Sabtu, 15 Mei 2021

Bermain Bebas Vs Bermain Terstruktur

 Bermain Bebas Vs Bermain Terstruktur  

Oleh Hamimeha




Memahami kebutuhan anak usia dini yakni bermain. Membuat kita sebagai orang tua perlu memberikan fasilitas yang memadai. Tak harus mahal atau beli di toko mainan yang bisa menguras budget keuangan rumah tangga. Karena bermain pada dasarnya bebas saja. Zaman dulu, dengan area terbuka luas dan alam yang masih menyediakan berbagai tantangan bagi anak, secara alami telah melakukan stimulasi tumbuh kembang anak dengan bermain bebas.

Dewasa ini, perkembangan teknologi, kemajuan ekonomi dan pembangunan membuat fasilitas yang disediakan alam menjadi terbatas. Gedung bertingkat, ruko, minimnya taman bermain membuat ruang gerak anak terbatasi. 

Sehingga, peran orang tua dalam menyediakan fasilitas tersebut harus lebih diperhatikan. Pasalnya, bermain bukan sekedar aktivitas bersenang-senang saja. Meski sejatinya itu adalah dampak setelah bermain yaitu perasaan bahagia. Namun lebih daripada itu bermain memberikan banyak aspek yang mampu menstimulasi tumbuh kembang anak.

Saat bermain anak bebas melakukan apapun yang mereka ingin lakukan dan bersifat fleksibel. Sehingga tak masalah jika anak beralih dari permainan satu ke permainan lainnya. Karena dalam bermain khususnya bermain bebas lebih menekankan pada proses bukan hasil. Namun perlu dipahami bahwa bermain di setiap jenjang usia itu tak sama. Semisal permainan anak usia satu tahun berbeda dengan anak usia 3 tahun. 

Dalam hal ini Mildred Parten menyatakan ada enam tahapan bermain pada seorang anak, yaitu:



1. Unoccupied Behaviour
Tahapan ini biasa dilakukan saat anak masih berusia bayi. Anak hanya mengamati kejadian yang menarik di sekitarnya. Jika tak ada yang menarik baginya, maka ia akan menyibukkan dirinya sendiri.

2. Onlocker Behaviour
Pada tahapan ini anak lebih menyadari keberadaan mereka di lingkungan sekitarnya. Anak akan melihat atau memperhatikan anak lain yang sedang bermain.

3. Solitary Play
Pada tahap ini anak lebih asyik dengan dirinya sendiri tetapi tidak berhubungan dengan orang lain. Mereka sibuk dengan aktivitasnya.

4. Parralel Play

Tahapan ini anak sudah bisa bermain permainan yang sama dengan teman lainnya. Akan tetapi, kebanyakan mereka lebih suka melakukan permainan terpisah dari teman yang lain. Sikap seperti ini biasanya dilakukan anak usia awal sekolah.

5. Associative Play
Pada tahap ini aspek intrapersonalnya. mulai berkembang. Anak terlibat aktif dalam interaksi sosial dengan atau tanpa peraturan. Anak mulai belajar bekerja sama. Tahapan ini biasanya dilakukan anak usia prasekolah.

6. Cooperatif Play
Pada tahap ini anak lebih matang. Mereka sudah memiliki interaksi sosial yang teratur. Mampu diajak kerja sama maupun melakukan tugas atau peran. Pun telah bisa diajak melakukan permainan yang memiliki tujuan tertentu.

Gagasan yang dijabarkan oleh Patern ini sering digunakan sebagai acuan untuk menilai kemampuan sosial anak. Dengan acuan ini dapat membantu kita dalam memberikan stimulasi perkembangan kemanpuan sosial anak. Karena dalam bermain selain untuk mencapai milestone individu anak juga penting mengasah keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Memahami bahwa bermain adalah kebutuhan bahkan dunia anak. Maka sudah jelas jika bermain memberikam banyak manfaat khususnya dalam merangsang tumbuh kembang anak berdasarkan sesuai usianya. Bermain dibagi menjadi dua berdasarkan target yang ingin dicapai yakni bermain bebas dan bermain terstruktur.


Bermain bebas/tidak testruktur adalah jenis permainan yang tidak terencana sering disebut juga spontaneus play atau free play. Free play ini kerap dipratikkan dalam pola asuh Denmark dan Finlandia yang didapuk bertahun-tahun sebagai negara paling bahagia. 

Free play bersifat open-ended play, maksudnya hasil karya anak satu dengan yang lainnya bisa berbeda dan beragam. Anak bebas tanpa target dan tujuan. Mereka yang menentukan permainan apa yang ingin mereka pilih. Misal, bermain kertas. Beberapa anak diberi kertas yang sama. Bisa jadi tindakan yanh dilakukan anak satu dan anak yang lain akan berbeda bahkan beragam. 

Bermain bebas ini memberi ruang ekplorasi yang lebih luas. Anak bisa bekreasi tanpa terikat dengan aturan. Mereka yang menentukan targetnya sendiri. Hal ini membuat anak mengeksplor kemampuan mereka, kreativitas, imajinasi dan kognitifnya tanpa tekanan dari pihak manapun. 

Hal ini membuat anak bebas dan  lebih bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Contoh free play adalah bermain boneka, mobil-mobilan, masak-masakan, bermain pura-pura atau saat anak pergi ke playground dimana ada banyak macam fasilitas permainan yang bisa mereka pilih untuk dimainkan.



Bermain terstruktur adalah permainan yang telah direncanakan, memiliki tujuan tertentu dan aturan saat memainkannya. Permainan ini banyak mendapat intervensi dari orang tua atau orang dewasa sebagai pengarah maka disebut juga adult direct play. 

Dalam permainan ini anak belajar mengenal aturan, disiplin, memahami instruksi, mencapai tujuan, melatih keterampilan sosial, mengasap sikap tanggap, memusatkan konsentrasi, melatih kegigihan, bekerja sama, memghormati orang lain serta mengenal kegiatan baru yang mungkin tidak bisa mereka lakukan saat bermain bebas. 

Contoh permainannya adalah monopoli, ular tangga, puzzle, petak umpet, dan lain sebagainya. Permainan terstruktur ini juga sering digunakan untuk aktivitas prasekolah misal kegiatan pramembaca atau pramenulis.


Demikian penjelasan tentang jenis bermain berdasarkan tujuannya. Dari kedua jenis bermain tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Pada dasarnya, bermain memang disesuaikan dengan jenjang usia anak. Peran orang tua dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang dengan bermain sangat besar. 

Ditambah lagi tantangan zaman seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Meski demikian anak telrahir dengan kecerdasan yang telah dibawa sejak lahir. Peran orang tua membantu mengarahkan agar kecerdasan tersebut terasah secara optimal. Semangat membersamai Ananda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maturnuwun sudah berkomentar dengan baik. Kata-katamu cerminan kepribadianmu :)