Bu Muslimah dengan hati was-was menunggu para siswa untuk datang ke sekolah agar pembelajaran bisa dimulai. Lain cerita dengan kisah dari Pulau Mansinam, para siswa menunggu kehadiran para guru untuk mengajar mereka. Lantaran, kebanyakan guru tinggal di kota Manokwari. Sehingga, mereka membutuhkan waktu serta sarana untuk bisa menuju lokasi yakni Pulau Mansinam.

Pulau dengan penduduk tidak lebih 800 jiwa ini hanya memiliki 1 sekolah dasar (SD) namun tidak termanfaatkan dengan maksimal dan efektif. Bahkan sekolah PAUD yang dulunya dibangun pun terbengkalai karena sulitnya akses menuju lokasi. Miris, namun begitulah fakta di lapangan terkait kondisi pendidikan anak-anak di salah satu pulau bernilai sejarah ini.

Hal ini juga dirasakan serta disaksikan pula oleh Jordy, seakan menegaskan bahwa ia pun merasakan bahwa selama 22 tahun lebih hidup di Papua itu bukan hal yang mudah. Mulai terbatasnya akses pendidikan, profesionalitas guru, akses pendidikan yang kurang baik. Terlebih ketika pandemi melanda, anak-anak dibiarkan tak belajar, tak ada rangkulan untuk bersekolah. Kebijakan pembelajaran jarak jauh dan menggunakan teknologi tentu bukan solusi bagi mereka yang tingkat literasinya rendah, apalagi untuk memahami teknologi.

Menyaksikan kondisi yang menyayat hati ini menggerakkan Jordy dan rekannya membuat terobosan bergerak membawa semangat lebih baik. Pada akhir 2020, Jordi menggagas sebuah program belajar yang diberi nama Papua Future Project (PFP). Papua Future Project adalah sebuah komunitas berbasis proyek untuk memberikan pendidikan yang lebih inklusif untuk anak-anak asli Papua (indigenous people) di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), termasuk Pulau Mansinam.

Suasana  belajar kelas besar di papua future project
Terlihat sumringah anak-anak tanpa seragam belajar mengoperasikan microsoft word bersama relawan dari Papua Future Project. Riuh ruang belajar dengan semangat anak-anak Pulau Mansinam ketika mengikuti program-program dari PFP sejatinya adalah seberkas cahaya. Semangat dan antusias mereka menjadi cambuk bahwa ada harapan untuk bisa memberikan pendidikan layak untuk mereka. Sebagian besar mereka adalah anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan dasar. Artinya mereka adalah bagian dari generasi emas Indonesia kedepannya.
Jika, calon-calon manusia produktif ini tidak mendapatkan pendidikan yang layak lalu bagaimana Indonesia menikmati bonus demografi sebagai hadiah dari 100 tahun kemerdekaan? Jordy mengungkapkan, "Ketika di luar sana sudah berbondong-bondong bersaing di dunia Internasional, sedangkan teman-teman di Pulau Mansinam, di daerah-daerah kampung, masih stuck di permasalahan buta huruf.”
Alasan kuat bagi Jordy memiliki semangat dalam menggagas Papua Future Project, sejatinya untuk menyiapkan generasi emas Indonesia semampu yang ia bisa lakukan hari ini.

Every Child Matters Menjadi Landasan Bergerak dengan Hati

Hadir sebagai tombak awal adanya gerakan literasi di Bumi Cenderawasih. Papua Future Project mengusung motto "Every Child Matters" sebagai landasan mereka bergerak.

Pun dengan program-program yang dirancang terlihat sangat ramah anak dan relevan. Jika diamati lebih dalam, model dan metode pembelajaran yang diterapkan dalam program PFP untuk anak-anak pulau Mansinam secara tidak langsung mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Yang mana orientasi belajar berfokus pada anak, kontekstual, dan relevan.

Putra Papua yang merupakan lulusan sarjana dari President University dengan itu menegaskan, “Moto kami adalah every child matters. Semua anak-anak di Papua berhak mendapat kesempatan akses pendidikan secara inklusif, dan itulah alasan Papua Future Project hadir.”

Tahukah Sobat Hamim, apa makna Every Child Matter yang jadi tagline Papua Future Project?

Merunut kronologis di luar Indonesia, gagasan Every Child Matter merupakan sebuah respon atas tragedi yang menimpa anak-anak di Inggris. Prakarsa ini bertujuan untuk menjamin anak-anak Inggris memperoleh kesempatan mengenali dan mengembangkan potensinya, dengan mengurangi seminimal mungkin hal-hal yang membuat mereka tidak berada dalam kondisi yang semestinya, termasuk tindak kekerasan dan pengabaian.
Kita tentu sepakat bahwa setiap anak terlahir istimewa dengan segala keunikan masing-masing. Seharusnya, ini juga berlaku dalam hal pemenuhan mereka mendapatkan pendidikan. Anak-anak adalah masa depan bagi negara, mereka adalah pewaris. Terlepas dari kondisi geografis, semestinya kita bekerja sama mengambil peran dalam membentuk generasi pewaris negeri ini.
Semangat inilah yang mendasari dan goals yang ingin dicapai oleh Jordy melalui Papua Future Project adalahi ingin memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak untuk mengakses pendidikan dan menurunkan angka buta huruf di masyarakat adat yang ada di Papua Barat demi memajukan peradaban Papua ke depannya.

Luar biasa ya Sobat Hamim, semangat visioner inilah yang kita butuhkan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Alih-alih saling menyalahkan, mengambil peran akan menjadi kontribusi nyata kepedulian kita untuk negeri ini.

Nah, apa saja upaya yang telah dilakukan oleh Papua Future Project selama ini dan kedepannya?

Menyalakan Pelita di Pulau Mansinam dengan Sejuta Harapan untuk Indonesia

"If you really want to inspire others to do something, then this "something" should be a big part of your life," ungkapan pepatah yang dipegang teguh sebagai prinsip bagi Jordi.

Anti Omdo (Omong Doang)!

Hadirnya berbagai program dari Papua Future Project yang fokus dan konsisten dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak Pulau Mansinam merupakan janji yang terealisasi.

"Saya ingin membuktikan, meskipun hidup di perbatasan, jangan pernah putus asa dalam bermimpi. Dan jalan menuju masa depan yang lebih baik ada di pendidikan. Oleh karena itu, ayo para anak muda bersama-sama wujudkan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif," ujar sosok pemuda yang tertarik dengan dunia pendidikan sejak SMA itu.

Apa saja program Papua Future Project?

Langkah Taktis dan Strategi Papua Future Project Menggaet Anak-Anak Belajar

Seorang anak perempuan memamerkan hasil karyanya mewarnai gambar ikan dengan sumringah. Di lain kesempatan, gelak tawa mewarnai proses belajar menggunakan ular tangga raksasa sebagai media belajar bagi anak-anak untuk belajar membaca. Di sesi yang lain, proses belajar dilakukan di ruang terbuka menuju bibir pantai.

Fresh! Kekinian! Relevan! Kontekstual!

Inilah deretan kata yang mewakili ide-ide dari program rancangan generasi milenial untuk anak-anak di Pulau Mansinam. Tak hanya sekadar belajar tulis menulis dan mengenal abjad.

Jordi dan tim PFP merancang kurikulum dengan memilih model belajar yang jauh lebih menyenangkan, relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan kontekstual. Pembelajaran kontekstual sangat tepat untuk dipraktikkan oleh siapapun tak terkecuali bagi anak-anak perbatasan. Bahkan anak-anak akan lebih menikmati proses belajar secara kontekstual sebab pembelajaran kontekstual mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak. Sehingga mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. 

Wah menarik ya Sobat Hamim!

Poin yang tak kalah penting, dalam psikologi peserta didik. Seorang pendidik atau pengajar perlu untuk bisa menganalisa kondisi peserta didik dan lingkungannya. Dan PFP sudah melakukannya, tanpa perlu memaksakan kurikulum dari pusat untuk diaplikasikan untuk anak-anak di Pulau Mansinam. Metode belajar Papua Future Project menyesuaikan kemampuan anak-anak di sana atau dikenal dengan istilah adaptive learning, disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Lebih jelasnya, skema rancangan program belajar dari Papua Future Project terlihat pada infografis di bawah ini.

Implementasi pendidikan inklusif papua futured project
Tak hanya pendidikan formal, anak-anak setempat juga belajar mengasah kreativitas seperti membuat lukisan menggunakan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan, membuat gelang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sampah plastik, bahkan mempelajari biota laut yang ada di Pulau Mansinam.

Selain itu, kolaborasi adalah langkah cerdas yang diambil oleh PFP. PFP melakukan kolaborasi dengan UNICEF dan Kementerian kesehatan anak di Papua. Salah satu kegiatan yang telah terselenggara di tahun 2022 lalu adalah mengadakan kampanye Imunisasi Dasar Lengkap di jalanan Manokwari dalam rangka menumbuhkan awareness kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi, mengingat daya cakup imunisasi di Papua Barat masih sangat kurang.

Langkah Papua Future Project di Masa Depan

Meski berfokus pada isu literasi dasar seperti belajar membaca, menulis, dan berhitung. PFP juga secara konsisten juga memberikan pendidikan kesehatan, lingkungan, pengembangan diri, hingga dampak perubahan iklim.

Tak hanya bergerak di Pulau Mansinam, kini PFP telah menjangkau sejumlah wilayah terpencil lainnya di Papua untuk membangun literasi di kampung-kampung dengan mendirikan pojok baca dan menggencarkan program donasi buku.

Menjelang 3 tahun sejak berdiri di tahun 2020, dampak positif akan program-program yang dirancang oleh PFP telah menjangkau 13 kampung dan 700 anak di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Selain itu, relawan PFP juga telah mencapai 250 orang pemuda yang bergabung dari berbagai penjuru negeri yang terlibat dalam PFP, baik secara langsung maupun daring. Kini terdapat 20 orang mengajar setiap minggunya di Pulau Mansinam.

Kedepan, Jordy ingin menjadikan Papua Future Project sebagai wadah bagi anak-anak muda Papua yang ingin ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pendidikan untuk mendapatkan pelatihan secara profesional tentang pengembangan komunitas, kurikulum, dan advocacy.

Di tahun 2025, Papua Future Project mempunyai target perluasan literasi hingga 100 kampung. Serta mengukuhkan komunitas Papua Future Project menjadi lembaga sehingga dapat memberikan dampak baik yang lebih luas demi masa depan Papua.

Satu lagi, terus berkolaborasi. Keberhasilan dan dampak positif dari Papua Future Project ini akan lebih terasa jika saling bergandengan tangan. Jordi menguatkan, "Untuk memaksimalkan pendidikan di Pulau Mansinam, kita juga harus berkolaborasi dan saling membantu. Mulai dari kepala masyarakat adat, kepala sekolah setempat, dan yang terpenting masyarakat. Jangan jadikan pendidikan sebagai burden (beban) tapi pendidikan itu harus jadi bagian kehidupan dari anak-anak."

Bukankah tidak mudah bagi anak zaman now bergaul dengan masyarakat adat. Faktanya, Jordi bersama PFP masih membawa semangat lokalitas. Kebutuhan pendidikan bagi anak-anak adalah suatu hal yang krusial. Bagi Jordi, upaya menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya (di Pulau Mansinam) tidak boleh hilang adalah melalui pendidikan yang mengajarkan minimal literasi dasar yakni baca tulis. Supaya mereka bisa menulis apa yang mereka tahu tentang budayanya sehingga budaya itu tidak terkikis oleh zaman.

Wah, inspirasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik ya Sobat Hamim. Angin segar dari jiwa muda yang membara.

Proses Panjang Sebuah Kegigihan untuk Cita-Cita Besar Anak Negeri

Menawarkan solusi atas sebuah permasalahan di Pulau Mansinam, bukan berarti tanpa perjuangan. Fakta jalan juang yang telah dilalui oleh Jordi dan tim bisa mengenalkan Papua Project Future hingga menggandeng dosen bahkan NGO seperti UNICEF untuk membuat sistem pembelajaran holistik yang efektif kepada anak-anak Papua butuh kegigihan.

Sebagai proyek sukarela, tantangan besarnya adalah pada sumber daya manusia dan pendanaan. Bahkan di awal pembentukan PFP, Jordy melakukan pekerjaan paruh waktu sembari kuliah untuk membiayai operasional dalam menjalankan program-program PFP hingga ke pelosok.

Perlu Hamim ketahui, hingga saat ini PFP belum memiliki donatur tetap. Sehingga, Sobat Hamim yang ingin ikut ambil peran sebagai donatur bisa melihat flyer di bawah ini ya!

Donatur Papua Future Project
Saat inipun, kendala waktu dan akses masih menjadi tantangan besar untuk bisa merekrut relawan yang bisa konsisten menjalankan program-program PFP.

Hal yang patut disyukuri atas kegigihan ini adalah terpilihnya Papua Future Project sebagai penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2022 Bidang Pendidikan dari Astra. Hal ini secara tidak langsung membuat PFP lebih dikenal dikalangan luas. Sehingga beberapa pihak mulai menaruh kepercayaan atas dampak yang dihasilkan dari program PFP.

Semangat Astra dalam mengapresiasi anak bangsa yang berkontribusi untuk hari ini dan masa depan Indonesia sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Siapapun Bisa Memulai dari Hal-Hal Sederhana

Perjalanan panjang kegigihan Jordi dalam membidani Papua Future Project hingga menyabet Anugerah Astra di tahun 2022 bidang pendidikan karena kisah inspiratifnya dari Papua Future Project dianggap mampu membangkitkan semangat anak muda Indonesia lainnya untuk melakukan perubahan besar di sekitarnya.
"Selama kita berbuat baik, bakal akan ada lebih banyak orang baik yang datang untuk membantu,” ujar Jordy dengan semangat menggebu.
Keyakinan akan langkah yang ia ambil adalah jalan kebaikan, menjadi alasan Papua Future Project bisa berkembang hingga detik ini. Dan perjalanan inspiratif dari Brischo Jordi dan rekan-rekannya mengembangkan layar Papua Future Project sangat bisa diadopsi oleh kita dimanapun kita berada versi kearifan lokal.

Tidak harus sama persis, namun semangat, kegigihan, keyakinan, serta langkah taktis strategis dari Papua Future Project bisa kita implementasikan. Khususnya generasi muda Indonesia menjadi sumber utama adanya perubahan untuk bangsa.  Mulai dari hal-hal sederhana yang kita bisa. 

Mari kita siapkan generasi emas sebagai hadiah untuk ibu pertiwi menyosong Indonesia Emas. Melalui pendidikan yang layak dalam membentuk generasi unggul. Aamiin.

Semangat kita hari ini adalah gambaran mimpi yang jadi kenyataan di masa depan Indonesia. Merdeka!
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

15 komentar

  1. Masya Allah .. keren Jordi dan gerakan Papua Future Project-nya. Untuk berbuat baik, butuh satu orang pionir yang percaya diri dan konsisten bergerak maka secara perlahan banyak yang mengikutinya mewujudkan kebaikan2 berikutnya. Semoga berkelanjutan gerakan Papua Future Project.

    BalasHapus
  2. Selalu terharu melihat orang orang yang penuh dedikasi membantu sesama terutama dibidang pendidikan.Apalagi di wilayah seperti Papua tantangnya beneran lahir batin.Bahasa yang berbeda alam yang keras dan luas.pokoknya doa kami bersamamu

    BalasHapus
  3. Bener juga langkah kak Jordi. Engga bisa selalu menunggu dari pusat. Harus putra daerah sendiri yang membangun. Semoga program Papua Future Project ini sukses dan berkelanjutan yah, sehingga tidak ada lagi istilah daerah tertinggal...

    BalasHapus
  4. Sediiih, ketika di luar sana sudah bersaing di dunia Internasional, teman-teman di Pulau Mansinam, masih stuck di permasalahan buta huruf. Hiks! Sungguh menginspirasi, tak hanya berfokus pada isu literasi dasar seperti belajar membaca, menulis, dan berhitung PFP jugamemberikan pendidikan kesehatan, lingkungan, pengembangan diri, hingga dampak perubahan iklim. Salut!

    BalasHapus
  5. Suka sekali dengan moto "every child matters" milik Papua Future Project. Memang semua anak Indonesia adalah generasi penerus bangsa yang sangat layak mendapat perhatian penuh. Salut dengan Jordy yang telah berinisiatif dengan program-programnya memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak di Pulau Mansinam ini. Semoga dukungan dan support dari berbagai arah (seperti yang telah dilakukan Astra ini) terus datang untuk mereka.

    BalasHapus
  6. Wah, keren sekali program Papua Future Project ini. Semoga bisa terus berkelanjutan dan berhasil.

    BalasHapus
  7. keren banget kamu Jordi! pastinya dengan adanya gerakan ini akan sangat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Papua yaa. jadi penasaran nih sama latar belakang pendidikannya Jordi ini diriku

    BalasHapus
  8. Baca artikel ini rasanya pergulatan batin terasa banget. Semangatnya ikutan menular sampai sini, Mbak. Uhuhu
    Keren banget Papua Future Project, semoga makin banyak generasi emas untuk mengharumkan bumi pertiwi ini

    BalasHapus
  9. Aku jadi inget program Indonesia Mengajar yang diinisiasi oleh Bapak H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D yang menarik minat banyak fresh grad untuk bisa mengamalkan ilmunya sekaligus mendapatkan pengalaman mengajar di pelosok Indonesia yang mungkin juga termasuk daerah 3T. Dan kini, ada program dari Papua Future Project. Semoga program seperti ini bisa merata di daerah Indonesia yang lain juga yaa..

    BalasHapus
  10. Semoga untuk daerah-daerah terluar seperti Pulau Mansinam selalu ada sosok Bang Jordi yang melakukan inisiatif dan solusi tidak hanya menanti bantuan dr pusat

    BalasHapus
  11. Terharu banget aku tentang perjuangan ka jordi. Semangat membangun untuk menyiapkan generasi muda untuk saat ini dan masa depan indonesia.

    BalasHapus
  12. Keren ya mba. Semoga semangatnya menular. Pendidikan memang jadi piin penting dalam kehidupan anak-anak.

    BalasHapus
  13. Papua butuh banyak anak muda yang peduli seperti ini ya mbak
    Dengan begitu, anak anak di papua tetap bisa mendapatkan hak nya memeproleh pendidikan yang layak

    BalasHapus
  14. jadi ingat dulu pas ngajar di pedalaman Kalimantan seru banget, pendidikan negara kita memang belum merata sangat tidak seimbang, padahal anak-anak itu punya potensi yang sangat luar biasa didalamnya, sayangnya kurangnya fasilitas akhirnya bakat mereka terpendam. Semoga Papua Future Project lainnya akan semakin banyak di negara kita sehingga dapat membantu mendorong pendidikan yang inklusif di berbagai daerah

    BalasHapus
  15. Jordy luar biasa, Dengan program ini dapat menyiapkan generasi baru untuk membangun bangsa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular