=Hamimeha

Langkah Praktis Membaca Nyaring Dengan KTS, Terbukti Seru!

24 komentar
Langkah praktis membaca nyaring dengan KTS
Hai hai Sobat Hamim?

Sudah dapat kabar kan? Info tentang PPKM level levelan, kabarnya sih dilanjutkan untuk beberapa daerah tertentu hingga tanggal 9 Agustus 2021. PPKM selama pandemi ini memang bikin pusing ya hahaa.

Padahal anak-anak udah bosan nih inginnya main bebas bermain di luar, ketemu sanak saudara, dan aktivitas di luar rumah lainnya. Tahan dan sabar. Ingatlah bahwa virus corona varian delta pasalnya banyak menyerang anak-anak.

Nah, bagaimana cara atasi bosan anak-anak? Sobat Hamim bisa mencoba dengan membacakan buku lho! Untuk bayi dan balita bisa dibacakan buku oleh orang tua. Jika sudah bisa membaca maka bisa membaca sendiri hahaha.

Eh, masih bosan ya? Tampaknya perlu cara nih membaca yang menyenangkan. Bagaimana caranya? Read aloud atau membaca nyaring menjadikan aktivitas membaca lebih menyenangkan. Tahu langkah praktis membaca nyaring agar asyik dan menarik?

Nah, Sobat Hamim bisa menggunakan langkah praktis membaca nyaring dengan KTS sebagai persiapannya. Dengan KTS ini Sobat Hamim akan lebih terbantu menciptakan suasana hidup ketika membaca. Anak-anak dijamin ketagihan deh, yuk buktikan sendiri!

Apa itu KTS?


Di postingan read aloud lebih menyenangkan sempat aku singgung sih. KTS adalah salah satu persiapan yang dilakukan sebelum membacakan nyaring buku pada anak.

KTS adalah kepanjangan dari Kajian Teks Sederhana. Semacam membedah buku dengan struktur yang lebih rapi berupa poin-poin penting dalam buku. Umumnya, KTS ini berupa tabel. Akan tetapi tidak ada format khusus dalam menyusunnya.

Apa Fungsi KTS?


Kunci sukses membaca nyaring adalah persiapan yang matang. Nah, inilah tujuan diperlukannya KTS sebelum membaca nyaring. Dengan KTS akan memudahkan kita mengerti isi buku, menyiapkan kosa kata baru apa yang mungkin ditanyakan anak, bahkan kita sudah bisa memperkirakan bagaimana suasana yang akan terjadi saat membaca nyaring nanti.

Apakah buku anak perlu dibedah?

Membedah buku anak

Duh, Sobat Hamim perlu tahu bahwa buku anak itu jauh lebih dalam interpretasinya. Sebab anak-anak pada dasarnya membaca cerita melalui gambar atau ilustrasi dalam buku. Buku anak memang sederhana, seringkali lebih banyak gambar daripada kata-katanya. Namun sungguh membuatnya tidak mudah.

Nah, KTS akan memandu kita dalam menginterpretasikan dengan lebih rapi. Tak hanya itu, mengutip dari yang disampaikan oleh Ibu Rosie Setiawan--Founder dari Read Aloud Indonesia-- menyampaikan jika metode membaca nyaring ternyata jadi metode pengenalan membaca yang paling efektif.


Saat anak dibacakan nyaring, semua unsur yang dibutuhkan untuk membaca ada di dalamnya.Unsur-unsur itu antara lain adalah anak belajar artikulasi dengan baik, anak mengenal huruf, mengenal bunyi, belajar membedakan intonasi, dan memahami maksud sebuah kata.

Nah, lanjut ya!

Maka ketika kita melakukan Kajian Teks Sederhana (KTS), kita bisa pula menyiapkan intonasi, perubahan suara pada tokoh, dan ekspresi yang akan kita gunakan saat membaca nyaring nanti.

Harapannya dengan KTS ini orang tua atau pembaca lebih siap ketika membacakan nyaring pada anak. Anak pun lebih terhibur dengan membaca yang tidak biasa.

Langkah Praktis Membaca Nyaring dengan KTS

Berdasarkan uraian di poin 2 tampaknya KTS ini bikinnya ribet ya. Ohho, jelas tidak kawan. Kamu hanya butuh mengambil secarik kertas dan alat tulis, mengambil buku lalu membacanya, dan buatlah KTS nya.

Sederhana sih!

Bahkan jika sudah terbiasa membuat KTS, tanpa ditulis pun Sobat Hamim sudah bisa melakukan Kajian Teks Sederhana cukup dalam pikiran. Secanggih itu otak manusia ya, masya Allah ciptaan Allah luar biasa!

Lanjut ya, bagaimana sih langkah membuat KTS?

Kajian Teks Sederhana menurutku seperti membedah buku dan memperkirakan skenario membaca nyaring nantinya.

Unsur-unsur dalam KTS adalah:
Judul, penulis, ilustrator, penerbit, tema, tokoh, alur, awal, tengah, akhir, kajian kosa kata, diskusi.

Seperti pada infografis di bawah ini:
Aku ambil dari Kajian Teks Sederhana yang pernah aku buat dari cerita yang aku ambil dari Lets Read.

Kajian teks sederhana
Mudah bukan membuatnya? Kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk hasil yang luar biasa. Read aloud adalah aktivitas sederhana namun dampaknya luar biasa. 

Inti dari membuat kajian teks sederhana ini adalah persiapan yang penting. Sebab, pembaca jadi lebih tahu isi, alur, dan intonasi yang akan dimainkan saat membaca. 

Sebelum ikut training of trainer read aloud bulan lalu. Aku tidak pernah melakukan kajian teks sederhana. Bahkan seringkali membaca mendadak.

Apakah tidak boleh?

Boleh saja. Namun hasilnya adalah aku kadang kelimpungan saat anak bertanya kosakata baru yang tidak dia mengerti. Parahnya adalah tidak bisa membuat aktivitas membaca jadi lebih hidup.

Akan tetapi, sejak belajar membuat kajian teks sederhana sebelum membaca. Maka aku merasa lebih siap dalam membaca nyaring bersama anak-anak. Hasilnya adalah anak jadi ketagihan buat dibacakan buku lagi, lagi, dan lagi.

Serunya, gaya membaca nyaringku ternyata ditiru oleh si sulung saat membaca bersama adik. Tentu versi dia yang membacanya, kan dia belum bisa membaca hehehe.

Membaca nyaring memang tidak bertujuan membuat anak bisa membaca melainkan menumbuhkan minat baca.

Dengan adanya membaca nyaring ini diharapkan tumbuh pengalaman membaca yang menyenangkan.

Tips Agar Anak Suka Berinteraksi dengan Buku

Pertama, biasakan anak membaca sejak dini. Bahkan ketika masih dalam kandungan.

Aku sendiri membuktikan hal ini. Akibat sering membacakan buku sejak dalam kandungan, alhamdulillah kedua anakku menjadikan buku hiburan utama mereka.

Hal serupa ternyata terjadi pada orang-orang yang aku kenal. Dampak dari membacakan buku sejak kecil, ketika anak beranjak besar menjadikan buku sebagai hiburan mereka.

Atasi sibling rivalry

Perlu diketahui nih Sobat Hamim bahwa membaca tak hanya sekedar hiburan semata lho! Melainkan mendekatkan hubungan orang tua dengan anak. Hubungan kakak dengan adiknya, tips atasi sibling rivalry nih!

Selain itu membaca nyaring yang dilakukan sejak dini dalamm menambah wawasan dan menambah kosakata baru bagi anak. Kosakata ini akan direkam oleh anak dan menjadi modal mereka dalam berbahasa dan berkomunikasi.

Wah menarik bukan? Aktivitasnya sederhana tapi hasilnya luar biasa. 

Kedua, jadilah teladan membaca di kehidupan sehari-hari mereka. Sebaiknya hal ini tentu diawali dari orang tuanya ya.

Tips dari aku sih, biasanya menyempatkan waktu membaca. Minimal sehari ada waktu 10 menit membaca bersama anak. Ini perlu kerjasama dengan pasangan agar bisa lebih optimal.

Ketiga, siapkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak-anak dan disukai mereka. Misal buku dengan ilustrasi dan cerita yang menarik.
Tempat terjangkau ini bisa di area terbuka tempat anak bermain dan tempat tidur mereka

Bayi baca buku

Keempat, sebaiknya biasakan menyiapkan buku di tas bahkan ketika bepergian. Jadi aktivitas membaca bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hal ini akan menumbuhkan kebiasaan buku adalah teman yang asyik untuk anak.

Poin 4 ini sering aku lakukan Sobat Hamim, alhamdulillah aku bersyukur sekali sebab buku masih menjadi hiburan menyenangkan bagi duo sholihah.

Nah Sobat Hamim, panjang lebar ya sudah aku jelasin nih tentang bagaimana membaca nyaring menjadi lebih asyik. Membaca menjadikan aktivitas membaca lebih menyenangkan. Aku pun sudah membuktikan lho! Dengan langkah praktis membaca nyaring dengan KTS, Terbukti Seru!


Membaca buku jadi bikin ketagihan deh, hehehe!
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

24 komentar

  1. Mba hamim.. Lihat buku"nya jadi mupeng nih..
    Membaca nyaring itu aku kira kita hanya membacakan buku ke anak biasa saja.. Ternyata ada metodenya sendiri ya..
    .
    Dimana ya komunitas untuk read a loud ini mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Area mana mbakkkk.
      Ntar coba aku cekkan.

      Hehehe, iya aku pikir juga gtu. Asal baca dan berekpresi aja deh. Tapi rupanya gak begtu..hehehe stelah TOT jadi tahu.

      Hapus
  2. Kajian teks sederhana... Aku baru tau dari tulisan mba Hamim lho. Rezeki banget dapet informasi penting ini. Patut ku coba terapin ke anak2 pas baca buku.mereka juga demen banget main buku, duh tak terkira berapa banyak buku yang udah dijadikan sumber ke-gemesh-an mereka wkwk

    BalasHapus
  3. Hwakkaakkaa...


    Iya mbak. Itu buku yg lagi dibaca duo sholihah tuh. Udah gak karuan gara2 si adik.
    Salah aku sih, harusnya memang belum waktunya dia pakai buku itu. Eh tapi dia sukae.

    BalasHapus
  4. Jadi semacam RPP ya mb. Bisa di coba nih untum anak di rumah. Selama ini belum di konseo ssperti jni. Asal cari poin utama, tetapkan kosakata yang bisa melekat. Minculin pertanyaan pancingan, dan jadilah si kakak nanya ini itu.

    BalasHapus
  5. Hahahhaa RPP mengingatkan ku kalo ngajar tanpa RPP hehehe.

    Gak sedetil itubsih mbak. Poinnya kita jadi tahu isi cerita sehingga bisa eksplore dari ilustrasi maupun gambarnya

    BalasHapus
  6. Nah aku baru tahu ini.. biasanya baca dan diskusi aja belum sedetail ini..
    Makasih infonya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mbak.. semangat ya. KTS hanya sarana memudahkan. Smisal tambah bikin sulit ya asal bisa baca buku aja sih oke hehe

      Hapus
  7. Wah mb Hamim peserta TOT juga ya sm Bu Roosie, sama mb! :D
    Tapi ak baru ngeh kalo ini namanya KTS hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhee..

      Wah TOT dimana mbak Sendy nih.
      Aku mah baru aja fresh graduate hahaha

      Iya, namanya Kajian Teks Sederhana

      Hapus
  8. Duuh aku masih suka baca langsung nih mba ke anak, belum pernah pake KTS sblumnya..tpi klo buku baru ku baca dlu sekilas qja
    Rajin bgt mba hamim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwkakakkaa...

      Itu di awal2 aja mbak. Lama2 karena sudah biasa maka gak hrus pakai tabel gitu. Dikira3 aja.

      Hapus
  9. Biasanya butuh berapa lama untuk menyiapkan KTS, Mbak? Kalau banyak manfaatnya gini, memang bagus ya untuk bikin kajian teks sederhana dulu sebelum membacakan buku ke anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak lama mbak. Asal kita sudah baca bukunya. Terus kita oret2 aja bikin kayak gtu

      Ambil.poin pentingnya aja..

      Hapus
  10. Biasanya kalau membacakan buku untuk anakku juga seringnya mendadak. Dan kadang juga ada satu dua kata yang dia nggak mengerti. Baru tau nih ada KTS, jadi sebagai yang membacakan sudah ada persiapan juga ya Mbak.

    Jadi tambah ilmu saya, makasih sharingnya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah terima kasih mbak. Semoga bermanfaat ya.. karena agak butuh effort tapi akan berdampk luarbiasa kedepannya

      Hapus
  11. Pakai KTS jadi makin asik untuk belajar membaca nyaring. Seperti ponakan daku juga pakai media itu lewat buku cergam

    BalasHapus
  12. Noted banget KTS ini, penting buat buibu yg mempunyai anak2 agar bisa membaca nyaring, apalagi lewat buku cerita bergambar makin mempermudah dan dipahami oleh anak2.

    BalasHapus
  13. Pas sekolah tepatnya SMP aku paling suka membacakan buku-buku fiksi dengan nyaring. Seakan kita sedang menceritakan cerita dalam buku tersebut. Pernah juga melakukan kajian seperti ini, tapi dulu belum ngeh sih apa namanya.

    Di penulisan resensi juga ada teknik semacam KTS ini.

    BalasHapus
  14. Aku kira KTS mirip sama TTS mbak, hiaahaha *becanda

    Benar nih, jadi kalau pakai KTS dulu, kita bisa mempersiapkan jawaban dan ekspetasi saat membcakan nyaring pada anak yaa.

    Seru banget sih itu baby kecil aja udah ambil ambil buku sendiri, lucu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... iya mbak alhamdulillah.
      Poin nya adalah meniru. Anak akan meniru apa yg orang dewasa sekitarnya lakukan.

      Iya KTS malaj awalnya aku pikir kayak kurikulum ternyata bukan hehehe

      Hapus
  15. Ilmu baru nih mbak dan aq kok ngrasa berkurang intensitas baca buku semenjak melahirkan anak kedua.. Huhu siap praktek deh mbk. Thanks for share!

    BalasHapus
  16. waah ilmu baru nih kak, jadi semakin semangat buat menanamkan gemar membaca sejak dini melalui KTS :) makasih banyak sharingnya kak :)

    BalasHapus
  17. Baru denger metode KTS ini, suka seneng gitu mampir ke artikel-artikel temen-temen blogger karena banyak dapet info baru buat anak-anak kayak KTS ini. Ya walaupun belum punya anak sih. Nanti juga guna yaa. Hehe

    BalasHapus

Posting Komentar