Cari Blog Ini

Jumat, 22 Januari 2021

7 Tips Betah Berhijab Sejak Dini



"Duh, anakku susah banget mbak kalau dipakain jilbab."

"Ihh, kok betah sih pakai jilbab. Anakku dipakai baru semenit eh dilepas lagi."

"Anakku pakai jilbab pas sekolah aja, pas main dan di rumah ya nggak. Gakpapa, masih kecil--SD kelas 6--"

Minggu, 10 Januari 2021

Let's Read: Kenalkan Bahasa Ibu dengan Membaca Nyaring


Hidup sebagai keluarga perantau bagiku cukup berat. Karena harus berpindah tempat tinggal dari lingkungan satu ke lingkungan yang lain. Tentu tak mudah bagi seorang anak yang sedang tumbuh berkembangnya. Namun itulah yang aku alami. Masa kecilku. 

Terlahir sebagai keturunan suku Madura dan tumbuh di tanah Jawa tepatnya Jawa Timur. Seharusnya aku memiliki kekayaan bahasa karena keluargaku melakukan percakapan menggunakan Bahasa Madura sedang tetangga dan teman-temanku biasa memakai bahasa Jawa ketika berinteraksi. Di sekolah? Bahasa persatuan donk! Bahasa Indonesia. Belum lagi bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang harus kupelajari. 

Yup!

Pernah dengar celetukan, 

"Hebat ya kamu bisa empat bahasa sekaligus!" 

"Wuih, ini nih Hamim menguasai tiga bahasa asing," pecahlah tawa mereka guyonan khas remaja tanggung dengan bahasa Jawa "ngoko". 

Bagaimana dengan aku?